Monday, 01 January 2022

12 Cara Merawat Bahan Suede Saat Musim Hujan

Suede selalu punya tempat spesial di dunia fashion
February 23, 2026  | Melisa Nirmaladewi
cara merawat bahan suede
 

Teksturnya lembut, tampilannya mewah tapi effortless, dan ada kesan classy yang sulit ditiru oleh bahan lain. Baik itu sepatu, tas, jaket, atau loafers, suede hampir selalu berhasil memberi sentuhan elegan tanpa terlihat terlalu formal. Tapi begitu musim hujan datang, banyak orang langsung was-was. Takut kena air, takut muncul noda, takut teksturnya berubah permanen.

Memang benar, suede bukan sahabat terbaik air. Dibandingkan kulit biasa yang permukaannya lebih halus dan tertutup, suede punya tekstur berbulu halus (nap) yang lebih rentan menyerap air. Tapi bukan berarti kamu harus mengucapkan selamat tinggal pada koleksi suede selama musim hujan. Dengan perawatan yang tepat, bahan ini tetap bisa awet dan tampil prima meski cuaca sedang tidak bersahabat.

1. Kenali Karakter Suede Sebelum Panik

Sebelum masuk ke tips perawatan, penting untuk memahami dulu apa itu suede. Suede adalah bagian dalam kulit hewan yang diproses sehingga menghasilkan tekstur lembut dan sedikit berbulu. Karena struktur seratnya lebih terbuka dibandingkan dengan kulit full-grain, suede lebih mudah menyerap cairan.

Inilah alasan kenapa suede cepat meninggalkan bekas jika terkena air atau lumpur. Tapi justru karena karakter inilah, suede membutuhkan perlakuan khusus, bukan dihindari sepenuhnya. Dengan pemahaman yang benar, kamu bisa mengurangi risiko kerusakan secara signifikan.

2. Gunakan Waterproof Spray Sejak Awal

Langkah paling preventif dan sering diabaikan adalah menggunakan waterproof spray khusus suede. Jangan tunggu sampai sepatu atau tas terkena hujan dulu baru panik. Idealnya, begitu membeli item berbahan suede, langsung aplikasikan pelindung ini.

Baca juga:   4 Cara Merawat Kain Satin

Waterproof spray bekerja dengan membentuk lapisan tipis yang membantu menahan air agar tidak langsung meresap ke serat. Pastikan kamu menggunakan produk yang memang diformulasikan khusus untuk suede, karena bahan ini tidak cocok dengan pelindung kulit biasa.

Semprotkan secara merata dengan jarak sekitar 15–20 cm, lalu biarkan kering sempurna sebelum digunakan. Untuk hasil optimal, ulangi setiap beberapa minggu, terutama saat musim hujan sedang intens.

3. Jika Terlanjur Kena Air, Jangan Digosok

Skenario paling umum: kamu lagi jalan, tiba-tiba hujan turun, dan sepatu suede-mu kena cipratan air. Reaksi spontan banyak orang adalah menggosok bagian yang basah dengan tisu atau kain. Stop. Ini justru bisa memperparah noda dan merusak tekstur.

Jika suede terkena air, biarkan mengering secara alami terlebih dahulu. Jangan gunakan hair dryer atau jemur langsung di bawah sinar matahari karena panas berlebih bisa membuat bahan mengeras dan retak.

Isi bagian dalam sepatu atau tas dengan kertas koran agar bentuknya tetap terjaga dan membantu menyerap kelembapan dari dalam. Letakkan di ruangan dengan sirkulasi udara baik sampai benar-benar kering.

4. Sikat dengan Sikat Khusus Suede

Setelah benar-benar kering, kamu mungkin akan melihat tekstur suede terasa sedikit kaku atau tampak tidak rata. Di sinilah sikat khusus suede berperan penting. Sikat ini biasanya memiliki bulu halus atau karet khusus yang dirancang untuk mengangkat kembali nap suede tanpa merusaknya.

Sikat perlahan satu arah untuk mengembalikan tekstur lembutnya. Hindari menyikat terlalu keras karena bisa membuat permukaan menjadi botak atau rusak permanen.

5. Membersihkan Noda Lumpur dengan Teknik Tepat

Musim hujan identik dengan lumpur. Jika suede terkena lumpur, jangan langsung dibersihkan saat masih basah. Biarkan lumpur mengering sepenuhnya terlebih dahulu. Setelah kering, gunakan sikat suede untuk mengangkat kotoran secara perlahan.

Baca juga:   Ikuti Langkah Berikut Agar Kaki Tidak Bau dan Kotor

Jika masih ada bekas noda, kamu bisa menggunakan penghapus khusus suede atau suede eraser. Gosok lembut pada area bernoda hingga warna kembali merata. Hindari penggunaan air berlebih karena bisa memperluas area noda.

6. Hindari Sabun dan Deterjen Biasa

Kesalahan fatal lainnya adalah membersihkan suede dengan sabun atau deterjen biasa. Bahan kimia keras bisa merusak serat dan mengubah warna suede secara permanen.

Jika perlu pembersihan lebih dalam, gunakan cairan pembersih khusus suede yang tersedia di toko perawatan sepatu atau leather care. Produk ini dirancang untuk membersihkan tanpa merusak tekstur alami.

7. Simpan dengan Cara yang Tepat

Perawatan suede tidak berhenti setelah dipakai. Cara menyimpan juga sangat menentukan keawetannya. Pastikan suede disimpan di tempat kering dan tidak lembap. Gunakan silica gel atau dehumidifier kecil di lemari untuk mengurangi kelembapan.

Hindari menyimpan suede dalam plastik tertutup karena bisa memerangkap kelembapan dan memicu jamur. Lebih baik simpan dalam dust bag berbahan kain yang memungkinkan sirkulasi udara.

8. Rotasi Pemakaian Saat Musim Hujan

Salah satu cara paling bijak merawat suede saat musim hujan adalah tidak memakainya setiap hari. Rotasi pemakaian memberi waktu bagi bahan untuk benar-benar kering dan “bernapas” sebelum dipakai kembali.

Jika kamu tahu cuaca sedang ekstrem atau harus melewati area dengan genangan dalam, mungkin lebih aman memilih sepatu berbahan lain. Suede tetap bisa dipakai saat gerimis ringan atau acara indoor, asalkan sudah dilindungi dengan waterproof spray.

9. Segera Tangani Jika Muncul Jamur

Kelembapan tinggi saat musim hujan bisa memicu jamur pada suede. Jika kamu melihat bercak putih atau bau tidak sedap, segera tangani sebelum menyebar.

Gunakan sikat suede untuk membersihkan permukaan, lalu lap dengan kain sedikit lembap yang sudah diberi cairan khusus antijamur untuk kulit. Setelah itu, keringkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik.

Jangan menunda penanganan karena jamur bisa merusak warna dan tekstur secara permanen.

Baca juga:   Mengenal Kasmir, Bahan Pakaian Luxury dalam Industri Fashion

10. Perhatikan Warna Suede

Suede berwarna terang seperti beige atau abu-abu muda lebih rentan terlihat kotor saat musim hujan. Jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan, mungkin pertimbangkan warna yang lebih gelap seperti cokelat tua atau navy selama musim hujan.

Warna gelap cenderung lebih forgiving terhadap noda kecil dan cipratan air. Meski begitu, tetap perlakukan semua warna dengan standar perawatan yang sama.

11. Investasi pada Alat Perawatan

Merawat suede memang butuh sedikit usaha ekstra, tapi alatnya tidak banyak. Setidaknya kamu perlu memiliki sikat suede, suede eraser, dan waterproof spray. Tiga item ini sudah cukup untuk perawatan dasar di rumah.

Anggap ini sebagai investasi untuk menjaga koleksi tetap awet. Dibandingkan harus membeli baru karena rusak, tentu lebih hemat merawat dengan benar.

12. Suede Tetap Bisa Stylish di Musim Hujan

Banyak orang menganggap suede hanya cocok untuk musim kemarau. Padahal, dengan perlindungan dan perawatan yang tepat, kamu tetap bisa tampil stylish di tengah cuaca mendung.

Kuncinya adalah preventif dan responsif. Lindungi sebelum dipakai, dan tangani dengan benar jika terkena air. Jangan panik, jangan menggosok sembarangan, dan jangan menggunakan produk yang tidak sesuai.

Karena pada akhirnya, suede adalah bahan yang indah sekaligus sensitif. Ia memang butuh perhatian lebih, tapi hasilnya sepadan. Tekstur lembut dan tampilannya yang elegan sulit digantikan bahan lain.

Musim hujan bukan alasan untuk menyimpan semua koleksi suede di dalam kotak. Dengan pengetahuan yang tepat dan sedikit usaha ekstra, kamu tetap bisa menikmati pesona suede tanpa drama. Jadi lain kali gerimis turun, kamu tidak perlu langsung cemas. Kamu sudah tahu cara merawatnya.

With Laruna, you can stay ahead of the curve by embracing the latest fashion trends that define the season. Elevate your wardrobe with our curated style updates and ensure you're always dressed for the moment.

Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram