Monday, 01 January 2022

13 Cara Merawat Pakaian Bahan Scuba

Dengan cara yang tepat, scuba di lemarimu akan tetap lentur, rapi, dan siap menemani berbagai momen tanpa kehilangan bentuk dan pesonanya
February 19, 2026  | Melisa Nirmaladewi
cara merawat bahan scuba
 

Bahan scuba beberapa tahun terakhir jadi favorit di dunia fashion, terutama untuk dress, rok, hingga atasan dengan siluet tegas. Teksturnya tebal tapi tetap lentur, jatuhnya rapi, dan punya struktur yang bikin outfit terlihat lebih polished. Banyak brand lokal maupun high-street memanfaatkan scuba karena bisa menciptakan tampilan clean, modern, dan sedikit futuristik tanpa perlu banyak detail tambahan.

Tapi di balik tampilannya yang sleek dan “terlihat mahal”, bahan scuba juga butuh perawatan yang tepat. Salah perlakuan sedikit saja, scuba bisa melar, kehilangan bentuk, bahkan muncul tekstur bergelombang yang mengganggu. Supaya koleksi scuba di lemari kamu tetap awet dan terlihat seperti baru, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

1. Kenali Dulu Karakter Bahan Scuba

Sebelum membahas cara merawatnya, penting untuk memahami apa itu bahan scuba. Scuba umumnya terbuat dari campuran polyester dan spandex, dengan tekstur yang sedikit mirip neoprene tapi lebih ringan dan fleksibel. Permukaannya halus, sedikit tebal, dan punya kemampuan stretch yang cukup tinggi.

Karena sifatnya yang elastis dan padat, scuba tidak mudah kusut dan cenderung mempertahankan bentuk. Inilah alasan kenapa banyak dress formal atau outfit dengan cutting tegas menggunakan bahan ini. Namun, justru karena elastisitasnya, bahan ini rentan berubah bentuk jika tidak dirawat dengan benar.

2. Cuci dengan Air Dingin, Hindari Air Panas

Salah satu kesalahan paling umum dalam merawat scuba adalah mencucinya dengan air panas. Air panas bisa merusak serat elastis di dalamnya, membuat bahan kehilangan kelenturan dan struktur aslinya.

Baca juga:   Mengenal Bahan Baju Fleece: Hangat, Sering Dijadikan Sweater

Selalu gunakan air dingin atau suhu normal saat mencuci. Air dingin membantu menjaga elastisitas dan mencegah serat menjadi rapuh. Jika menggunakan mesin cuci, pilih mode gentle atau delicate agar putaran tidak terlalu kuat.

3. Hindari Peras Terlalu Kuat

Karena scuba memiliki kandungan spandex, memeras terlalu kuat bisa membuatnya melar atau berubah bentuk. Jika mencuci dengan tangan, cukup tekan perlahan untuk mengeluarkan air tanpa dipelintir. Jika menggunakan mesin cuci, hindari mode spin yang terlalu tinggi.

Memang terasa lebih praktis jika pakaian diperas sampai benar-benar kering, tapi untuk bahan scuba, cara ini justru memperpendek usia pakai.

4. Gunakan Deterjen yang Lembut

Pilih deterjen yang ringan dan tidak mengandung pemutih keras. Bahan kimia yang terlalu kuat bisa merusak warna dan struktur serat scuba. Apalagi jika pakaianmu berwarna gelap atau bold, deterjen keras bisa membuat warnanya cepat pudar.

Jika memungkinkan, gunakan deterjen cair karena lebih mudah larut dan tidak meninggalkan residu yang bisa menempel pada permukaan bahan.

5. Jangan Gunakan Pemutih

Pemutih adalah musuh besar untuk bahan scuba. Selain bisa merusak warna, pemutih juga berpotensi merusak serat elastis di dalamnya. Jika ada noda membandel, lebih baik gunakan stain remover yang lembut dan khusus untuk bahan sintetis.

Uji dulu pada bagian kecil yang tidak terlihat sebelum mengaplikasikan pada area yang lebih luas. Ini penting untuk memastikan tidak ada reaksi negatif pada bahan.

6. Keringkan dengan Cara Diangin-anginkan

Scuba tidak cocok dijemur langsung di bawah sinar matahari terik. Paparan panas berlebih bisa membuat bahan mengeras atau kehilangan elastisitasnya. Selain itu, warna pakaian juga bisa cepat memudar.

Baca juga:   Rekomendasi Padu-padan Baju yang Cocok untuk Celana Cargo

Cara terbaik adalah mengeringkannya dengan diangin-anginkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik. Hindari menggantung pakaian dalam kondisi terlalu basah karena berat air bisa membuat bagian tertentu melar, terutama pada dress panjang atau atasan dengan potongan fitted.

Jika memungkinkan, keringkan dengan cara dibaringkan di atas permukaan datar yang bersih agar bentuknya tetap terjaga.

7. Hindari Penggunaan Mesin Pengering

Mesin pengering dengan suhu tinggi bisa merusak struktur scuba. Panas berlebih membuat serat elastis melemah dan berisiko membuat bahan menjadi kendur. Jika memang harus menggunakan mesin pengering, pilih suhu rendah dan durasi singkat. Namun, metode terbaik tetap pengeringan alami.

8. Setrika dengan Suhu Rendah atau Gunakan Uap

Salah satu kelebihan scuba adalah tidak mudah kusut. Tapi jika muncul lipatan, jangan langsung menyetrika dengan suhu tinggi. Gunakan suhu rendah atau lapisi pakaian dengan kain tipis sebelum disetrika.

Lebih aman lagi jika menggunakan setrika uap. Uap panas membantu menghaluskan lipatan tanpa kontak langsung yang terlalu panas. Hindari menempelkan setrika terlalu lama di satu titik karena bisa meninggalkan bekas mengilap.

9. Simpan dengan Cara yang Benar

Cara menyimpan pakaian scuba juga memengaruhi keawetannya. Untuk dress atau atasan yang cukup berat, sebaiknya simpan dengan cara dilipat rapi daripada digantung terlalu lama. Menggantung dalam waktu lama bisa membuat bagian bahu atau area tertentu melar.

Jika ingin menggantung, gunakan hanger yang lebar dan kokoh agar berat pakaian terdistribusi dengan baik. Hindari hanger tipis yang bisa meninggalkan bekas pada bahu.

10. Jauhkan dari Permukaan Kasar

Permukaan scuba yang halus bisa rusak jika sering bergesekan dengan benda kasar. Hindari menyimpan bersama pakaian dengan resleting tajam atau aksesori logam yang bisa menggores permukaannya.

Saat mengenakan tas selempang atau belt, pastikan tidak terlalu sering bergesekan pada satu titik karena bisa membuat tekstur terlihat aus.

Baca juga:   7 Cara Menghilangkan Noda Membandel di Pakaian

11. Cuci Terpisah dari Bahan Berat

Ketika mencuci di mesin, jangan campur scuba dengan jeans atau handuk tebal. Gesekan dengan bahan berat bisa merusak permukaan dan membuat seratnya cepat melemah.

Lebih aman mencuci scuba bersama pakaian berbahan ringan dengan tekstur serupa agar tidak terjadi gesekan berlebihan.

12. Perhatikan Frekuensi Pencucian

Scuba tidak perlu dicuci terlalu sering jika tidak benar-benar kotor. Karena bahannya cukup tebal dan tidak mudah menyerap keringat seperti katun, kamu bisa cukup mengangin-anginkan setelah dipakai ringan.

Mencuci terlalu sering justru mempercepat penurunan kualitas bahan. Gunakan prinsip “wash when necessary” untuk menjaga elastisitasnya tetap optimal.

13. Tangani Noda dengan Cepat

Jika terkena noda, segera bersihkan sebelum mengering. Gunakan kain lembut dan sedikit air sabun ringan untuk menepuk area yang terkena noda. Hindari menggosok terlalu keras karena bisa merusak tekstur.

Semakin cepat noda ditangani, semakin kecil risiko meninggalkan bekas permanen.

Banyak orang mengira bahan seperti scuba itu ribet dirawat. Padahal, selama kamu memahami karakter dasarnya, elastis, sensitif terhadap panas, dan butuh perlakuan lembut, perawatannya cukup sederhana.

Keunggulan scuba yang tidak mudah kusut dan tetap mempertahankan bentuk justru membuatnya relatif praktis untuk aktivitas sehari-hari. Dengan sedikit perhatian ekstra saat mencuci dan menyimpan, pakaian scuba bisa bertahan lama dan tetap terlihat structured seperti pertama kali dibeli.

Pada akhirnya, merawat pakaian bukan hanya soal menjaga penampilan, tapi juga soal menghargai investasi fashion yang sudah kamu pilih. Bahan scuba memang punya karakter kuat dan modern, jadi pastikan perawatannya juga selevel. Dengan cara yang tepat, scuba di lemarimu akan tetap lentur, rapi, dan siap menemani berbagai momen tanpa kehilangan bentuk dan pesonanya.

Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!

Reference: 
https://fabriclore.com/blogs/fabric-wiki/information-about-scuba-fabric?srsltid=AfmBOorPP0uU0m5F2grW3GB3uN8CMXrzisSLXedjyWSI46MEHA1GA47e
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram