Monday, 01 January 2022

Bangkitnya Contemporary Luxury Brands

Bukan fenomena baru lagi apabila orang-orang menggunakan luxury brand sebagai wadah untuk menunjukkan identitas kelasnya.
March 14, 2023  | Melisa Nirmaladewi
contemporary luxury brands
 

Deretan luxury brand seperti Louis Vuitton, Bottega Veneta, dan Armani adalah segelintir contoh brand high-end fashion yang menawarkan kemewahan dengan balutan harga selangit. Seiring dengan berjalannya waktu, luxury brand mulai tergeser keberadaannya dengan kehadiran dari contemporary luxury brands.

Merk label kontemporer sendiri menawarkan produk high-end yang memiliki harga relatif lebih murah dari luxury brand. Berubahnya perspektif para penikmat fashion pada luxury brand karena perubahan kualitas dan stereotip, membuat publik banyak yang tertarik untuk beralih ke label kontemporer seperti Coach, Marc Jacobs, dan Tory Burch. 

Kualitas dan Etika jadi Pertimbangan

Contemporary luxury brands dikenal memiliki label harga yang lebih rendah daripada merek-merek mewah, tetapi popularitas mereka tampaknya dibayangi oleh nama-nama desainer. Stereotip bran yang memiliki unsur nama desainer didalamnya dinilai memiliki nilai jual tinggi dan melayani mereka yang berpenghasilan tinggi dengan kualitas elit.

Hal inilah yang lantas membuat luxury brand seperti Louis Vuitton, Yves Saint Laurent, dan Dior jauh lebih menarik perhatian para penikmat fashion. Merek kontemporer seperti Coach, Michael Kors, dan Marc Jacobs memang terkenal di industri fashion, namun stigma orang-orang terlanjur menangkap merek ini ditujukan untuk kelas menengah yang kurang memberikan kesan luxury. Tapi, kesadaran publik pun mulai menaruh banyak perhatian pada kualitas fashion item yang mereka beli. Mereka mulai melihat brand designer di industri fashion ditentukan oleh kualitas brand secara keseluruhan, mulai dari landasan etika hingga kualitas produknya.

Menurunnya kualitas produk dari luxury brand sendiri terlihat ketika publik mulai menyampaikan kegelisahannya di sosial media

Reputasi luxury brand mulai buruk ketika bermunculan ketika ditemukannya banyak kekurangan di produk fashion item yang mereka beli. Contohnya seperti brand Louis Vuitton dan Chanel yang mendapatkan respon negatif di sosial media karena dianggap menjual produknya terlalu mahal dari nilai aslinya. Seorang TikToker bernama Tanner Leatherstain membuat video saat dirinya membongkar produk leather milik luxury brand seperti Louis Vuitton dan Chanel. Misalnya, dompet kulit pink milik Chanel, menurut Tanner, produk tersebut memang didesain dan dibuat dengan sangat baik. Secara keseluruhan produk tersebut worth senilai $60, bukan $1200 seperti yang dijual di store.

contemporary luxury brands
Sumber: tiktok.com/@tanner.leatherstein/

Selain dari segi kualitas, etika bisnis yang dijalankan oleh luxury brand juga menjadi pertimbangan besar bagi konsumen. Menurut BBC News, skandal Dolce and Gabbana pada 2018 menuduh rumah mode Italia itu melakukan rasisme melalui kampanye iklan yang tidak menghormati budaya Tiongkok. Akibatnya, konsumen dan influencer, mulai mempromosikan merek desainer kontemporer karena kualitasnya yang unggul dan dinilai lebih etis. Tory Burch adalah salah satu contoh brand desainer milik wanita yang tetap relevan di media dan industri mode. Dengan harga jual yang lebih rendah, lebih banyak konsumen yang mampu membeli kualitas yang sama dan bahkan lebih baik dari luxury brand.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Baca juga:   Perjalanan Vanessa Paradis Sebagai Muse Chanel

Reference: 
https://www.vogue.com/article/modern-contemporary-brands-to-know (Diakses pada: 28 Februari 2023)

https://www.bishleshon.com/english/top-10-fashion-brands-in-the-world-luxury-and-contemporary/ (Diakses pada: 28 Februari 2023)

https://www.glossy.co/fashion/contemporary-fashion-brands-are-invading-the-luxury-dominated-skiwear-market/ (Diakses pada: 28 Februari 2023)
Be a Contributor and 
Write for Us
Tell me more
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram