
New York Fashion Week (NYFW) edisi September 2025 kembali membuktikan dirinya sebagai barometer fashion dunia. Bukan hanya ajang untuk menampilkan koleksi terbaru dari nama-nama besar, NYFW kali ini juga menyoroti sebuah tren yang kaya akan makna.
Pertemuan antara luxury dan heritage, mulai dari crochet handmade yang tiba-tiba jadi simbol elegansi modern, hingga narasi budaya yang diangkat ke panggung megah, serta koleksi musim Spring/Summer 2026 terasa lebih dalam, personal, sekaligus memikat.
Crochet mungkin identik dengan rajutan sederhana, tapi di tangan Rachel Scott lewat label Diotima, ia menjelma menjadi luxury item yang penuh karakter. Koleksinya menampilkan crochet pastel, dress transparan dengan detail rumit, serta layering yang artistik.
Satu hal yang membuatnya istimewa adalah tertanamnya craftsmanship di setiap jahitan. Scott membawa tradisi Karibia ke panggung internasional, membuktikan bahwa warisan budaya bisa tampil elegan tanpa kehilangan otentisitas. Tren crochet di runway kali ini menjadi simbol bahwa kerajinan tangan dapat sejajar dengan busana couture.
Selain crochet, NYFW 2025 juga memberi panggung pada identitas budaya. Salah satunya datang dari Jamie Okuma, desainer Indigenous yang memadukan simbol tradisional dengan potongan kontemporer. Koleksinya menampilkan motif, manik-manik, dan warna khas budaya asalnya, tapi tetap wearable untuk fashionista modern.
Di sisi lain, Alexander Wang menghadirkan koleksi The Matriarch, yang terinspirasi dari figur perempuan Asia yang kuat. Koleksi busana yang didominasi warna hitam dengan potongan kulit tegas dan struktur dramatis, menjadi refleksi warisan matriarki sekaligus sumber kekuatan dalam budaya Asia. Heritage di runway bukan sekadar nostalgia, tetapi juga medium untuk menyuarakan identitas dan keberagaman.
Bicara luxury tentu tak lepas dari Christian Siriano, yang kembali membawa glamor Old Hollywood ke NYFW 2025. Lewat gaun dramatis dengan volume besar, flowing dress berwarna emas, hingga potongan merah anggur tampil megah di atas runway. Koleksi tersebut mengingatkan pada era bintang film klasik, dan menghadirkan romantisme masa lalu dalam bahasa visual yang modern.
Elegansi klasik ini adalah bentuk lain dari heritage, sebuah warisan estetika yang sudah tertanam dalam sejarah mode Amerika. Siriano menunjukkan bahwa kilau Hollywood masih tetap relevan, dan hanya butuh interpretasi baru untuk menyapa fashionista generasi sekarang.
Luxury tidak selalu berarti berlebihan. Bagi Maria McManus, kemewahan justru hadir dalam bentuk keberlanjutan, seperti koleksinya yang lebih menekankan pada material ramah lingkungan, potongan sederhana, dan tailoring bersih.
Dalam perspektif ini, sustainability adalah bentuk heritage baru atau warisan untuk generasi mendatang. Pendekatan McManus menunjukkan bahwa elegansi bisa lahir dari kesadaran, bukan sekadar kilauan, dan nilai inilah yang membuat luxury semakin berlapis makna.
Tren runway selalu berlanjut ke jalanan New York, dan tahun ini street style menjadi bukti nyata bagaimana luxury bertemu dengan heritage. Hal ini terlihat dari fashionista yang seringkali memadukan tas luxury bermerek dengan rajut handmade, scarf bermotif etnik, atau aksesori yang anyaman.
Selain itu, ada juga yang mengenakan blazer satin dengan inner crochet, ada pula yang memadukan slip dress metalik dengan kalung manik-manik tradisional. Kombinasi ini memberi pesan kuat, jika heritage bukan penghalang untuk tampil mewah, karena justru menjadi detail unik yang membuat gaya semakin personal.
NYFW memang selalu glamor, tapi inspirasinya bisa kita terjemahkan dalam gaya kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa ide styling yang mudah diaplikasikan, antara lain :
Dengan cara ini, fashionista dimanapun berada bisa merasakan atmosfer runway dalam kehidupan sehari-hari dan tampil elegan, modern, sekaligus berakar pada warisan.
NYFW 2025 menunjukkan wajah baru luxury yang bukan hanya tentang glamor, tapi juga tentang cerita, warisan, dan makna. Crochet Diotima, budaya Indigenous Jamie Okuma, matriarki Alexander Wang, hingga sustainability Maria McManus membuktikan bahwa kemewahan sejati lahir dari nilai yang lebih dalam.
Bagi fashionista modern, luxury meets heritage bukan sekadar tren sesaat, melainkan refleksi gaya hidup. Ia mengajarkan kita untuk menghargai tradisi, merayakan keberagaman, dan tetap tampil elegan. Dan dari New York ke seluruh dunia, pesan ini bergema, masa depan fashion adalah ketika kemewahan bertemu dengan warisan.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




