
G-DRAGON selalu punya cara sendiri untuk mencuri perhatian, bahkan tanpa perlu berkata apa pun. Setiap kemunculannya hampir selalu memantik diskusi, bukan hanya soal musik, tapi juga fashion dan simbolisme di balik apa yang ia kenakan. Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah kalung permata spektakuler yang langsung mengukir sejarah baru.
Di akhir konser Übermensch World Tour 2025 di Korea Selatan, G-DRAGON muncul mengenakan kalung berlian raksasa yang berkilau dramatis di bawah sorot lampu panggung. Kalung itu adalah Bandana Royale, sebuah karya high-jewelry dengan total 209,71 karat permata.
Kemunculan ulang kalung yang sama di Melon Music Awards 2025 semakin menegaskan bahwa ini bukan sekadar perhiasan panggung. Bandana Royale adalah perhiasan mewah karya kolaborasi kreatif antara G-DRAGON dan rumah perhiasan mewah Jacob & Co.

jacob&co
Bandana Royale bukanlah kalung yang lahir dari pesanan standar selebritas. Perhiasan ini diciptakan melalui hubungan kreatif yang sangat personal antara G-DRAGON dan Jacob & Co. Sejak tahap sketsa awal, sang musisi terlibat langsung dalam menentukan bentuk, ukuran, hingga pesan visual yang ingin disampaikan lewat karya ini.
Inspirasi utama Bandana Royale datang dari satu elemen yang sudah melekat kuat pada citra G-DRAGON selama bertahun-tahun, yaitu bandana. Aksesori sederhana ini kerap muncul dalam berbagai fase kariernya, baik di atas panggung, pemotretan, maupun visual album. Bandana bagi G-DRAGON bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol kebebasan berekspresi dan sikap anti pakem.
Tantangan terbesar bagi Jacob & Co. adalah menerjemahkan fleksibilitas dan kehalusan kain bandana ke dalam medium perhiasan tinggi. Bandana identik dengan gerakan, lipatan, dan kesan cair, sementara perhiasan biasanya kaku dan struktural.
Untuk mencapai efek tersebut, ribuan batu permata dipilih, dipisahkan, dan diurutkan satu per satu dengan sangat teliti. Setiap batu diletakkan secara manual untuk mengikuti lekukan kalung, menciptakan ilusi lipatan bandana yang jatuh alami. Tidak ada susunan yang terasa kaku, semuanya dirancang agar tetap tampak mengalir saat dikenakan.
Total 209,71 karat permata yang menghiasi Bandana Royale bukan sekadar angka fantastis. Jumlah tersebut merepresentasikan skala dan ambisi karya ini sebagai high-jewelry piece yang benar-benar unik. Kilau permata menyelimuti seluruh permukaan kalung melalui teknik pavé sehingga menciptakan kesan kontinuitas tanpa putus.
Struktur utama kalung dibangun dari logam mulia yang dipoles dengan presisi tinggi. Logam ini berfungsi sebagai tulang punggung yang menjaga keseimbangan antara fleksibilitas visual dan kekuatan struktural. Hasil akhirnya adalah perhiasan yang terlihat lembut saat bergerak, namun tetap kokoh sebagai karya seni.

jacob&co
Di bagian pusat komposisi, terdapat bunga daisy berhias permata yang menjadi focal point Bandana Royale. Motif daisy ini bukan elemen sembarangan, melainkan simbol yang konsisten muncul dalam dunia kreatif G-DRAGON. Bunga tersebut sering diasosiasikan dengan dualitas, antara kepolosan dan pemberontakan, dua sisi yang kerap hadir dalam persona sang musisi.
Penempatan bunga daisy di tengah kalung seolah menegaskan identitas G-DRAGON sebagai pusat dari semesta kreatifnya sendiri. Kalung ini tidak hanya mengelilingi leher secara fisik, tapi juga membingkai narasi personal yang telah ia bangun selama lebih dari satu dekade di industri hiburan.

jacob&co
Benjamin Arabov, CEO Jacob & Co., menggambarkan G-DRAGON sebagai sosok yang merepresentasikan ekspresi kreatif tanpa rasa takut. Menurutnya, sang musisi terus berevolusi, menolak untuk terjebak dalam satu bentuk atau identitas. Nilai inilah yang ingin diwujudkan Jacob & Co. melalui Bandana Royale.
Arabov menjelaskan bahwa mengembangkan satu karya tunggal untuk momen penting dalam karir G-DRAGON memiliki makna emosional tersendiri bagi rumah perhiasan tersebut. Bandana Royale tidak dibuat untuk koleksi massal atau etalase butik, melainkan untuk satu individu dan satu narasi spesifik.
Pemilihan panggung Übermensch sebagai debut Bandana Royale juga bukan kebetulan. Konser tersebut menjadi simbol era baru G-DRAGON, baik secara musikal maupun visual. Memperkenalkan kalung ini di hadapan ribuan penggemar sekaligus dunia internasional memperkuat pesan bahwa karya ini adalah bagian dari perjalanan artistiknya.
Kemunculan Bandana Royale di Melon Music Awards 2025 kemudian memperluas konteksnya. Dari panggung konser ke ajang penghargaan bergengsi, kalung ini menunjukkan fleksibilitasnya sebagai simbol seni, bukan sekadar properti panggung.
G-DRAGON sekali lagi membuktikan bahwa ia tidak hanya mengikuti tren, tetapi menciptakan bahasa visualnya sendiri. Saat G-DRAGON memakainya, yang terlihat bukan hanya kilau berlian, tapi perjalanan kreatif yang terus bergerak maju.




