Monday, 01 January 2022

Fashion di Metaverse, Masa Depan Industri Mode?

Digital fashion bisa jadi menjadi tren pemasaran dan perkembangan fashion yang menjamur di masa depan.
January 24, 2023  | Melisa Nirmaladewi
fashion di metaverse
 

Fashion dan teknologi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Teknologi membantu fashion dan desainer untuk mengembangkan desain outfit yang dibutuhkan. Selain itu, hal ini menjadi perantara untuk dapat menghubungkan desainer dengan calon atau klien potensial dari berbagai wilayah. Di tengah maraknya tren metaverse, teknologi seakan kembali berperan memberikan perkembangan pada industri fashion. Narasi mengombinasikan platform digital dengan fashion mungkin bukan hal yang baru. Di sisi lain metaverse memberikan experience yang berbeda untuk membuat akses fashion lebih modern dan futuristik.

Ide tentang fashion yang hanya bisa diakses atau digunakan di platform virtual seperti metaverse. Hal tersebut mungkin belum terlalu umum untuk diterima khalayak. Orang-orang membeli pakaian fisik dengan ekspektasi untuk menunjukkan status sosial maupun pengakuan yang bisa diterima secara langsung.

Digital fashion dinilai belum bisa memberikan ekspektasi

Hal ini dikarenakan masih menyasar market yang lebih kecil. Namun, di tengah perkembangan digital dan posisi metaverse yang cukup menjanjikan, digital fashion mulai mendapat banyak perhatian untuk dijadikan sebagai alternatif untuk memproduksi dan memasarkan fashion. 

Lavinia Fasano, seorang foresight analyst dari Future Laboratory, mengemukakan jika digital fashion adalah salah satu cara bagi fashion brand untuk melakukan pemasaran. Meskipun secara statistik digital fashion belum memberikan keuntungan yang lebih besar dari penjualan fashion secara fisik, metaverse tampak memberikan pasar yang potensial bagi brand fashion yang mau me-level up strategi marketing mereka. Menurut angka dari bank investasi Morgan Stanley, digital fashion ditaksir bisa bernilai $50 miliar pada tahun 2030.

Baca juga:   Tren 'Dress over Jeans' adalah Bentuk Feminisme?

Salah satu platform digital yang memberikan pengaruh signifikan pada fashion adalah industri game. Menurut Lavinia, pasar industri game jauh lebih menguntungkan dari industri video dan musik apabila digabungkan. Dengan penjualan equipment dan skin game character, fashion bisa mengambil peluang untuk campur tangan di bidang ini. Beberapa brand yang pernah mengeluarkan koleksi kolaborasi dengan game ada Balenciaga yang menjual high-fashion skin untuk karakter di Fortnite. Selain itu, juga ada Ralph Lauren yang berkolaborasi dengan game Zepeto untuk meluncurkan koleksi pakaian virtual terbaru mereka.

Potensi Metaverse untuk fashion brand

Salah satu daya tarik yang dimiliki digital fashion adalah efisiensi produksi yang memberikan opsi bagi desainer untuk melakukan perancangan desain. Berdasarkan beberapa studi, limbah fashion adalah salah satu penyumbang terbesar emisi karbon yang memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Melansir dari DressX, digital fashion dilihat bisa lebih ramah lingkungan karena 97 persen lebih hemat emisi karbon dan mengurangi penggunaan sumber daya air hingga 3.300 liter lebih sedikit dari produksi fashion yang dilakukan secara fisik.

fashion di metaverse
Sumber: Yeeun Kim/Hypebae

Digital fashion juga memiliki kelebihan yang sangat membantu desainer dalam hal menyiapkan rancangan, modelling, hingga perencanaan marketing sebelum merealisasikannya dalam produksi fashion secara langsung. Potensi dari digital fashion juga memberikan inovasi yang tidak terbatas bagi desainer untuk berkreasi. Seperti yang dinyatakan oleh Lokesh Rao, CEO Trace Networks Lab, perkembangan teknologi fashion design bisa membantu para desainer untuk berkreasi tanpa batas untuk kemudian mengembangan niche market sendiri khusus untuk para penikmat digital fashion.

Metaverse memberikan kesempatan pengalaman virtual bagi user-nya

Users dapat mencoba berbagai pilihan fashion yang tersedia sebelum memutuskan untuk membeli. Skema yang mirip dengan proses penjualan produk fashion fisik ini turut memberikan peluang bagi digital fashion. Peluang ini menciptakan tren-tren baru yang lebih futuristik dan berbeda dengan fashion fisik.

Baca juga:   Rangkuman Momen Milan Design Week 2023

Hadirnya Metaverse Fashion Week juga memberikan peluang baru bagi pegiat fashion untuk unjuk gigi hasil karya mereka di dunia virtual. Metaverse Fashion Week terjadi secara virtual yang diadakan di dalam platform berbasis browser yang disebut Decentraland. Pengguna yang memiliki akun metaverse bisa bergabung tanpa syarat, mengirimkan avatar mereka untuk berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, dan menonton pertunjukan dari berbagai high-fashion brand yang terlibat seperti DKNY, Dolce & Gabbana, Etro, Tommy Hilfiger, hingga Roberto Cavalli.

Meski terdapat pertentangan yang melihat digital fashion belum bisa menjamah banyak kalangan seperti fashion fisik, dibantu dengan pengaruh dari NFT, game, dan menjamurnya digital platform di kalangan anak muda membuat digital fashion memiliki posisi yang menjanjikan. Kalau kamu sendiri tim pro atau kontra untuk fenomena digital fashion ini?


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
https://www.esquire.com/style/mens-fashion/a40803280/metaverse-fashion/ (Diakses pada: 13 Desember 2022)

https://www.wired.com/story/extreme-fashion-metaverse/ (Diakses pada: 13 Desember 2022)

https://cointelegraph.com/news/how-the-metaverse-can-revolutionize-the-fashion-industry (Diakses pada: 13 Desember 2022)
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram