
Menyetrika sudah lama dianggap sebagai bagian wajib dari rutinitas merawat pakaian. Bagi banyak orang, pakaian yang rapi identik dengan pakaian yang disetrika. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, tidak semua jenis bahan pakaian aman terkena panas setrika. Bahkan, pada beberapa material tertentu, menyetrika justru bisa merusak pakaian secara permanen.
Pakaian bisa berubah bentuk, seratnya meleleh, teksturnya rusak, atau permukaannya menjadi mengilap dan kaku. Kerusakan ini sering kali tidak bisa diperbaiki, meskipun hanya terjadi akibat satu kali kesalahan suhu. Karena itu, memahami jenis bahan pakaian yang sebaiknya tidak disetrika bukan hanya soal kepraktisan, tetapi juga soal memperpanjang umur pakaian dan menjaga kualitasnya.
Setiap bahan tekstil memiliki karakter serat yang berbeda. Ada yang tahan panas, ada pula yang sangat sensitif terhadap suhu tinggi. Pada bahan tertentu, panas dari setrika dapat merusak ikatan serat, menyebabkan penyusutan, melelehkan permukaan kain, atau menghancurkan tekstur khasnya.
Bahan sintetis, misalnya, sering kali dibuat dari plastik turunan minyak bumi. Ketika terkena panas tinggi, seratnya bisa meleleh atau mengeras. Sementara itu, bahan alami tertentu seperti wol dan kasmir memiliki struktur serat yang bisa berubah jika terkena panas langsung, sehingga kehilangan bentuk dan kelembutannya.
Selain itu, bahan dengan tekstur khusus, seperti beludru atau renda, sangat rentan rusak karena tekanan setrika, bukan hanya panasnya. Inilah alasan mengapa menyetrika tidak selalu menjadi solusi terbaik untuk menghilangkan kusut.
Cashmere dikenal sebagai salah satu bahan paling mewah dan lembut dalam dunia fashion. Terbuat dari bulu kambing kasmir, bahan ini memiliki serat yang sangat halus dan ringan. Justru karena kelembutannya inilah cashmere menjadi sangat sensitif terhadap panas.
Menyetrika cashmere dapat membuat seratnya menjadi pipih dan kehilangan tampilan fluffy yang menjadi ciri khasnya. Sekali seratnya rusak, pakaian cashmere tidak akan kembali ke bentuk semula. Selain itu, panas setrika juga bisa membuat bahan ini mengilap atau kaku.
Cara terbaik merawat pakaian cashmere adalah dengan menggantungnya setelah dicuci atau menggunakan uap ringan dari garment steamer. Uap membantu merilekskan serat tanpa menekannya secara langsung.
Wol sering dianggap kuat, padahal sebenarnya cukup sensitif terhadap panas langsung. Jika disetrika dengan suhu tinggi, wol bisa mengalami proses felting, yaitu serat-seratnya saling mengunci dan menyebabkan kain menyusut serta mengeras.
Setrika juga bisa merusak struktur alami wol yang elastis, membuat pakaian kehilangan bentuk aslinya. Itulah sebabnya jas atau mantel wol jarang disetrika secara langsung.
Untuk menghilangkan kusut pada wol, uap adalah pilihan paling aman. Uap membantu mengendurkan serat tanpa risiko penyusutan. Bahkan, sering kali cukup dengan menggantung pakaian wol di ruang lembap, kerutannya akan menghilang dengan sendirinya.
Velvet memiliki tekstur berbulu yang khas dan mewah. Tekstur inilah yang membuatnya sangat rentan terhadap setrika. Tekanan dari alas setrika dapat menghancurkan bulu-bulu halus pada permukaan kain, meninggalkan bekas datar yang permanen.
Sekali tekstur velvet rusak, hampir mustahil untuk mengembalikannya seperti semula. Baik velvet berbahan katun maupun sintetis sama-sama tidak cocok untuk disetrika langsung.
Alternatif terbaik untuk velvet adalah menggunakan garment steamer dari jarak aman atau menggantung pakaian di kamar mandi saat mandi air panas. Uap akan membantu mengendurkan serat tanpa merusak permukaannya.
Sutra adalah bahan alami yang terkenal akan keindahan, kilau, dan kelembutannya. Namun, di balik keanggunannya, sutra termasuk salah satu bahan paling rapuh. Panas setrika dapat menyebabkan sutra menguning, terbakar, atau meninggalkan noda air yang sulit dihilangkan.
Jika memang harus disetrika, sutra harus disetrika dalam kondisi terbalik, menggunakan suhu sangat rendah, dan dilapisi kain pelindung. Namun, tetap saja metode ini berisiko.
Menggunakan uap jauh lebih aman untuk sutra. Uap membantu meluruskan lipatan tanpa membuat seratnya stres akibat panas langsung.
Kulit asli maupun kulit sintetis adalah dua bahan yang sama-sama tidak boleh disetrika. Panas dari setrika bisa membuat kulit mengering, retak, atau berubah bentuk. Pada kulit sintetis, risiko yang lebih besar adalah meleleh atau menempel pada alas setrika.
Jika pakaian berbahan kulit terlihat kusut, solusi terbaik adalah menggantungnya dan membiarkan gravitasi bekerja secara alami. Dalam beberapa kasus, kelembapan udara ringan dapat membantu melunakkan lipatan.
Penting juga diingat bahwa uap tidak selalu aman untuk kulit dan suede, karena kelembapan berlebih dapat meninggalkan noda atau merusak teksturnya.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




