
Kolaborasi fashion besar selalu punya cara sendiri untuk mencuri perhatian, tapi Nike x SKIMS melakukannya dengan pendekatan yang terasa segar. Ketika Lisa BLACKPINK diumumkan sebagai wajah kampanye Spring 2026, sorotan langsung mengarah pada pertemuan antara dunia dance, streetwear, dan estetika feminin modern.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan fashion global, pilihan Lisa bukan keputusan sembarangan. Ia bukan hanya idola K-pop, tapi juga dancer dengan kontrol tubuh yang presisi, sesuatu yang sangat relevan dengan DNA Nike dan filosofi SKIMS.
Lewat kampanye ini, Nike dan SKIMS tidak sekadar merilis koleksi baru. Mereka sedang membangun narasi tentang bagaimana pakaian dan sepatu bisa mendukung pergerakan, identitas, dan gaya hidup perempuan masa kini.

Lalisa Manobal digandeng sebagai wajah baru Nike x SKIMS dalam kampanye Spring 2026 dengan nuansa balletcore yang kuat. Estetika ini bukan balerina klasik yang rapuh, melainkan interpretasi modern tentang kekuatan, kelenturan, dan kontrol tubuh.
Dalam video singkat yang diambil di Paris oleh sutradara Sergio Reis, Lisa tampil bersama para penari dan balerina profesional. Gerakannya terlihat ringan tapi bertenaga, menegaskan bahwa koleksi ini memang dirancang untuk bergerak, bukan sekadar difoto.
Outfit serba pink yang dikenakan Lisa terdiri dari cropped wrap top, skirt berlapis yang dikenakan di atas legging, dan sepatu NikeSKIMS Rift dengan desain tabi. Siluetnya lembut, tapi tetap sporty, sebuah kombinasi yang kini semakin populer di kalangan perempuan urban.
Nike menyebut sistem dress terbarunya ini dirancang untuk performa sekaligus gaya sehari-hari. Kamu bisa memakainya untuk latihan, traveling, atau sekadar menjalani aktivitas harian tanpa harus berganti busana.
Lisa sendiri menegaskan hal itu lewat pernyataannya. “When I’m performing, it’s all about looking great while still being able to move and dance,” ujarnya. Ia menyebut koleksi NikeSKIMS terasa ringan, nyaman, dan menyatu dengan rutinitasnya sebagai performer.

Melalui kampanye bersama Lisa, Nike x SKIMS memperkenalkan sistem dress head-to-toe pertama mereka. Konsep ini terinspirasi dari ballerina modern yang membutuhkan fleksibilitas tinggi tanpa mengorbankan estetika.
Nike Air Rift pertama kali dirilis pada 1996 dan terinspirasi dari Great Rift Valley di Kenya. Wilayah tersebut dikenal sebagai rumah para pelari jarak jauh yang sering berlari tanpa alas kaki, sehingga konsep sepatu ini dibuat mengikuti anatomi alami kaki.
Desain split toe atau tabi toe menjadi ciri paling khas Air Rift. Pada masanya, desain ini dianggap revolusioner karena menawarkan keseimbangan, kebebasan gerak, dan koneksi langsung antara kaki dan permukaan tanah.
Seiring waktu, fungsi performa Air Rift bergeser ke ranah lifestyle. Sejak dirilis ulang pada 2015, sepatu ini kembali populer sebagai statement fashion yang unik dan berani.
Versi Nike x SKIMS membawa DNA tersebut ke arah yang lebih feminin. Siluetnya dibuat lebih ramping, dengan satu strap di bagian tengah kaki, midsole tipis berkonsep barefoot running, serta outsole bertekstur dengan logo khusus kolaborasi.
Pendekatan estetika SKIMS terasa kuat di sini. Warna Silt Red dan Black dipilih untuk NikeSKIMS Rift Satin, dengan material satin yang memberi kesan elegan dan lembut, jauh dari kesan sporty agresif.
Koleksi NikeSKIMS Spring ’26 hadir dalam lima kategori material, yaitu Matte, Stretch Knit, Ribbed Seamless, Weightless Layers, dan Woven Nylon. Masing-masing dirancang untuk kebutuhan gerak yang berbeda, namun tetap mempertahankan tampilan sleek dan feminin.
Bahan-bahannya ringan, cepat kering, dan mengikuti kontur tubuh tanpa terasa mengekang. Pendekatan ini terasa khas SKIMS yang sejak awal dikenal piawai membaca kebutuhan tubuh perempuan, lalu dikawinkan dengan teknologi performa Nike.
Kim Kardashian menyebut inspirasi desain sepatu ini datang dari ballet flat. Baginya, ballet flat merepresentasikan kekuatan dan keindahan sekaligus—dua hal yang juga ingin diwujudkan dalam NikeSKIMS Rift.
Ia melihat Nike Rift sebagai ikon era 1990-an yang punya kedekatan emosional dengan banyak perempuan. Lewat kolaborasi ini, sepatu tersebut diberi napas baru agar terasa lebih modern, ringan, dan flattering.
Lewat koleksi Spring 2026 ini, Nike dan SKIMS menunjukkan bahwa fashion perempuan tidak harus terjebak pada satu fungsi. Ia bisa fleksibel, personal, dan tetap powerful.
Dan dengan Lisa BLACKPINK sebagai wajahnya, pesan itu terasa semakin kuat bergerak bebas, tampil percaya diri, dan tetap setia pada gaya kamu sendiri. Bagaimana menurutmu mengenai penampilan Lisa sebagai wajah NikeSKIMS?
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




