Monday, 01 January 2022

Memahami Proses Penerapan Praktik Circular Fashion

Saat ini sudah banyak konsumen yang lebih memperhatikan dampak aktivitasnya terhadap lingkungan.
penerapan circular fashion
 

Memahami Proses Penerapan Praktik Circular Fashion - Seperti ketika melakukan pembelian pakaian, mereka akan fokus pada kualitas dan fungsinya daripada mengikuti trend musiman yang sedang berkembang. 

Oleh karena itu, sebagai respon terhadap kesadaran masyarakat akan pentingnya tanggung jawab yang berkaitan dengan lingkungan dalam dunia mode, maka para pelaku industri fashion siap menerapkan praktik circular fashion untuk mendukung konsep keberlanjutan.

Pengertian Penerapan Circular Fashion

Dalam hal ini, circular fashion merupakan sebuah konsep atau langkah yang mendasari berbagai praktik dan pendekatan dalam industri fashion untuk menciptakan keseimbangan lingkungan, dengan cara mengurangi limbah dan memperpanjang masa pakai produk fashion. 

Adapun tujuan utama dari praktik penerapan circular fashion ini adalah untuk mengubah bentuk bisnis tradisional yang cenderung linier (membuat, memakai, membuang), menjadi bisnis berkelanjutan dengan melibatkan siklus sirkular yang dapat terus berputar dan berulang.

Selain meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan, praktik circular fashion juga mampu memberi nilai tambah pada produk-produk yang melalui bisnis sirkular, mulai dari kegiatan penjualan, perbaikan, pengembalian, pembaruan atau daur ulang, hingga akhirnya dijual kembali.

Penerapan praktik circular fashion dalam industri

Beberapa proses atau langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menerapkan praktik circular fashion di lingkungan industri, antara lain :

  1. Desain berkelanjutan

Praktik circular fashion diawali dengan membuat desain produk fashion yang berkelanjutan, dengan melibatkan pemilihan bahan ramah lingkungan, pemikiran tentang cara perawatan produk yang tepat, melakukan perbaikan dan perubahan, serta mempertimbangan masa pakai produk yang lebih lama.

  1. Penggunaan bahan berkelanjutan

Dalam praktik circular fashion, pemilihan bahan baku yang lebih berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting dan perlu perhatian khusus seperti penggunaan bahan organik, daur ulang, dan bahan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan.

  1. Produksi ramah lingkungan
Baca juga:   Jangan Dibuang! Ini 5 Tips Upcycling Baju Lama Jadi Barang Baru Tanpa Jahit

Proses produksi dalam praktik circular fashion juga harus dioptimalkan untuk mengurangi emisi karbon, penggunaan air, dan dampak lingkungan lainnya. Sehingga sangat penting untuk menggunakan bahan berkelanjutan dan metode produksi yang lebih efisien, dalam upaya meminimalisir dampak limbah industri terhadap lingkungan.

  1. Pemakaian berkelanjutan

Agar praktik circular fashion bisa terus berkembang, perlu adanya kerjasama dari konsumen untuk turut merawat pakaian mereka dengan bijak agar dapat digunakan dalam waktu selama mungkin. Merawat pakaian dengan bijak disini termasuk perawatan yang baik, pemakaian berulang, dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

  1. Bentuk bisnis circular

Praktik circular fashion akan terus berkembang dan meluas, seiring dengan bertambahnya konsumen yang semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan munculnya berbagai bentuk bisnis circular yang mencakup penyewaan pakaian, penjualan kembali, pertukaran pakaian, dan penyediaan layanan purna jual yang memungkinkan pemakaian ulang produk fashion.

  1. Pemulihan atau daur ulang

Praktik circular fashion juga mengarahkan produk yang sudah tidak digunakan lagi agar melalui proses pemulihan atau daur ulang, seperti pemrosesan kembali serat tekstil menjadi bahan baku untuk pembuatan produk baru.

  1. Pendidikan dan kesadaran konsumen

Praktik circular fashion juga melakukan edukasi kepada konsumen tentang pentingnya fashion berkelanjutan, agar dapat meningkatkan kesadaran mereka untuk bersama-sama ikut serta berkontribusi mengurangi limbah tekstil dengan memilih produk yang ramah lingkungan. 

  1. Kemitraan industri

Melakukan hubungan kerjasama antara brand fashion, produsen, dan organisasi lingkungan merupakan langkah yang bisa diambil untuk mengembangkan dan mendorong praktik-praktik circular fashion dalam industri.

Tantangan dan keuntungan ketika menerapkan praktik circular fashion dalam industri

Menerapkan praktik circular fashion dalam industri adalah langkah yang positif untuk mendukung keberlanjutan. Tentunya dengan sejumlah tantangan yang perlu diatasi dan berbagai keuntungan yang dapat diperoleh, baik dari segi lingkungan, sosial, maupun ekonomi, antara lain :

Tantangan penerapan circular fashion

  • Perubahan budaya industri, yang sebelumnya dalam bentuk bisnis linier diubah menjadi praktik industri circular fashion atau bisnis sirkular yang berkelanjutan memerlukan perubahan budaya yang signifikan
  • Biaya awal yang tinggi, produksi yang berkelanjutan biasanya memerlukan bahan baku lebih mahal dan proses yang lebih rumit, sehingga hal ini membuat biaya awal menjadi lebih tinggi
  • Edukasi konsumen, perlunya melakukan sosialisasi yang intens pada konsumen agar dapat memahami nilai dan cara merawat produk berkelanjutan
  • Daur ulang tekstil belum maksimal, meskipun ada upaya untuk mengolah limbah tekstil menjadi serat yang dapat digunakan kembali, tapi dalam prosesnya masih belum efisien secara komersial di banyak tempat
  • Terbatasnya bahan berkelanjutan, seperti bahan organik atau daur ulang masih belum tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan industri
  • Terbatasnya infrastruktur daur ulang, yang tidak selalu tersedia di banyak wilayah karena memerlukan infrastruktur khusus
  • Memastikan kualitas produk konsisten, bisa menjadi sebuah tantangan terutama ketika ada variasi dalam sumber bahan dan proses produksi
  • Pengaruh ekonomi, terkait persaingan harga produk yang lebih murah dari brand yang tidak menerapkan prinsip circular fashion
  • Regulasi tidak pasti, terkait perubahan dan regulasi yang berkelanjutan dapat mempengaruhi bisnis fashion karena harus bersiap mengikuti peraturan yang lebih ketat
  • Komitmen industri yang konsisten, sangat diperlukan dalam jangka panjang dari seluruh pemasok dan pemilik kepentingan industri fashion, sehingga bisa menjadi tantangan jika komitmen tersebut tidak konsisten

Keuntungan penerapan circular fashion

  • Mengurangi limbah tekstil, yang dibuang ke tempat pembuangan dan membantu mengatasi masalah limbah tekstil yang merusak lingkungan
  • Konservasi sumber daya alam, dengan cara memperkenalkan penggunaan sumber daya alam yang lebih bijak melalui proses daur ulang dan pemanfaatan kembali barang yang sudah ada
  • Mengurangi emisi karbon, dengan memperpanjang masa pakai produk maka dapat mengurangi kebutuhan akan produksi barang baru
  • Menciptakan lapangan kerja, di industri daur ulang dan perbaikan pakaian dalam hal pemulihan tekstil, perbaikan, dan pemrosesan barang bekas
  • Efisiensi biaya, dalam jangka panjang melalui pengurangan limbah, penggunaan bahan yang lebih tahan lama, dan pemakaian ulang produk meskipun ada biaya awal yang lebih tinggi
  • Mendorong inovasi teknologi, di industri tekstil untuk produksi ramah lingkungan dan mengembangkan bahan baru dengan metode produksi yang lebih efisien
  • Meningkatkan kualitas produk, karena dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutannya sehingga cenderung lebih berkualitas, tahan lama, dan dapat diandalkan agar mampu meningkatkan kepuasan konsumen
  • Memperpanjang masa pakai produk, karena praktik circular fashion mensosialisasikan cara perawatan pakaian yang lebih baik dan perbaikan pakaian yang rusak
  • Memiliki keunggulan yang dapat bersaing, karena produk dari circular lebih berkelanjutan dan merespon pasar yang semakin banyak mencari produk ramah lingkungan
  • Mengurangi dampak sosial, karena praktik circular fashion memiliki dampak positif bagi pekerja dalam rantai pasokan seperti pabrik tekstil dan penjahit untuk kondisi kerja yang lebih baik dan upah yang lebih adil
Baca juga:   Mengenal Greenwashing, Tipuan Ramah Lingkungan dalam Produk Fashion

Meskipun proses penerapan praktik circular fashion dalam industri menemui banyak sekali tantangan, namun demi menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, upaya ini akan terus dilakukan terlebih lagi jika melihat keuntungan yang akan diperoleh tidak sedikit saat praktik circular fashion dapat  berjalan dengan baik.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
thetextilemap.desain.blog https://thetextilemap.design.blog/2021/01/05/mengenal-pentingnya-prinsip-circular-fashion-dalam-industri-garmen/
Diakses pada tanggal 8 September 2023

rukita.co https://www.rukita.co/stories/cara-melakukan-circular-fashion/
Diakses pada tanggal 8 September 2023

kumparan.com https://m.kumparan.com/kumparanwoman/mengenal-circular-fashion-gerakan-yang-ramah-lingkungan-1zDOTYFM2UL
Diakses pada tanggal 8 September 2023

marketeers.com https://www.marketeers.com/apa-itu-circular-fashion-solusi-untuk-kurangi-limbah-tekstil/
Diakses pada tanggal 8 September 2023
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram