Monday, 01 January 2022

Mengenal Anna Wintour, Sosok Paling Berpengaruh di Industri Fashion

Jika membahas tentang mode dan fashion, rasanya tidak sah apabila tidak melibatkan nama Anna Wintour di dalamnya.
February 23, 2023  | Melisa Nirmaladewi
anna wintour
 

Global Chief Content Officer dan Artistic Director Condé Nast ini, memiliki impact besar dalam industri fashion. Sebagai sosok penting di balik mega fashion media – VOGUE, Wintour dikenal sebagai sosok yang ambisius dengan banyak ide brilian di balik setiap kampanye fashion besar yang tampil di media. Kepiawaian Anna Wintour menjadi sosok yang powerful ini, tentu melewati banyak tahap dan tantangan yang ia hadapi di awal membangun karirnya. 

Perjalanan Karier Anna Wintour

Anna Wintour merupakan putri dari Charles Vere Wintor yang merupakan seorang Chief-in Editor London Evening Standard. Lahir dan besar di Inggris saat masa-masa penuh gejolak perubahan di tahun 60-an, membuat Wintour memiliki perspektif unik tentang fashion yang dianggapnya memiliki kekuatan yang luar biasa. Charles yang melihat potensi dalam diri Wintour di bidang fashion mendorong anaknya untuk mempelajari lebih dalam tentang industri mode dengan mempekerjakannya di brand butik Biba saat usianya masih 15 tahun. 

Wintour saat bekerja di Harpers Bazaar di tahun 1970/sumber: Getty Images

Seiring berjalannya waktu, Wintour mulai memilih fokus untuk masuk ke dalam bidang publikasi fashion. Pada tahun 1970, Wintour menjadi editorial assistant di majalah Harper’s & Queen yang memulai perjalanan profesional awalnya sebagai seorang jurnalis. Lima tahun setelahnya, Wintour resmi menjadi fashion editor di Harper’s Bazaar, namun jabatannya hanya bertahan selama 9 bulan karena dipecat. Selanjutnya di tahun 1981, Wintour dipekerjakan sebagai editor untuk New York. 

Lead editor New York, Edward Kosner memberikan kebebasan bagi Wintour untuk mengeksplor kreativitasnya untuk berkarya yang membuat karya-karya Wintour semakin berkembang dan melesat. Puncaknya di tahun 1988, Wintour dipilih menjadi chief in editor Vogue Amerika dan banyak membuat breakthrough yang membuat majalah Vogue bisa eksis dan ikonis sebagai salah satu kiblat fashion dunia. 

Baca juga:   Penting! Inilah Tips Mengetahui Ukuran Baju Pria yang Pas di Badan Sebelum Berbelanja

Kiprah Anna Wintour di Industri Fashion

Salah satu alasan yang membuat Wintour menjadi sosok paling dihormati dan berpengaruh di industri mode adalah deretan inovasi dan prestasi yang berhasil ia raih. Inovasi dan pencapaiannya di bidang mode tidak hanya dari sisi media dan publikasi, tapi termasuk ke berbagai perhelatan fashion mode dunia. Intip beberapa kiprah Wintour selama bekerja di industri fashion berikut ini:

Memberi Wajah Baru bagi Vogue

Sebagai sosok yang secara terang-terangan melakukan pendobrakan terhadap aturan tradisional di publikasi fashion, Wintour menunjukkan visinya tersebut ketika menjabat sebagai chief-in editor di Vogue Amerika. Salah satu perubahan besar Wintour yang memberi wajah baru bagi majalah Vogue adalah keputusannya dalam menggunakan figur dari luar industri mode sebagai model cover. Karena keputusan ini, tidak heran apabila cover Vogue mulai dihiasi dengan wajah-wajah musisi, seniman, hingga artis dunia.

anna wintour
Vogue 1988. Sumber: Vogue Archive

Tidak hanya terkait pemilihan model, Wintour juga menjadi editor pertama yang memadukan fashion item ekonomis untuk dipadukan dengan item high fashion untuk dikenakan saat pemotretan sampul majalah. Hal ini bisa dilihat pada majalah Vogue edisi November 1988 yang menampilkan model perempuan asal Israel tengah mengenakan celana jeans seharga 19 dolar dan t-shirt seharga 10.000 dollar.

Mentransformasi Met Gala

Met Gala adalah salah satu perhelatan fashion terbesar yang merupakan malam penggalangan dana yang akan disalurkan kepada Metropolitan Museum of Arts Costume Institute di New York. Setiap tahunnya, acara ini selalu sukses menggalang dana dalam jumlah yang fantastis. Wintour mendapat kepercayaan untuk menjadi chairwoman acara Met Gala di tahun 1995. Di bawah arahannya, Wintour membuat beberapa perubahan dan aturan acara yang cukup masif.

anna wintour
Anna Wintour di Met Gala 2022. Sumber: Getty Images

Dengan cekatan, Wintour membuat aturan untuk membatasi jumlah tamu hanya sekitar 650-700 orang setiap tahunnya. Sosok tamu yang diundang juga hadir dari berbagai kalangan, mulai dari dunia mode, pemain hiburan, hingga tokoh-tokoh politik. Wintour juga mengganti tanggal Met Gala dari yang diadakan pada bulan Desember menjadi Senin pertama di bulan Mei. Perempuan dengan ciri khas rambut style bob ini, juga dikenal sangat ketat dengan aturan tempat duduk undangan. Salah satunya adalah aturan dimana pasangan tamu yang diundang tidak boleh duduk bersebelahan.

Baca juga:   Tampil Stylish dengan Blazer

Mendapat Gelar Kehormatan dari Kerajaan Inggris

Salah satu penghargaan terbesar yang diraih oleh Anna Wintour adalah gelar kehormatan Dame Commander yang diberikan oleh Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham pada tahun 2017 lalu. Hadir dengan penampilan khasnya – gaun Chanel dan kacamata hitam – penghargaan tersebut diberikan secara hormat berkat kontribusi Wintour di bidang mode dan jurnalistik.

anna wintour
Sumber: AFP

Penghargaan dari Kerajaan Inggris ini bukan yang pertama bagi Wintour, sebab pada tahun 2008 ia juga pernah mendapatkan gelar Officer of the Most Excellent Order.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
https://www.allmyfriendsaremodels.com/anna-wintour-revolutionised-fashion/ (Diakses pada: 13 Januari 2022)

https://www.masterclass.com/articles/anna-wintour (Diakses pada: 13 Januari 2022)

https://www.businessoffashion.com/community/people/anna-wintour (Diakses pada: 13 Januari 2022)
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram