
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia fashion mengalami pergeseran besar. Batas antara pakaian fungsional dan busana sehari-hari semakin kabur. Salah satu tren yang paling menonjol dari pergeseran ini adalah gorpcore, gaya berpakaian yang mengangkat busana outdoor, khususnya hiking dan trail wear, ke dalam kehidupan urban. Dari jalur pendakian hingga trotoar kota, gorpcore membuktikan bahwa fungsi dan gaya bisa berjalan beriringan.
Jika kamu pernah melihat seseorang mengenakan jaket Gore-Tex, celana cargo teknis, dan sepatu trail running hanya untuk ngopi di kafe, besar kemungkinan kamu sedang menyaksikan gorpcore dalam praktik nyata.
Secara sederhana, gorpcore adalah tren fashion yang mengadaptasi pakaian outdoor, khususnya hiking dan aktivitas alam, ke dalam gaya berpakaian sehari-hari. Istilah “gorp” sendiri berasal dari singkatan Good Old Raisins and Peanuts, camilan klasik para pendaki gunung. Dalam konteks Indonesia, istilah ini kurang lebih setara dengan “trail mix” atau camilan praktis saat naik gunung.
Tambahan kata “core” mengikuti pola penamaan tren fashion lain seperti normcore atau cottagecore. Gorpcore pada dasarnya merayakan kejujuran fungsi: pakaian dipilih karena memang berguna, tahan cuaca, nyaman, dan siap untuk kondisi apa pun, bukan semata karena estetika.
Namun, justru di situlah letak daya tariknya. Gorpcore membuat seseorang terlihat seolah siap mendaki gunung kapan saja, meskipun kenyataannya hanya akan pergi ke kantor atau coffee shop.
Gorpcore mulai dikenal luas sekitar tahun 2017, ketika penulis Jason Chen menggunakan istilah tersebut dalam artikelnya di The Cut. Awalnya, istilah ini digunakan secara agak satir untuk menggambarkan selebriti yang mengenakan pakaian outdoor teknis di konteks yang tidak “semestinya”.
Namun tren ini benar-benar menguat ketika figur publik seperti Frank Ocean tampil di Paris Fashion Week 2019 mengenakan jaket Mammut oranye terang, beanie Arc’teryx, sepatu hiking Diemme, dan jeans lurus klasik. Penampilan tersebut terasa natural, tidak dibuat-buat, dan justru menjadi referensi visual penting bagi gorpcore.
Sejak saat itu, brand outdoor seperti Patagonia, Arc’teryx, The North Face, Salomon, hingga Merrell perlahan berpindah dari pegunungan ke pusat kota. Di sisi lain, desainer Jepang seperti Engineered Garments, Snow Peak, dan Needles turut berperan besar dalam menerjemahkan estetika outdoor Amerika ke dalam konteks fashion high-end.
Gorpcore bukan sekadar mengenakan jaket gunung sembarangan. Ada elemen-elemen khas yang membangun identitas gaya ini, terutama jika difokuskan sebagai hiking outfit yang tetap stylish.
Material adalah jantung dari gorpcore. Pakaian yang digunakan biasanya dirancang untuk performa tinggi, dengan teknologi yang benar-benar fungsional.
Beberapa material penting dalam gorpcore antara lain:
Material ini tidak hanya menunjang aktivitas hiking, tetapi juga memberi struktur visual yang khas pada outfit.
Dalam gorpcore, layering adalah kunci. Gaya ini mendorong penggunaan beberapa lapisan pakaian sekaligus, bukan hanya demi estetika, tetapi juga fungsi.
Contoh layering gorpcore:
Vest berinsulasi juga sering digunakan untuk menambah dimensi tanpa mengurangi mobilitas. Layering membuat outfit terlihat dinamis sekaligus siap menghadapi perubahan cuaca.
Gorpcore sangat menekankan kenyamanan dan kebebasan bergerak. Oleh karena itu, potongan pakaian cenderung longgar, praktis, dan penuh detail utilitarian.
Ciri khasnya meliputi:
Utility first adalah prinsip utama, namun tetap dengan siluet yang modern.
Tidak ada gorpcore tanpa sepatu yang tepat. Trail running shoes dan hiking boots adalah fondasi gaya ini.
Beberapa jenis sepatu yang identik dengan gorpcore:
Menariknya, gorpcore juga sering dipadukan dengan sneaker non-outdoor seperti Nike Air Max Plus atau New Balance 990 untuk menciptakan kontras yang tidak terduga.
5. Aksesori yang Fungsional tapi Statement
Aksesori dalam gorpcore tidak bersifat dekoratif semata. Semuanya punya fungsi.
Beberapa aksesori khas gorpcore:
Aksesori inilah yang sering membuat outfit gorpcore terlihat “autentik”, seolah baru turun dari jalur pendakian.
Berbeda dengan streetwear yang sering menonjolkan logo besar, gorpcore cenderung low-profile. Logo brand outdoor biasanya kecil, minimal, dan fungsional, menunjukkan kualitas, bukan pamer identitas.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




