Monday, 01 January 2022

Mengulas Asal Mula Sejarah Baju Koko

Baju koko biasanya dibuat dari kain-kain yang jenisnya ringan dan nyaman digunakan seperti kain wolfis, katun, linen, dan toyobo.
February 27, 2023  | Anggun Tifani
 

Baju Koko identik sebagai baju khas busana muslim untuk pria. Busana muslim baju koko biasa dikenakan oleh pria untuk beribadah sholat ke masjid. Menyambut ramadhan dan Idul Fitri, biasanya umat muslim pria akan lebih intens menggunakan baju koko sebagai busana yang dipakai untuk melakukan ibadah sholat  tarawih berjamaah di masjid. 

Nah sejak kapan ya baju koko identik sebagai busana muslim pria Indonesia? Yuk, simak pembahasan sejarah baju koko dalam artikel berikut.

Sejarah baju koko berasal dari busana orang Tionghoa

Menurut Sejarawan JJ Rizal, yang dikutip Harian Kompas 4 September 2010, baju koko berasal dari tui-khim. Mulanya diketahui baju koko adalah pakaian sehari-hari pria Tionghoa. Warga Tionghoa memadukan tui-khim dengan celana semata kaki atau komprang.

Sementara itu, pengamat budaya Tionghoa, David Kwa, pada zaman dahulu masyarakat Betawi, tui-khim juga dipakai dan dikenal dengan sebutan baju tikim. David Kwa menyebutkan, ciri-ciri baju tikim sama seperti baju koko. 

Diperkirakan awal mula kelahiran istilah "koko" muncul karena pria Tionghoa yang menggunakan baju itu disebut engko-engko, yang dalam bahasa Indonesia berkembang menjadi koko.

Namun begitu, pada awal abad 20 sejak berdirinya Perhimpunan Tionghoa di Hindia Belanda, baju tui-khim dan celana kompreng mulai ditinggalkan. Hal ini dikarenakan, pada saat itu pria China diperbolehkan menggunakan pakaian Belanda. 

Pemakaian tui-khim tak lagi digunakan masyarakat kelas menengah atas  Tionghoa kare mereka lebih memilih memakai pakaian seperti orang-orang Eropa, yakni memakai sepatu pantofel, jas dan lain-lain. Tetapi diketahui tui-khim setidaknya masih digunakan oleh masyarakat Tionghoa menengah ke bawah.

Sejarah baju koko berasal dari baju orang Jawa

Menurut sumber sejarah lainnya ada yang menyebutkan, sejarah baju koko berasal dari baju tradisional Jawa yang bernama Surjan. Baju ini diklaim sebagai "nenek moyang" baju koko di Nusantara.

Baca juga:   4 Penguasa Industri Fashion

Secara bahasa sujan berasal dari kata "Su" dan "ja" yakni nglungsur wontern jaja (meluncur melalui dada), sehingga bentuk depan dan belakang memiliki panjang yang sama. Salah satu hal yang menjadi ciri khas baju koko yakni berkerah tegak dengan lengan panjang mirip jas Jawa. Konon juga busana ini diciptakan Sunan Kalijaga. 

Model Surjan Jawa mulanya didesain berlengan pendek, tapi Sunan Kalijaga memodifikasinya dengan cara memanjangkan lengannya menjadi 'baju takwa'. Sesuai dengan penyebutan namanya, baju ini biasa digunakan untuk acara keagamaan. 

Dalam buku berjudul Perangkat/Alat-alat dan Pakaian serta Makna Simbolis Upacara Keagamaan di Lingkungan Keraton Yogyakarta, M Jandra menuliskan baju surjan disebut juga dengan baju taqwa.

sejarah baju koko
Sumber unsplash.com

Pada kerah leher baju takwa terdapat tiga buah kancing. Ketiga kancing tersebut melambangkan iman, ikhsan, dan Islam. Sementara itu, desain baju surjan bagian bahu kanan dan bahu kiri baju takwa terdapat masing-masing tiga kancing yang merupakan simbol dua kalimat syahadat. Ciri khas lain dari baju takwa yaitu enam kancing di lengan kiri dan lengan kanan yang melambangkan rukun iman. Selanjutnya, lima kancing depan di bagian dada baju, dianggap melambangkan rukun Islam.

Merek baju koko populer di Indonesia

Di Indonesia sejumlah baju koko populer juga diproduksi oleh merek lokal yang diantaranya yang terkenal ialah sebagai berikut:

Cardinal

Cardinal adalah merek asli Indonesia. Merek karya bangsa ini terkenal berkat produknya yang awet ini lebih banyak dipakai oleh kaum pria. Untuk itu, mereka juga memproduksi baju koko.

Rabbani

Dikutip dari situs resmi Rabbani, Rabbani merupakan perusahaan garment yang bergerak dalam bidang retail busana muslim dengan tagline Professor Kerudung Indonesia. Meski begitu, Rabbani juga telah memproduksi baju koko yang cukup berkualitas.

Baca juga:   Peran Haute Couture dalam Fashion Dunia

Hassenda

Mengutip laman resmi Hassenda Group,  merek lokal Hassenda senantiasa menekankan kualitas bahan terhadap seluruh dimensi brand. Untuk itu mereka juga turut memproduksi baju koko.

Casella

Casella adalah Brand resmi yang berpengalaman lebih dari 20 tahun (sejak 1999), terpercaya sebagai produk berkualitas di beberapa department store. Jadi kamu tak akan kesulitan jika ingin mendaptkan baju koko merek Casella di toko-toko baju pada pusat perbelanjaan kesayangan kamu.

Ramayana

Saat ini, Ramayana juga telah memiliki merek produk dengan nama Ramayana. Sebelumnya, bisnis Ramayana hanya bergerak sebagai bisnis department store yang bergerak dengan cara menjual produk-produk fesyen seperti pakaian, celana dan tak terkecuali baju koko. Baju koko merek Ramayana dapat dibeli di toko secara langsung maupun lewat daring.

Demikian ulasan tentang asal mula sejarah baju koko. Semoga dapat menjadi informasi dan refrensi yang bermanfaat.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
https://voi.id/memori/51334/sejarah-baju-koko-sejak-kapan-identik-jadi-busana-muslim (Diakses pada: 22 Januari 2023)
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram