Monday, 01 January 2022

Mengurangi Dampak Fashion Terhadap Limbah Plastik Laut

Bukan hanya itu yang pemerintah juga harus andil dalam menangani dampak fast fashion ini.
April 25, 2024  | Dena Ayu
 

Dampak Fashion Terhadap Limbah Plastik Laut - Seperti menghabiskan uang untuk membeli item fashion agar tampil menarik dan mengikuti tren. Sehingga mereka akan berlomba-lomba untuk membeli pakaian dan aksesoris untuk membantu penampilan agar terlihat sempurna.

Tren ini biasa disebut dengan fast fashion, yang mana dampaknya sangat berbahaya. Dari apa yang dilakukan akan menyebabkan lingkungan yang kurang sehat dan rusak. Ada kesadaran dari pada konsumtif trend fast fashion

Fast fashion ini adalah konsep bisnis yang dilakukan dalam proses memproduksi pakaian dalam jumlah banyak dengan waktu yang sangat singkat tujuannya untuk memenuhi banyaknya permintaan dan pemenuhan pada konsumsi pasar. Desain dari pakaiannya memang tidak kalah keren, bahkan sangat bagus dan mengikuti tren. 

Harganya yang murah membuat banyak orang dari semua kalangan apalagi anak muda berbondong-bondong untuk membelinya. Strategi yang dilakukan tidak kalah keren juga, target pemasaran yang matang dan menengah ke bawah membuat memudahkan untuk terjual secara cepat. 

Dampak Fashion Terhadap Limbah Plastik Laut
Sumber: unplash.com/Liudmila Chernerska

Dampak Fast Fashion Terhadap Limbah Plastik Laut

Wait, hubungannya apa dengan limbah plastik laut? Nah, ini yang jadi permasalahan yang harus diselesaikan. Dampak dari fast fashion menyebabkan pencemaran air dan lingkungan dikarenakan buangannya mengandung limbah beracun yang akan membutuh habibat di laut dan sekitarnya. 

Limbah beracun ini berasal dari bahan kimia yang digunakan selama produksi fast fashion. Salah satu bahan yang digunakan untuk memproduksi yaitu menggunakan bahan polyester, yang mana bahan ini dasarnya terbuat dari plastik. 

Ketika dicuci, kain-kain yang mengandung polyester juga turut membawa elemen kecil bernama microfiber. keberadaan microfiber bisa menambah kadar plastik di laut. Ini sangat berbahaya jika terus dilakukan dan menyebabkan pencemaran lingkungan dan pastinya akan merusak ekosistem sekitar. 

Baca juga:   Tas dari Kulit Jamur, Bukti Vegan Leather Bisa Jadi Inovasi Mode

Bukan hanya itu, industri ini juga bisa meningkatkan potensi perubahan iklim yang pastinya mengganggu keseimbangan lingkungan sekitar. Semakin berkurangnya mikrohabitat, pergeseran peristiwa biologis tahunan para biota, terganggunya interaksi antar dan intra ekosistem, serta semakin terancamnya populasi kecil adalah beberapa akibatnya.

Bagaimana? Menyeramkan bukan? 

Well sesegera mungkin untuk hindari dan jangan lakukan praktik fast fashion dalam kehidupan kamu. Mengingat pentingnya menjaga lingkungan dan ekosistemnya.

Jadi, seperti apa cara mengurangi dampak fashion terhadap limbah plastik laut? Yuk simak caranya!

Dampak Fashion Terhadap Limbah Plastik Laut
Sumber: unplash.com/Annaspoka

Pada akhirnya semua yang dilakukan pasti akan ada dampaknya. Peran produse dan konsumen harus saling bekerjasama dalam mengatasi permasalahan yang terjadi yang ditimbulkan oleh fast fashion. 

Berikut adalah beberapa caranya.

  • Mendukung bahan kain yang ramah lingkungan.
  • Mengurangi pembelian pakaian baik itu pakaian fast fashion atau pakaian lainnya. 
  • Jika hanya akan dipakai sekali atau dua kali bisa lakukan pembelian thrifting pakaian di pasar yang menjual pakaian thrifting-an
  • Menyumbangkan atau mendonasikan pakaian yang tidak dipakai. Bisa juga lakukan jual beli pakaian yang sudah tidak dipakai.
  • Jika rusak bisa lakukan perbaikan, bukan membeli yang baru. Bisa juga mendaur ulang pakaian yang rusak dengan diperbaiki agar bisa dipakai di kemudian hari. 
  • Mencuci pakaian dengan bijak. 
  • Merawat pakaian dengan baik. 

Itulah beberapa cara menangani dampak dari fast fashion terhadap limbah laut yang bisa dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Andil pemerintah dalam menangani dampak fashion

Pemerintah sudah semestinya melakukan aturan yang tegas dengan membuat regulasi pembatasan penggunaan serat pakaian yang bahan dasarnya adalah plastik.

Bisa dengan memberikan aturan pembatasan atau industri fashion harus dikenakan pajak yang lebih tinggi bahan denda yang melebih ambang penggunaan jumlah serat sintetis tertentu yang ditetapkan.

Baca juga:   Indeks Transparansi Fashion 2022

Nah, itulah Dampak Fashion Terhadap Limbah Plastik Laut yang harus diperhatikan. Bukan hanya dari produsen dan konsumen saja melainkan pemerintah pun harus ikut serta dalam menjaga lingkungan dan ekosistemnya.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
https://econusa.id/id/ecoblog/wah-ternyata-industri-fesyen-penyumbang-mikroplastik-di-laut/
https://jagalaut.id/fast-fashion-banyak-digemari-tapi-merusak-laut/
https://envihsa.fkm.ui.ac.id/2022/03/25/fast-fashion-tren-mode-yang-menjadi-bumerang-terhadap-lingkungan/
https://www.kompas.id/baca/opini/2023/07/13/petaka-di-balik-pakaian-kita
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram