
Ramadan sering kali membawa agenda tambahan di luar rutinitas harian, salah satunya buka puasa bersama. Seiring ajakan bukber yang mulai berdatangan, perhatian terhadap outfit pun ikut meningkat.
Untuk perempuan non hijab, OOTD bukber menjadi cara menyesuaikan gaya berpakaian dengan suasana Ramadan tanpa harus mengubah karakter personal. Bukan soal ikut-ikutan tren, melainkan mencari tampilan yang tetap rapi, nyaman dipakai berjam-jam, dan terasa “pantas” di berbagai situasi.
Pencarian tentang OOTD bukber non hijab menunjukkan bahwa banyak perempuan Gen Z membutuhkan referensi berpakaian yang aman secara visual, tidak terlalu terbuka, tapi juga tidak terasa kaku atau berlebihan. Dari sinilah konsep berpakaian bukber non hijab berkembang ke arah yang lebih kontekstual, fungsional, dan fleksibel.
Secara umum, outfit bukber non hijab memiliki beberapa karakter utama. Potongan pakaian cenderung longgar atau semi-structured, tidak membentuk tubuh secara ekstrem.
Panjang pakaian dibuat proporsional, terutama di area bahu, dada, dan paha. Material yang digunakan ringan dan breathable agar nyaman digunakan dalam durasi panjang. Warna yang dipilih relatif tenang dan mudah dipadukan. Detail pakaian tidak terlalu ramai, lebih mengutamakan fungsi dibanding statement.
Karakter ini banyak ditemukan pada gaya modern modest dan smart casual yang belakangan semakin populer di kalangan Gen Z.
Blouse dan kemeja oversized merupakan dua jenis atasan yang paling sering digunakan untuk OOTD bukber non hijab. Keduanya dinilai aman secara visual dan mudah disesuaikan dengan berbagai lokasi bukber.
Blouse berlengan panjang atau dengan detail puff sleeve sering dipilih karena memberikan kesan rapi dan tertata. Sementara itu, kemeja oversized menawarkan tampilan yang lebih santai, terutama saat dipadukan dengan inner polos. Kombinasi ini banyak digunakan karena tetap sopan tanpa menghilangkan kesan kasual.
Material yang umum digunakan untuk blouse dan kemeja bukber antara lain katun poplin, rayon, linen blend, dan crepe ringan. Bahan-bahan ini dikenal tidak panas, jatuh dengan baik, dan tetap terlihat rapi meski dipakai duduk lama.
Tunik menjadi alternatif atasan bagi perempuan non hijab yang ingin tampilan lebih tertutup tanpa kesan formal berlebihan. Panjang tunik yang menutup pinggul hingga mendekati lutut membantu menciptakan siluet yang sopan dan seimbang.
Model tunik dengan potongan lurus, detail minimal, atau slit samping ringan banyak digunakan untuk bukber keluarga maupun acara semi formal. Biasanya dipadukan dengan celana lurus atau wide leg pants.
Wide leg pants menjadi bawahan yang paling sering muncul dalam OOTD bukber non hijab. Potongannya longgar, tidak membentuk tubuh, dan nyaman dipakai dalam durasi panjang.
Celana ini juga mudah dipadukan dengan berbagai jenis atasan, mulai dari blouse, kemeja oversized, hingga tunik. Dari sisi visual, wide leg pants membantu menciptakan keseimbangan antara bagian atas dan bawah tubuh.
Rok midi dan maxi menjadi pilihan bagi yang ingin tampilan lebih feminin tanpa terlihat berlebihan. Model rok yang paling umum digunakan untuk bukber antara lain rok plisket, rok A-line, dan rok lurus.
Rok dengan bahan ringan dan warna netral cenderung lebih fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai atasan. Panjang rok yang berada di bawah lutut juga dianggap lebih sesuai dengan suasana Ramadan.
Tailored pants sering dipilih untuk acara bukber yang lokasinya lebih rapi seperti restoran, hotel, atau acara kantor. Karakter utama dari tailored pants terletak pada potongannya yang terstruktur, biasanya dengan garis pinggang jelas, lipit halus, dan jatuh kain yang rapi. Dalam konteks OOTD bukber non hijab, celana jenis ini dianggap relevan karena memberikan kesan sopan tanpa harus terlihat terlalu formal.
Tailored pants umumnya dibuat dari bahan twill, polyester blend, atau wool ringan yang tidak mudah kusut. Bahan ini membantu menjaga tampilan tetap rapi meskipun dipakai dalam waktu lama. Untuk Gen Z, tailored pants sering dipadukan dengan blouse polos atau kemeja oversized agar kesan keseluruhan tetap seimbang dan tidak terkesan kaku.
Warna tailored pants yang paling sering digunakan untuk bukber antara lain hitam, abu-abu, navy, beige, dan cokelat muda. Warna-warna ini dipilih karena fleksibel dan mudah dipadukan dengan berbagai atasan. Dari sisi visual, tailored pants membantu menciptakan siluet yang lebih dewasa dan tertata, sehingga cocok untuk bukber lintas usia atau acara yang melibatkan rekan kerja.
Dress menjadi pilihan praktis bagi perempuan non hijab yang ingin tampil rapi tanpa perlu banyak padu padan. Untuk acara bukber, dress yang paling sering digunakan memiliki panjang midi atau maxi, dengan potongan longgar dan desain yang sederhana. Dress jenis ini dinilai sesuai karena mampu menciptakan tampilan yang sopan secara visual sekaligus nyaman dipakai.
Dress dengan lengan pendek longgar atau lengan panjang ringan lebih sering dipilih dibanding sleeveless atau strapless. Selain menyesuaikan suasana Ramadan, model ini juga lebih fleksibel untuk berbagai lokasi bukber. Dari sisi bahan, katun, rayon, dan chiffon berlapis menjadi material yang banyak digunakan karena ringan dan tidak panas.
Warna dress untuk bukber non hijab cenderung netral atau lembut. Dress polos dengan detail minimal sering dipilih karena mudah ditambahkan layering seperti cardigan atau outer tipis. Dalam praktiknya, dress midi dan maxi sering digunakan untuk bukber keluarga, reuni, atau acara semi formal yang membutuhkan tampilan lebih rapi tanpa terlihat berlebihan.
Pemilihan warna memiliki peran penting dalam OOTD bukber non hijab. Warna yang digunakan umumnya tidak terlalu mencolok dan cenderung lembut. Beige, cream, sage green, mocca, dusty pink, abu-abu lembut, dan navy merupakan warna yang paling sering muncul dalam referensi outfit bukber.
Warna-warna ini dianggap relevan karena memberikan kesan tenang dan mudah dipadukan dengan berbagai item lain. Selain itu, palet warna netral dan earthy juga dinilai sesuai dengan suasana Ramadan yang lebih kalem. Untuk Gen Z, penggunaan warna-warna ini sering dipadukan dengan potongan modern agar tetap terlihat fresh dan tidak terkesan monoton.
Dalam konteks fashion praktis, warna netral juga membantu meminimalkan kesalahan styling. Outfit dengan warna yang terlalu terang atau neon cenderung dihindari karena dianggap kurang sesuai dengan acara bukber yang bersifat sosial dan kekeluargaan.
Layering menjadi elemen penting dalam OOTD bukber non hijab, terutama karena banyak acara bukber dilakukan di ruang ber-AC. Outer tipis seperti cardigan, outer linen, atau vest rajut sering digunakan untuk menambah kenyamanan tanpa mengubah keseluruhan tampilan outfit.
Layering tipis juga membantu menambah kesan rapi dan tertutup secara visual. Outer dengan potongan lurus dan warna netral paling sering digunakan karena mudah dipadukan dengan atasan dan bawahan yang sudah ada. Dalam praktiknya, layering juga memudahkan transisi dari aktivitas sebelum bukber ke acara inti tanpa perlu mengganti outfit.
Pemilihan bahan layering biasanya disesuaikan dengan cuaca dan lokasi. Bahan yang terlalu tebal cenderung dihindari agar outfit tetap terasa ringan dan tidak panas saat digunakan di luar ruangan.
Sepatu menjadi elemen penting dalam menunjang kenyamanan selama acara bukber. Model sepatu yang paling sering digunakan antara lain loafers, flat shoes, sandal minimalis, Mary Jane shoes, dan low heels. Sepatu dengan hak rendah lebih banyak dipilih karena nyaman digunakan dalam waktu lama.
Desain sepatu untuk bukber non hijab umumnya sederhana, tanpa detail berlebihan. Warna netral seperti hitam, cokelat, beige, dan putih gading menjadi pilihan utama karena mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Dalam konteks Gen Z, sepatu tidak hanya dilihat dari estetika, tetapi juga dari fungsi dan kenyamanan.
Sepatu yang terlalu tinggi atau terlalu statement biasanya dihindari karena berpotensi mengurangi kenyamanan dan tidak selalu sesuai dengan suasana bukber yang cenderung santai.
Aksesori digunakan secukupnya untuk melengkapi outfit. Tas berukuran kecil hingga sedang, jam tangan minimalis, anting kecil, atau kalung tipis menjadi pilihan yang paling umum.
Dalam konteks bukber, aksesori berlebihan biasanya dihindari agar tampilan tetap rapi dan tidak terlalu mencolok.
Bukber di kafe biasanya menggunakan gaya kasual rapi seperti kemeja oversized dan celana lebar. Bukber di restoran atau hotel cenderung menggunakan tailored pants, blouse structured, atau dress polos. Sementara bukber di rumah keluarga lebih mengutamakan kenyamanan dengan tunik dan celana longgar berbahan ringan.
Menyesuaikan outfit dengan lokasi membantu menjaga relevansi tampilan dengan suasana acara.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam memilih OOTD bukber non hijab antara lain penggunaan bahan terlalu tipis atau transparan, potongan terlalu ketat, warna terlalu neon, serta aksesori yang berlebihan. Menghindari hal-hal tersebut membantu menjaga kesan sopan dan nyaman.
OOTD bukber non hijab pada akhirnya bukan tentang tampil paling mencolok, melainkan tentang menyesuaikan gaya dengan konteks. Dengan memahami karakter outfit, memilih atasan dan bawahan yang tepat, serta memperhatikan material dan warna, perempuan non hijab tetap bisa tampil percaya diri dan relevan selama momen bukber Ramadan.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




