Monday, 01 January 2022

Pertukaran Pakaian Bekas untuk Mengurangi Limbah Tekstil

Jika kamu salah satu orang yang punya banyak pakaian tidak terpakai dan masih dalam kondisi baik, jangan langsung dibuang ya!
April 15, 2024  | Pipintri Aviteni Damayanti
Pertukaran Pakaian Bekas
 

Pertukaran Pakaian Bekas untuk Mengurangi Limbah Tekstil - Mayoritas individu pasti ingin selalu tampil fashionable, dengan membeli pakaian baru yang mengikuti trend mode kekinian. Utamanya bagi perempuan yang mudah tergoda oleh pakaian karena harganya cukup murah dan modelnya yang menarik, padahal sedang tidak membutuhkan pakaian tersebut. 

Trend mode yang selalu berubah dengan cepat juga memunculkan perasaan "FOMO" atau kecemasan jika ketinggalan momen terkini, sehingga membuat seseorang ingin terus membeli pakaian baru yang sedang trend tanpa berpikir panjang apakah pakaian tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Namun, tahukah kamu jika hal ini terus-menerus dilakukan dapat membuat pakaian menumpuk, terbengkalai, hingga akhirnya tidak diinginkan lagi dan berujung menjadi limbah di tempat sampah karena tidak tahu harus diapakan. 

Kamu bisa melakukan pertukaran pakaian bekas dengan teman, saudara, atau melalui komunitas dan organisasi yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling bertukar pakaian.

Pertukaran pakaian bekas merupakan salah satu cara yang dapat efektif dalam upaya mengurangi limbah tekstil, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan yang berhubungan dengan industri fashion, seperti :

  1. Pencegahan limbah

Pertukaran pakaian bekas dapat mencegah pakaian yang masih layak pakai agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah. Dengan memberikan kesempatan baru kepada pakaian bekas, hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah limbah tekstil dari pembuangan pakaian yang mencemari lingkungan secara signifikan.

  1. Perpanjangan umur pakai

Pertukaran pakaian bekas juga memungkinkan pakaian yang masih baik dan layak pakai untuk dikenakan oleh orang lain yang lebih membutuhkan. Hal ini dapat membantu memperpanjang umur pakai pakaian dan mengurangi kebutuhan akan produksi pakaian baru, yang seringkali memerlukan sumber daya seperti air, dan bahan baku. 

  1. Pengurangan permintaan produksi baru
Baca juga:   Mengenal Arti Sustainable Fashion yang Jadi Tema Met Gala 2024

Pertukaran pakaian bekas bisa menjadi alternatif untuk memperoleh pakaian tanpa harus membeli yang baru, sehingga dapat mengurangi permintaan terhadap produksi pakaian baru. Jika produksi pakaian baru berkurang, maka dapat mengurangi pula dampak lingkungan seperti emisi gas rumah kaca dan penggunaan sumber daya.

  1. Peningkatan kesadaran masyarakat

Lewat pertukaran pakaian bekas, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai konsumen tentang dampak lingkungan akibat kebiasaan konsumtif mereka. Pertukaran pakaian bekas juga bisa merangsang perilaku yang lebih berkelanjutan, bertanggung jawab, mempengaruhi cara masyarakat memandang pakaian dan cara berbelanja secara umum.

  1. Promosi ekonomi berkelanjutan

Pertukaran pakaian bekas diharapkan mampu mendukung ekonomi berkelanjutan dengan cara menciptakan peluang bisnis dalam hal perbaikan, modifikasi, dan menjual kembali pakaian bekas untuk membuat lapangan pekerjaan baru serta memberikan nilai ekonomi tambahan.

Dalam pelaksanaannya, agar aksi pertukaran pakaian bekas dapat dilakukan dengan efektif untuk mengurangi limbah tekstil juga melibatkan beberapa tantangan yang perlu diatasi, yaitu :

  1. Partisipasi masyarakat

Keberhasilan pertukaran pakaian bekas sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang aktif dalam kegiatan ini. Masyarakat harus melakukan dengan senang hati dan tanpa paksaan untuk menukar, mendonasikan, atau membeli pakaian bekas.

  1. Kualitas pakaian

Pakaian yang ingin ditukar harus dalam kondisi yang baik dan bersih agar dapat dikenakan oleh penerima baru. Jika pakaian tidak memenuhi syarat atau standar kualitas tertentu, kemungkinan besar pertukaran pakaian tidak bisa dilakukan dan pencegahan limbah dipastikan tidak akan berhasil.

  1. Logistik dan infrastruktur

Membangun sistem logistik dan infrastruktur yang memadai untuk mengatur pertukaran seperti tempat pengumpulan, pembersihan, dan distribusi pakaian bisa menjadi tantangan tersendiri karena kerumitannya dan investasi yang diperlukan.

  1. Aspek higienis

Dalam situasi tertentu seperti saat pandemi beberapa waktu yang lalu, memastikan bahwa pakaian yang ditukar dalam keadaan higienis sangatlah penting untuk keamanan dan kesehatan penerima pakaian tersebut.

  1. Keragaman gaya dan ukuran
Baca juga:   Inovasi Perkembangan Pasar Sustainable Fashion di Indonesia

Pakaian memiliki variasi gaya dan ukuran yang beraneka ragam, sehingga memastikan bahwa pakaian yang akan ditukar sesuai dengan kebutuhan dan ukuran penerima sangat sulit dilakukan.

Namun, dalam pelaksanaan memerlukan kerjasama dari berbagai pihak seperti komunitas atau organisasi, masyarakat atau konsumen, serta solusi yang kreatif untuk mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
news.detik.com https://news.detik.com/kolom/d-4837641/yuk-tukar-baju-tampil-keren-sambil-menjaga-bumi
Diakses pada tanggal 10 Agustus 2023

cnnindonesia.com https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20221118133622-277-875509/gerakan-tukar-baju-jadi-solusi-atasi-limbah-fesyen
Diakses pada tanggal 10 Agustus 2023

nationalgeographic.grid.id https://nationalgeographic.grid.id/read/133295611/gerakan-tukar-baju-mengemuka-di-tengah-ancaman-limbah-tekstil?page=all
Diakses pada tanggal 10 Agustus 2023

zerowaste.id https://zerowaste.id/campaign-program/tukar-baju/
Diakses pada tanggal 10 Agustus 2023
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram