
Memasuki tahun 2026, dunia fashion bergerak ke arah yang semakin ekspresif, personal, dan sarat makna visual. Jika beberapa tahun terakhir didominasi oleh palet netral dan siluet minimal, kini motif print kembali menjadi medium utama untuk bercerita. Runway Spring Summer 2026, analisis berbasis AI dari Heuritech, hingga pergerakan gaya di media sosial menunjukkan satu benang merah: motif tidak lagi sekadar dekorasi, melainkan bahasa visual yang mencerminkan suasana zaman.
Tahun 2026 menghadirkan spektrum motif print yang luas, dari yang nostalgik hingga futuristik, dari yang lembut romantis hingga yang mentah dan eksperimental. Artikel ini akan membahas tren motif print yang diprediksi akan booming di tahun 2026, dengan pendekatan khas fashion lifestyle, relevan untuk gaya sehari-hari sekaligus industri mode secara lebih luas.
Motif polka dots atau motif titik menjadi salah satu bintang utama di 2026. Namun, kemunculannya kali ini jauh dari kesan klasik yang kaku. Polka dots hadir dalam berbagai skala, mulai dari titik mikro yang nyaris subtil hingga big dots berukuran besar yang berani dan grafis.

Data menunjukkan bahwa big dots mengalami peningkatan visibilitas signifikan, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Motif ini banyak diaplikasikan pada gaun midi, rok feminin, hingga blus transparan. Kekuatan polka dots di 2026 terletak pada fleksibilitasnya. Ia bisa tampil retro dan playful, tetapi juga modern dan minimal tergantung pilihan warna dan material.
Desainer seperti Dries Van Noten, Nina Ricci, hingga Jean Paul Gaultier mengolah dots menjadi motif yang terasa dewasa, tidak kekanak-kanakan. Dalam styling sehari-hari, polka dots dipadukan dengan siluet bersih atau layering kasual untuk menciptakan kontras yang menarik.
Jika floral print biasanya identik dengan musim semi, maka di 2026 motif bunga naik level menjadi sesuatu yang lebih emosional dan personal. Floral vintage yang terinspirasi era 1950-an dan 1960-an muncul kuat, terutama dalam bentuk bunga kecil dengan palet warna lembut seperti krem, dusty pink, sage, dan butter yellow.
Motif ini sering muncul pada pinafore dress, rok sutra, hingga blus dengan detail renda. Bukan floral tropis yang eksplosif, melainkan floral yang terasa seperti kain warisan atau taplak meja klasik yang diinterpretasi ulang. Ada kesan domestik, romantis, bahkan pastoral yang sangat relevan dengan tren slow living dan nostalgia pasca era digital yang serba cepat.
Brand seperti Miu Miu, Erdem, dan Dôen memanfaatkan floral sebagai narasi feminitas baru, lembut tetapi tidak rapuh, klasik namun tetap relevan untuk perempuan modern.

Motif kotak atau checked print mengalami transformasi besar di 2026. Jika sebelumnya identik dengan musim gugur dan dingin, kini checks hadir lintas musim, termasuk Spring Summer. Gingham, Prince of Wales, hingga windowpane checks muncul pada busana ringan seperti gaun, swimwear, rok midi, bahkan kemeja lengan pendek.
Motif ini banyak dimainkan dalam layering dan siluet preppy modern. Warna-warna klasik seperti cokelat, hitam, dan krem dipadukan dengan aksen cerah untuk memberi kesan segar. Checked print di 2026 tidak lagi terasa konservatif, melainkan dinamis dan versatile.
Burberry menjadi salah satu rumah mode yang mendorong kembalinya motif heritage checks, namun dengan pendekatan styling yang lebih santai dan urban. Ini menjadikan motif kotak relevan untuk generasi muda yang ingin tampil rapi tanpa terlihat terlalu formal.
Motif garis atau stripes juga mengalami evolusi signifikan. Tahun 2026 adalah tentang bold stripes, garis-garis tebal yang unapologetic. Baik horizontal, vertikal, maupun diagonal, stripes hadir sebagai statement visual yang kuat.
Terinspirasi dari estetika Riviera dan gaya liburan Mediterania, stripes banyak muncul dalam warna kontras maupun palet muted. Motif ini diaplikasikan pada gaun panjang, knitwear, hingga tas kanvas. Kesan yang ditawarkan adalah optimisme, kebebasan, dan kepercayaan diri.
Berbeda dari stripes klasik ala marinière, stripes 2026 lebih berani dan artistik. Ia menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil playful namun tetap polished.
Jika leopard mendominasi beberapa tahun terakhir, maka 2026 membuka panggung bagi animal print alternatif. Zebra stripes, cow print, snake, hingga crocodile pattern mengalami lonjakan popularitas, terutama di kalangan usia 26 hingga 35 tahun.
Yang menarik, animal print di 2026 tidak selalu hadir dalam warna natural. Banyak desainer bereksperimen dengan palet warna tak terduga, seperti ungu, hijau, atau krem kekuningan. Motif ini muncul pada gaun, rok, hingga outerwear, memberikan kesan bold sekaligus kontemporer.
Animal print tidak lagi dilihat sebagai simbol glamor semata, tetapi juga sebagai ekspresi individualitas dan keberanian bereksperimen.

Motif abstrak menjadi salah satu representasi paling kuat dari arah fashion 2026. Terinspirasi seni lukis, grafis eksperimental, dan eksplorasi warna, abstract print menjadikan busana sebagai kanvas.
Motif ini sering muncul dalam bentuk brush strokes, efek cat air, atau komposisi warna yang tidak simetris. Chanel, Pucci, dan Stine Goya menjadi contoh bagaimana motif abstrak diolah menjadi busana yang wearable namun tetap artistik.
Abstract print menjawab kebutuhan konsumen akan keunikan. Setiap potongan terasa personal, seolah tidak ada dua busana yang benar-benar sama.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




