
Moscow Fashion Week 2025 telah sukses digelar di ibu kota Rusia pada tanggal 13-18 Maret lalu tepatnya di Central Exhibition Hall. Ajang fashion bergengsi ini menampilkan karya-karya spektakuler 180 desainer dari 27 wilayah negara Rusia, serta brand dari berbagai negara termasuk mitra BRICS yaitu Tiongkok, India, Afrika Selatan, Indonesia, Turki dan masih banyak negara lainnya.
Hadirnya Moscow Fashion Week seringkali dijadikan sebagai wadah atau tempat utama, bagi para desainer dari banyak negara berkembang untuk tampil dan memperkenalkan brand mereka, sekaligus sebagai ajang pertukaran budaya.
Gelaran acara ini juga berkomitmen terhadap keterbukaan dan keberagaman, sehingga semua pesertanya dipastikan memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan potensi mereka masing-masing.

Reborn29, menjadi satu-satunya brand asal Indonesia milik desainer Syukriah Rusydi yang berpartisipasi dalam Moscow Fashion Week 2025, setelah direkomendasikan oleh Ali Charma selaku Advisory Board Indonesian fashion Chamber.
Syukriah Rusydi berharap, lewat kesempatan ini Reborn29 dapat menginspirasi dan menjadi role model bagi desainer-desainer Indonesia lainnya. Setelah ikut berpartisipasi dalam menciptakan peluang bagi industri mode Indonesia hingga bisa diakui Rusia dan Eropa Timur, menjalin hubungan jangka panjang, serta memfasilitasi kolaborasi dengan bertemu pembeli yang diharapkan, distributor, serta retailer lokal.
Selain itu, Syukriah Rusydi juga yakin jika koleksi Reborn29 mampu bersaing dan dapat diterima dengan baik di pasar Rusia karena meningkatnya kesadaran masyarakat atau konsumen terhadap sustainable fashion. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya dan komitmen keberlanjutan, industri fashion Indonesia bisa terus berkembang dan mendapatkan pengakuan di kancah global.

Whisper of Grace, koleksi Reborn29 tak lupa menghadirkan identitas budaya Indonesia menggunakan tenun tradisional Baduy dan manipulasi kain berkelanjutan yang terinspirasi dari keanggunan bunga dandelion, serta filosofi mendalam dibalik perjalanannya dalam gaya art of beat untuk musim fall/winter.
Dimana bunga dandelion kecil yang menyerahkan biji-bijinya kepada angin, melambangkan sebuah keberanian untuk melepaskan dan mempercayai takdir yang akan membawa kemanapun pergi, serta terus menebarkan setiap harapan di tengah ketidakpastian yang menghampiri. Keseluruhan detail filosofi tersebut diwujudkan dalam setiap detail koleksi Whisper of Grace, yang memadukan siluet elegan dengan kekuatan cerita alam.
Syukriah Rusydi menyampaikan jika koleksi The Whisper of Grace merupakan sebuah cerita tentang keberanian untuk berubah, perjalanan hidup yang melahirkan harmoni keanggunan, dan harapan yang akan terus berkibar meskipun angin bertiup dengan kencangnya. Ditujukan kepada para wanita agar dapat merangkul perubahan dengan penuh percaya diri, sekaligus tetap anggun di setiap langkah mereka.

Koleksi ini menampilkan busana berpotongan A-line dan H-line klasik, yang dirancang agar dapat memberikan kenyamanan dan gaya modern sesuai dengan kebutuhan wanita aktif. Menggunakan palet warna musim gugur seperti abu-abu, hitam, hijau army, dan coklat karena menciptakan kesan tenang namun penuh makna, yang merefleksikan transisi alam dari musim gugur ke musim dingin.
Koleksi Whisper of Grace juga sangat istimewa, karena menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti tenun tradisional dari suku Baduy dan tulle daur ulang, yang sejalan dengan komitmen Reborn29 terhadap keberlanjutan.
Kain yang dimanipulasi dalam bentuk pom-pom seperti biji dandelion yang beterbangan memberikan kesan sentuhan seni yang unik, sementara desainnya yang multifungsi memastikan setiap busana dapat dikenakan mulai pagi hingga malam hari, baik dari ruang kerja maupun acara khusus sekalipun.

Sementara itu, salah satu koleksi dari brand asal Rusia yaitu Nelly Kruk menampilkan busana berpola geometris dan multi-layered, menggunakan kain yang ringan, alami dan flowing. Seperti gaun anggun dan airy jaket yang dipadukan dengan flowing skirt bersiluet terstruktur, korset, decorative drapery, sabuk, peplum, dan elemen lainnya. Palet warnanya didominasi warna bernuansa putih salju dan powdery yang bertransisi ke warna lebih gelap.
Sedangkan brand Moskow Zuhat, mengadopsi prinsip modest fashion dengan cara mencoba panduan warna yang tidak konvensional dengan lebih menekankan pada warna bernuansa pastel. Label ini juga mempertahankan identitasnya yang khas, karena menyatukan elegansi tradisional dengan feminitas melalui penggabungan kain ringan dan transparan ke beberapa tampilan yang cukup berani, seperti teknik layering serta konsep dekonstruksi.
Brand lain yang berpartisipasi di Moscow Fashion Week 2025 adalah BOUZMA ethnique, dengan koleksi terbarunya yang mengartikan kontemporer pola etnis lewat burka berupa jubah dan mantel dalam skema berwarna hijau tua. Terdapat pula gaun-gaun mewah dengan hiasan coin belts, hand embroidery yang rumit dan desain yang terinspirasi dari ornamen tradisional Kaukasus.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




