Monday, 01 January 2022

Sejarah Motif Polkadot yang Tak Lekang oleh Waktu

Pola polkadot telah melampaui ujian waktu dan tetap menjadi salah satu tren baju yang tak lekang oleh waktu.
January 5, 2024  | Anggun Tifani
sejarah polkadot
 

Dengan lingkaran berukuran sama yang teratur dan motif yang berulang, polkadot menawarkan daya tarik yang klasik, menyenangkan, dan ikonik. Inilah mengapa baju polkadot terus menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin tampil bergaya tanpa kehilangan sentuhan retro yang menggemaskan. Simak ulasan tentang sejarah tren baju polkadot yang menarik untuk kamu ketahui dalam ulasan berikut!

Asal Mula Tren Style Polkadot

sejarah polkadot
Sumber: bloshka.info

Sejak muncul pertama kali pada abad ke-18, pola polkadot telah mempertahankan popularitasnya hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, tren baju polkadot telah mengalami berbagai perubahan dan variasi, tetapi esensi pola ini tetap sama. Baik dalam bentuk monokrom hitam-putih yang elegan, warna-warna cerah yang mencolok, atau kombinasi warna kontras yang dramatis, baju polkadot tetap menjadi simbol gaya yang mengesankan.

Salah satu kekuatan utama pola polkadot adalah fleksibilitasnya dalam berbagai gaya dan kesempatan. Untuk tampilan yang klasik dan elegan, baju polkadot hitam dan putih menjadi pilihan yang sempurna. Dalam balutan dress atau blus polkadot hitam dan putih, seseorang dapat menciptakan gaya yang timeless dan chic. Tren ini cocok untuk berbagai acara formal maupun santai, dan akan selalu memberikan kesan yang elegan dan teratur.

Namun, polkadot juga memiliki daya tarik yang tak tertandingi ketika dikombinasikan dengan warna-warna terang dan cerah. Pakaian polkadot berwarna-warni menambahkan sentuhan keceriaan dan semangat pada penampilan seseorang. Dress polkadot merah yang berani atau blus polkadot kuning yang cerah akan menarik perhatian di sepanjang jalan. Mereka mencerminkan kegembiraan dan keberanian dalam berbusana, memberikan pernyataan gaya yang kuat.

Baca juga:   Tren Fashion Wanita dan Pria Tahun 1960-an

Perkembangan Tren Polkadot

Sumber: bloshka.info

Pola polkadot juga dapat diadaptasi dalam berbagai ukuran dan skala. Lingkaran besar atau kecil, keduanya memiliki daya tarik yang unik. Pola polkadot berukuran besar memberikan kesan yang berani dan mencolok, sementara pola polkadot kecil memberikan kesan yang lebih halus dan elegan. Pilihan ini memungkinkan setiap individu untuk mengekspresikan kepribadian mereka melalui baju polkadot dengan cara yang unik dan pribadi.

Tidak hanya dalam busana, tren baju polkadot juga merambah ke aksesori dan detail pakaian. Kerah, manset, atau pita dengan pola polkadot menjadi aksen yang menarik pada busana, memberikan sentuhan klasik dan menyenangkan pada tampilan secara keseluruhan.

Satu hal yang penting untuk diingat tentang tren baju polkadot adalah daya tahannya terhadap perubahan mode. Meskipun tren dan gaya berubah dari musim ke musim, polkadot tetap menjadi pola yang dikenali dan dicintai. Baik dalam desain klasik atau penampilan yang lebih modern, pola ini tetap relevan dan memberikan nuansa retro yang memikat.

Desainer yang Turut Mengikuti Tren Polkadot

Pola polkadot telah menjadi tren yang populer dalam dunia mode selama bertahun-tahun, dan banyak perancang yang telah mengadopsi motif ini dalam koleksi mereka. Beberapa perancang terkenal yang telah berkontribusi pada tren polkadot antara lain:

Coco Chanel

Salah satu ikon mode paling berpengaruh dalam sejarah, Coco Chanel, dianggap telah mempopulerkan pola polkadot dalam mode pada tahun 1920-an. Dia memperkenalkan polkadot dalam koleksi busana haute couture dan prêt-à-porter-nya, membawa pola ini ke tingkat kesadaran yang lebih luas di kalangan perempuan saat itu.

Yayoi Kusama

Seorang seniman dan perancang mode asal Jepang, Yayoi Kusama, terkenal karena karyanya yang dipenuhi dengan pola titik-titik. Ia menciptakan seni yang unik dan diakui karena kecintaannya pada motif polkadot yang menjadi ciri khas karyanya.

Baca juga:   Plus Fours: Celana Popular Tahun 1920-an Untuk Para Pria

Christian Dior

Salah satu desainer mode paling terkenal di dunia, Christian Dior, juga telah menyertakan pola polkadot dalam koleksi-koleksi haute couture-nya. Ia memadukan polkadot dengan gaya feminin dan elegan Dior, memberikan tampilan yang klasik dan glamor.

Marc Jacobs

Seorang desainer Amerika yang terkenal, Marc Jacobs, juga telah mencintai motif polkadot dalam desainnya. Polkadot sering kali menjadi bagian dari koleksi busana dan aksesori mereknya, menambahkan sentuhan menyenangkan dan playful pada gaya modern.

Dolce & Gabbana

Merek fashion Italia, Dolce & Gabbana, juga pernah menciptakan koleksi yang menampilkan motif polkadot. Mereka telah menggunakan pola ini dalam berbagai pakaian, seperti dress, blus, dan rok, memberikan tampilan yang bergaya dan mewah.

Diane von Fürstenberg

Desainer fashion legendaris asal Belgia, Diane von Fürstenberg, dikenal karena menciptakan wrap dress ikonik. Ia juga telah menciptakan desain polkadot yang populer dan menjadi bagian dari warisan mode yang tak lekang oleh waktu.

Tren Style Polkadot Klasik dan Terus Dicintai Penggemarnya 

sejarah polkadot
Sumber: bloshka.info

Kesimpulannya, tren baju polkadot merupakan salah satu tren yang tak lekang oleh waktu. Pola ini menawarkan kemampuan untuk menciptakan penampilan yang klasik, elegan, dan menyenangkan. 

Fleksibilitas polkadot dalam berbagai gaya, ukuran, dan warna memungkinkan siapa saja untuk menemukan padanan yang sesuai dengan selera dan kepribadian mereka. Jadi, jangan ragu untuk mengadopsi tren baju polkadot dan nikmati pesonanya yang abadi dalam dunia mode.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Baca juga:   Inspirasi Coats Alias Mantel Era 1950
Reference: 
http://bloshka.info/2021/03/26/polka-dot/ diakses 21 July 2023

Related Post

Be a Contributor and 
Write for Us
Tell me more
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram