Monday, 01 January 2022

Fakta Unik Dibalik Sejarah Sarung

Sarung merupakan kain yang keberadaannya tak dapat terelakkan sebagai sebuah produk busana muslim yang versatile.
February 28, 2023  | Anggun Tifani
sejarah sarung
 

Sarung turut terus-menerus menghiasi kancah dunia fesyen busana muslim di Indonesia. Sarung terbuat dari berbagai macam bahan, seperti katun, sutera, ataupun poliester. Umumnya diketahui, motif kain sarung biasanya ialah berupa kotak-kotak atau garis melintang.

Mengutip buku Wonderful Islam karya Muhammad Khalil dan Kinanti Atmarandy (95:2018), di Indonesia sarung menjadi salah satu pakaian kehormatan, yang menunjukan nilai kesopanan yang tinggi. Sebagian masyarakat muslim Idonesia mengenakan sarung untuk sholat di masjid dan memperingati hari raya, baik idul fitri maupun idul adha.

Namun ternyata di Timur Tengah, sarung bukanlah busana yang identik dikenakan untuk ibadah. Yuk, simak ulasan menarik tentang sarung di bawah ini!

Sejarah sarung dari Yaman

Diketahui menurut sejarah, sarung berasal dari Yaman. Dalam hal ini, masyarakat Yaman menyebut sarung sebagai futah. Selain itu, sarung juga dikenal dengan nama izaar, wazaar atau ma'awis. Sebagai negara yang mengawali sejarah pembuatan sarung, Yaman pun dikenal sebagai negara dengan hasil produksi sarung berkualitas tinggi.

Sarung bukan busana untuk ibadah

Masih dikutip dari buku yang sama, di dunia Arab sarung bukanlah pakaian yang identik dengan kegiatan ibadah seperti sholat. Bahkan di Mesir, sarung dianggap tidak pantas dipakainke masjid maupun menghadiri acara formal dan penting lainnya.

Di Mesir, Sarung justru berfungsi sebagai baju tidur yang hanya digunakan saat tidur. Sarung juga digunakan orang-orang Turki abar pertengahan sebagai baju tidur.

Sarung sebagai saksi perjuangan bangsa

Di Indonesia, sarung muncul sejak abad 14 yang dibawa oleh pedagang Arab dan India. Menurut sejarah memoar yang ditulis Pangeran Djajadiningrat dari Kesultanan Banten, disebutkan masyarakat Jawa masih menggunakan sarung, jas model Jawa, dan kain tutup kepala yang disebut destar hingga sekitar tahun 1902.

Baca juga:   Segmen Utama Industri Fashion

Ketika era penjajahan Belanda, sarung identik dengan perjuangan melawan budaya barat. Popularitas sarung sebagai sebuah busana muslim identik digunakan oleh masyarakat santri.

Sejarah pemakaian sarung di Indonesia, jugdia digandrungi oleh kaum nasionalis abangan yang pernah hampir meninggalkan sarung dan menggantinya dengan celana formal yang dianggap lebih praktis dan moderen.

Secara konsisten penggunaan sarung dilakukan oleh salah satu tokoh pejuang, KH Abdul Wahab Hasbullah, seorang tokoh penting di Nahdhatul Ulama (NU). Suatu kali, ia pernah diundang Presiden Soekarno ke Istana. Protokol istana mewajibkan seluruh undangan untuk berpakaian formal lengkap dengan jas dan dasi. Namun ternyata, Abdul Wahab tetap bersikukuh untuk menggunakan jas dan sarung.

Langkah tersebut dianggapnya sebagai cara untuk menampilkan diri sebagai seorang pejuang yang berkali-kali bertempur melawan Belanda dan Jepang, yang tetap konsisten menggunakan sarung sebagai simbol perlawanan terhadap penjajah barat. Abdul Wahab ingin menunjukkan harkat dan martabat bangsanya yang tinggi di hadapan budaya barat.

Popularitas sarung di berbagai dunia

Sarung sebagai produk fesyen busana muslim, juga merupakan bagian kehidupan dari kehidupan tradisi berbusana di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, dan Myanmar.

sejarah sarung
Sumber: Kemdikbud

Di Indonesia, jenis kain sarung yang paling populer berasal dari Samarinda. Keistimewaan sarung Samarinda adalah bahan bakunya yang menggunakan sutera yang khusus didatangkan dari Cina. Sebelum ditenun, bahan baku sutera masih harus menjalani beberapa proses agar kuat saat dipintal.

Demikian ulasan tentang berbagai fakta unik tentang sarung dan sejarahnya. Semoga dapat menjadi hasanah ilmu yang bermanfaat dalam memahami tradisi busana di Nusantara.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Baca juga:   Peran Budaya dalam Menentukan Tren Fashion di Indonesia
Reference: 
https://regional.kompas.com/read/2022/03/18/194803578/sejarah-sarung-fungsi-dan-makna (Diakses pada: 22 Januari 2023)
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram