Fashion tahun 60-an adalah era revolusi untuk fashion terutama pakaian wanita. Trend fashion tahun 60-an dipenuhi pakaian wanita berwarna cerah, desain yang menarik, dan budaya yang bertentangan dengan mode represif dari era sebelumnya.
Didominasi oleh flare pants, mini skirt, turtleneck shirts, dan pattern dress, beberapa genre gaya utama pada tahun 1960 adalah cara berpakaian mod, hippie, dan beatnik. Warna dan pola pakaian di tahun ini lebih besar dan cerah, tak jarang juga dilengkapi dengan topi dan stockings.
Fashion icon tahun 60-an yang terkenal adalah Jacqueline Lee Kennedy atau Jacqualine O dan Audrey Hepburn. Melalui ‘Breakfast at Tiffany’s’, Audrey Hepburn memberikan efek luar biasa di dunia mode dengan memamerkan barang-barangnya di film tersebut. Salah satu pakaiannya yang paling ikonik adalah gaun hitam yang dirancang oleh Hubert de Givenchy yang tersohor.
Mode di 60-an juga terdiri dari subkultur mod atau tampilan London. Orang Inggris berperan serta dalam mengatur estetika fashion dengan desainer terpandang seperti Mary Quant. Ia juga berperan penting dalam merancang hot pants, yang merupakan salah satu item paling dicari dan tampilan baby doll yang terkenal. Saat itu baby doll disebut sebagai Lolita dress.
Tak hanya mod, subkultur beatnik sebagian besar berasal dari seni dan melambangkan gaya pakaian sederhana yang mencakup topi baret, sepatu pantofel, dan motif bergaris.
Trend fashion tahun 60-an dimulai dengan rok mini yang masih terus populer hingga kini. Identik dengan rok mini atau dress setinggi tujuh inci di atas lutut, para wanita sering memasangkannya dengan stocking berwarna senada.
Beberapa jenis rok mini yang sering dipakai adalah rok mini berjumbai, rok mini jeans, rok mini kancing, rok mini lipit, dan rok mini asimetris.
Pada dasarnya, gaun Lolita dibuat longgar di bagian pinggang dan biasanya berukuran midi atau mini. Pada era 60-an, modelnya bermacam-macam mulai dari lengan balon bermotif polkadot dan floral sampai yang berenda dengan kerah rendah.
Saat ini Lolita dress sudah berevolusi sebagai atasan dan bisa dipadukan dengan rok atau celana jeans.
Fashion tahun 1960 merupakan era pertama untuk warna-warna cerah dan motif cetak yang unik. Kamu bisa menemukan motif geometri, floral sampai tartan dengan warna-warna terang yang eye-catching.
Orang-orang sering padu padan gaya pakaian dan tabrak warna dengan berani, menciptakan fashion style yang super keren.
Salah satu fashion item wajib pada tahun 1960 adalah stocking. Tak jarang para wanita mengenakan rok pendek disertai stocking berwarna kuning, merah, dan hijau.
Pokoknya, kalau kamu mau kembali ke era fashion 60-an, kuncinya adalah mengenakan warna-warna terang from head to toe. Berlaku untuk one set, long straight pants maupun rok.
Tak hanya warna-warni pelangi, tren fashion 1960 juga memiliki warna hitam dan putih. Ini adalah perubahan yang menyegarkan dari pakaian monoton sebelumnya.
Kamu akan menemukan pakaian serba putih dan diberi sentuhan garis hitam di bagian pinggang. Gaya semacam ini masih sangat populer di dunia mode bahkan hingga saat ini.
With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!