Monday, 01 January 2022

Tips Memilih Pakaian Berdasarkan Skin Undertone

Warna terbaik di seluruh dunia adalah warna yang terlihat bagus pada dirimu
February 11, 2026  | Melisa Nirmaladewi
cara memilih pakaian berdasarkan skintone
 

Memilih pakaian sering kali dianggap sekadar soal tren atau selera pribadi. Padahal, ada satu faktor penting yang sangat memengaruhi bagaimana sebuah outfit terlihat di tubuh seseorang, yaitu skin tone atau warna kulit. Warna pakaian yang tepat bisa membuat wajah terlihat lebih cerah, segar, dan berkilau, sementara warna yang kurang sesuai justru bisa membuat kulit tampak kusam, lelah, atau “tenggelam”. Karena itu, memahami tips memilih pakaian berdasarkan skin tone adalah langkah penting untuk membangun gaya yang tidak hanya stylish, tetapi juga flattering.

Memahami Perbedaan Skin Tone dan Undertone

Sebelum masuk ke tips styling, penting untuk memahami perbedaan antara skin tone dan undertone karena keduanya sering tertukar. Skin tone adalah warna kulit yang terlihat secara kasat mata, seperti terang, medium, sawo matang, atau gelap. Skin tone bisa berubah karena paparan matahari, perawatan kulit, atau faktor lingkungan.

Sementara itu, undertone adalah warna dasar kulit yang tidak berubah, apa pun kondisi kulitmu. Undertone inilah yang paling menentukan apakah suatu warna pakaian akan terlihat menyatu atau justru bertabrakan dengan kulitmu. Secara umum, undertone dibagi menjadi tiga kategori utama: warm, cool, dan neutral.

Orang dengan undertone warm biasanya memiliki nuansa kekuningan, keemasan, atau olive. Undertone cool memiliki nuansa kemerahan, pink, atau kebiruan. Sedangkan undertone neutral berada di tengah-tengah, tidak terlalu kuning maupun pink, sehingga relatif fleksibel terhadap banyak warna.

Cara Mengenali Undertone Kulit

Salah satu cara paling populer untuk mengenali undertone adalah dengan melihat warna pembuluh darah di pergelangan tangan. Jika pembuluh darah terlihat kehijauan, kemungkinan undertone-mu warm. Jika terlihat kebiruan atau keunguan, kamu cenderung cool. Jika sulit dibedakan, bisa jadi undertone-mu netral.

Baca juga:   Tren Outfit Warna Pastel yang Kembali Mendominasi

Cara lain adalah dengan memperhatikan perhiasan yang paling cocok di kulitmu. Jika perhiasan emas terlihat lebih menyatu, biasanya undertone warm. Jika perhiasan perak lebih menonjol, kemungkinan undertone cool. Undertone netral biasanya cocok dengan keduanya.

Tes sederhana lainnya adalah melihat reaksi kulit terhadap sinar matahari. Kulit dengan undertone warm cenderung mudah tanning, sedangkan undertone cool lebih mudah kemerahan atau terbakar.

Tips Memilih Warna Pakaian untuk Undertone Warm

Pemilik undertone warm umumnya terlihat paling bersinar saat mengenakan warna-warna hangat dan earthy. Warna-warna ini menyatu dengan nuansa alami kulit sehingga menciptakan tampilan yang harmonis.

Pilihan warna yang ideal untuk undertone warm antara lain krem, beige, cokelat, camel, terracotta, olive, mustard, khaki, dan berbagai turunan warna kuning. Warna merah bata, coral, dan peach juga sangat flattering karena mengikuti spektrum hangat kulit.

Untuk warna netral, sebaiknya pilih putih gading atau off-white dibandingkan putih bersih. Putih terang dengan nuansa kebiruan bisa membuat kulit undertone warm terlihat kusam. Begitu juga dengan hitam, masih bisa dikenakan, tetapi akan terlihat lebih lembut jika dipadukan dengan aksesori atau makeup bernuansa hangat.

Sebaliknya, warna yang sebaiknya dihindari atau diminimalkan adalah warna-warna cool ekstrem seperti icy blue, lavender pucat, atau silver yang sangat dingin. Warna ini bisa membuat kulit terlihat abu-abu atau kurang hidup.

Tips Memilih Warna Pakaian untuk Undertone Cool

Pemilik undertone cool akan terlihat paling segar saat mengenakan warna-warna dengan nuansa dingin dan jewel tone. Warna-warna ini menonjolkan rona alami kulit dan memberi efek cerah pada wajah.

Beberapa warna yang sangat cocok untuk undertone cool antara lain navy, cobalt blue, emerald, plum, burgundy, wine, fuchsia, dan lavender. Warna pastel dengan nuansa kebiruan, seperti baby blue atau mint, juga biasanya terlihat sangat flattering.

Baca juga:   Ampuh Banget! Begini Cara Mudah dan Cepat Perbaiki Resleting yang Rusak

Untuk warna netral, putih bersih, abu-abu, dan hitam klasik adalah pilihan aman. Warna-warna ini menciptakan kontras yang elegan dengan undertone cool. Perpaduan monokrom hitam-putih sering kali terlihat sangat kuat pada pemilik undertone ini.

Warna yang sebaiknya dihindari adalah warna kuning keemasan, oranye terang, atau cokelat kemerahan yang terlalu hangat karena bisa membuat kulit terlihat kemerahan atau tidak seimbang.

Tips Memilih Warna Pakaian untuk Undertone Neutral

Undertone netral sering dianggap paling “beruntung” karena relatif cocok dengan berbagai warna. Namun, bukan berarti semua warna otomatis terlihat sempurna. Kuncinya adalah memilih warna yang tidak terlalu ekstrem ke arah warm atau cool.

Pemilik undertone netral biasanya terlihat sangat baik dalam warna dusty, muted, atau warna-warna dengan saturasi sedang. Contohnya dusty pink, sage green, taupe, mauve, denim blue, dan soft white.

Baik emas maupun perak biasanya sama-sama cocok, sehingga pilihan warna pakaian pun bisa lebih luas. Namun, warna neon yang terlalu terang atau warna yang terlalu pucat bisa tetap terlihat kurang menyatu jika tidak diimbangi dengan styling yang tepat.

Mengoptimalkan Pilihan Warna Lewat Styling, Pencahayaan, dan Aksesori

Selain memahami warna yang sesuai dengan undertone, ada satu hal lain yang sering luput diperhatikan, yaitu bagaimana warna pakaian berinteraksi dengan pencahayaan dan konteks pemakaian. Warna yang terlihat sangat cocok di dalam ruangan belum tentu memberikan efek yang sama saat dikenakan di bawah sinar matahari. 

Misalnya, warna beige atau krem pada undertone warm bisa terlihat sangat lembut di indoor lighting, tetapi tampak lebih pucat saat terkena cahaya alami. Begitu pula warna jewel tone pada undertone cool yang terlihat dramatis di dalam ruangan, namun bisa tampak lebih “ringan” di luar ruangan. Karena itu, cobalah melihat outfit-mu di berbagai kondisi cahaya sebelum memutuskan warna favorit.

Baca juga:   6 Cara Modis Padu Padan Rok Pensil

Kamu juga bisa memanfaatkan layering untuk “menyesuaikan” warna yang sebenarnya kurang ideal dengan undertone kulitmu. Misalnya, jika kamu memiliki undertone warm tetapi ingin mengenakan atasan berwarna cool seperti baby blue, kamu bisa menambahkan outer berwarna camel, olive, atau cokelat hangat di bagian luar. Cara ini membantu menyeimbangkan keseluruhan tampilan sehingga warna yang kurang menyatu tidak terlalu mendominasi area dekat wajah.

Hal penting lainnya adalah memahami bahwa preferensi pribadi tetap memiliki ruang. Tidak semua orang ingin “tunduk” sepenuhnya pada teori warna. Jika kamu menyukai warna tertentu yang sebenarnya kurang sesuai dengan undertone, kamu tetap bisa memakainya dengan trik styling, seperti menjauhkannya dari area wajah atau menyeimbangkannya dengan warna lain yang lebih flattering.

Pada akhirnya, tips memilih pakaian berdasarkan skin tone bukan bertujuan membatasi pilihan, melainkan membantu kamu memahami alasan di balik mengapa suatu warna terlihat lebih hidup di kulitmu. Dengan pemahaman ini, kamu bisa berbelanja lebih cerdas, membangun wardrobe yang lebih efektif, dan tampil percaya diri tanpa harus selalu mengikuti tren. Karena saat warna pakaian selaras dengan warna kulit, yang terlihat bukan hanya outfit yang bagus, tetapi juga versi terbaik dari dirimu sendiri.

Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!

Reference: 
https://www.ogleschool.edu/blog/a-guide-to-fashion-based-on-your-skin-undertone/
https://lunalondon.com/blogs/news/draft-the-best-light-settings-for-makeup-warm-vs-cool-vs-natural-explained?srsltid=AfmBOoosGIYijBf66995HurVAyljrhxvO8akkl0sC8N1BdgsX8bInCsA
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram