Monday, 01 January 2022

Tips merawat Pakaian berbahan Suede

Suede bukan bahan yang rewel. Ia hanya meminta perhatian yang tepat agar keindahannya bertahan lama
December 31, 2025  | Melisa Nirmaladewi
cara merawat suede
 

Pakaian berbahan suede selalu memiliki daya tarik tersendiri. Teksturnya yang lembut, tampilan matte yang elegan, serta kesan mewah yang tidak berlebihan membuat suede sering dianggap sebagai material “investasi”. Jaket suede, misalnya, mampu langsung mengangkat tampilan menjadi lebih refined tanpa terlihat terlalu formal. Namun di balik pesonanya, suede juga dikenal sebagai bahan yang cukup “rewel” dalam perawatan.

Berbeda dengan kulit halus (smooth leather), suede memiliki permukaan berbulu halus yang membuatnya lebih mudah menangkap debu, kotoran, dan noda. Belum lagi sifatnya yang kurang bersahabat dengan air. Tak heran jika banyak orang merasa cemas setiap kali mengenakan pakaian suede, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi atau kelembapan udara yang tinggi.

Kabar baiknya, dengan pengetahuan dan kebiasaan yang tepat, merawat pakaian suede sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara merawat pakaian suede, terutama jaket, agar tetap awet, bersih, dan mempertahankan tampilannya dalam jangka panjang.

Mengenal Suede: Apa yang Membuatnya Istimewa?

Suede sejatinya adalah bagian dalam dari kulit hewan yang diproses sedemikian rupa hingga menghasilkan tekstur lembut dan berbulu. Jika kulit biasa menggunakan sisi luar (full-grain leather), suede justru memanfaatkan sisi dalamnya. Proses inilah yang membuat suede terasa lebih ringan, lebih fleksibel, namun juga lebih rentan terhadap gesekan dan cairan.

Tekstur “fuzzy” atau berbulu inilah yang menjadi ciri khas suede sekaligus sumber tantangan dalam perawatannya. Serat-serat halus tersebut mudah menangkap debu dan noda, serta dapat berubah tekstur jika terkena perlakuan yang salah. Oleh karena itu, suede membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda dari bahan kulit biasa.

Baca juga:   8 Langkah Konkret Menurunkan Dampak Industri Fashion Terhadap Perubahan Iklim

Mengapa Pakaian Suede Memerlukan Perawatan Khusus?

Keindahan suede datang dengan konsekuensi. Tidak seperti kulit halus yang relatif tahan air dan lebih mudah dibersihkan, suede tidak memiliki lapisan pelindung alami. Air dapat meninggalkan bercak, minyak bisa meresap dan menggelapkan warna, sementara gesekan berlebih dapat merusak arah seratnya.

Selain itu, minyak alami dalam kulit suede dapat mengering seiring waktu. Jika tidak dirawat, bahan ini bisa menjadi kaku, kusam, dan kehilangan kelembutannya. Inilah alasan mengapa perawatan suede sebaiknya bersifat preventif, bukan sekadar reaktif ketika kerusakan sudah terjadi.

Gunakan Protective Spray Sejak Awal dan Ulangi Secara Berkala

Prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati” sangat relevan dalam perawatan suede. Sebelum pakaian suede digunakan untuk pertama kali, sangat disarankan untuk melapisinya dengan protective spray khusus suede atau nubuck. Spray ini berfungsi sebagai lapisan pelindung yang membantu menahan air, debu, dan noda agar tidak langsung meresap ke dalam serat.

Cara penggunaannya cukup sederhana. Pastikan pakaian suede dalam kondisi bersih dan kering, lalu semprotkan spray secara merata dengan jarak tertentu agar tidak terlalu basah. Lakukan di area terbuka atau ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Jangan lupa untuk mengangkat bagian-bagian seperti kerah, lengan, atau lipatan saku agar seluruh permukaan terlindungi.

Lapisan pelindung ini tidak bersifat permanen. Seiring pemakaian, efeknya akan berkurang. Idealnya, protective spray diaplikasikan ulang setahun sekali, atau sebelum memasuki musim hujan dan periode pemakaian intensif.

Teknik Menyikat Suede yang Benar

Salah satu kunci menjaga tampilan suede tetap prima adalah menyikatnya secara rutin. Menyikat suede membantu mengangkat debu, mencegah kotoran menumpuk, dan menjaga arah serat agar tetap rapi.

Baca juga:   Daftar Rekomendasi Podcast Tentang Fashion di Spotify, Wajib Dengar!

Gunakan sikat suede berbulu lembut, baik dari bahan alami maupun silikon. Hindari sikat dengan bulu logam atau bahan kasar karena dapat menggores atau merobek serat suede, terutama suede modern yang cenderung lebih tipis dan ringan.

Saat menyikat, lakukan gerakan lembut searah dengan arah serat (nap). Teknik ini membantu mempertahankan tampilan yang seragam dan halus. Jika ada area yang terlihat mengkilap atau “gepeng”, menyikat perlahan dapat membantu mengangkat kembali seratnya.

Jangan Ragu Membawa ke Profesional

Perawatan mandiri memang penting, tetapi pakaian suede tetap membutuhkan sentuhan profesional dari waktu ke waktu. Setelah dipakai berbulan-bulan, terutama jika sering digunakan, jaket atau pakaian suede bisa terlihat kusam atau kotor di area tertentu seperti kerah, manset, dan bagian bawah.

Membersihkan suede bukan pekerjaan sembarangan. Dry cleaner biasa belum tentu memahami karakter setiap jenis kulit. Oleh karena itu, pilih jasa dry cleaning yang berpengalaman menangani pakaian berbahan kulit dan suede. Mereka akan mempertimbangkan jenis kulit, teknik pewarnaan, serta lapisan pelindung yang digunakan, termasuk proses re-oiling untuk mengembalikan kelembapan alami kulit.

Frekuensi pembersihan profesional sebaiknya disesuaikan dengan intensitas pemakaian. Jika sering dipakai, setahun sekali sudah cukup. Jika hanya sesekali, dua tahun sekali pun masih aman. Membersihkan suede terlalu sering justru berisiko mengubah tekstur alaminya.

Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!

Reference: 
https://www.percivalclo.com/blogs/fabric-guides/suede-care-guide?srsltid=AfmBOor48A0JC4VilTHQlC1-LJEq1T7hqm_rDdSz5w_0rgGfrEic-uWi
https://www.mrporter.com/en-de/journal/fashion/the-ultimate-guide-to-suede-care-10340546
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram