
Sepatu kulit sering dianggap sebagai simbol kualitas, keanggunan, dan investasi jangka panjang. Baik itu sepatu pantof formal, loafers kasual, maupun boots kulit, semuanya memiliki satu kesamaan: daya tahannya sangat bergantung pada cara perawatan. Sayangnya, banyak orang masih menganggap sepatu kulit sebagai barang “pakai lalu simpan”, tanpa rutinitas perawatan yang memadai. Padahal, sepasang sepatu kulit berkualitas bisa bertahan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, jika dirawat dengan benar.
Merawat sepatu kulit sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Prinsipnya mirip dengan merawat kulit manusia: perlu dibersihkan, dijaga kelembapannya, dan dilindungi dari kondisi ekstrem. Artikel ini akan membahas secara lengkap tips merawat sepatu kulit agar tetap awet, nyaman dipakai, dan selalu terlihat prima.
Kulit adalah material alami. Ia “hidup” dalam arti mampu menyerap dan melepaskan kelembapan, bernapas, serta berubah seiring waktu. Inilah yang membuat sepatu kulit memiliki karakter unik dan bisa terlihat semakin indah seiring usia. Namun, sifat alami ini juga membuatnya rentan terhadap kekeringan, retak, jamur, dan perubahan bentuk jika tidak dirawat dengan tepat.
Tanpa perawatan rutin, minyak alami dalam kulit akan hilang, pori-porinya tersumbat oleh kotoran, dan permukaannya menjadi kaku. Dalam jangka panjang, sepatu bisa kehilangan kilap, mudah tergores, bahkan pecah di area lipatan. Perawatan yang baik bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga struktur dan fungsi sepatu itu sendiri.
Sebelum masuk ke teknik perawatan, penting untuk memahami bahwa tidak semua sepatu kulit dibuat dari jenis kulit yang sama. Sepatu formal umumnya menggunakan calfskin leather (kulit anak sapi) yang bertekstur halus dan lentur. Ada pula suede dengan permukaan berbulu halus, serta kulit eksotis seperti buaya atau burung unta yang membutuhkan perawatan khusus.
Artikel ini berfokus pada sepatu berbahan kulit halus (smooth leather), karena jenis ini paling umum digunakan dan paling fleksibel dalam perawatan. Jika sepatu kamu berbahan suede atau nubuck, metode pembersihannya akan sedikit berbeda dan sebaiknya tidak disamakan.
Merawat sepatu kulit tidak selalu berarti menyemir setiap saat. Justru kebiasaan kecil sehari-hari memiliki dampak besar terhadap umur sepatu.
Pertama, gunakan shoe horn atau sendok sepatu setiap kali memakainya. Memasukkan kaki secara paksa dapat merusak bagian tumit sepatu (heel counter), yang berfungsi menopang bentuk sepatu secara keseluruhan. Kerusakan di area ini sering kali tidak bisa diperbaiki.
Kedua, rotasi pemakaian sepatu. Idealnya, sepatu kulit tidak dipakai dua hari berturut-turut. Saat digunakan, sepatu menyerap keringat dan kelembapan dari kaki. Memberinya waktu istirahat memungkinkan sepatu mengering secara alami dan mencegah bau, jamur, serta pelapukan dini.
Ketiga, bersihkan debu setelah dipakai. Cukup dengan sikat berbulu halus atau kain kering. Debu yang dibiarkan menumpuk bisa masuk ke pori-pori kulit dan mempercepat kerusakan permukaan.
Hujan adalah musuh klasik sepatu kulit. Jika sepatu terkena air, langkah pertama adalah mengelap kelebihan air dengan kain kering. Setelah itu, biarkan sepatu mengering secara alami di suhu ruangan.
Hindari menjemur di bawah matahari langsung atau menggunakan hair dryer. Panas berlebih dapat membuat kulit menyusut, mengeras, dan akhirnya retak. Untuk membantu mempertahankan bentuk sepatu, masukkan shoe tree dari kayu (terutama cedar) saat sepatu mulai setengah kering.
Shoe tree sering dianggap aksesori tambahan, padahal fungsinya sangat vital. Alat ini membantu menjaga bentuk sepatu, mengurangi lipatan berlebih di bagian depan, serta menyerap kelembapan dari dalam sepatu.
Jenis shoe tree tidak perlu mahal, yang terpenting terbuat dari kayu dan ukurannya pas dengan sepatu. Kayu cedar sering direkomendasikan karena memiliki aroma alami yang membantu mengurangi bau.
Biasakan memasang shoe tree setiap kali sepatu selesai dipakai, terutama jika sepatu digunakan seharian penuh.
Selain pembersihan ringan harian, sepatu kulit juga perlu dibersihkan lebih mendalam secara berkala. Pembersihan ini bertujuan mengangkat sisa semir lama, kotoran, dan zat asing yang menumpuk di permukaan kulit.
Gunakan pembersih kulit khusus atau saddle soap yang bersifat lembut. Proses ini tidak perlu sering, cukup ketika sepatu terlihat kusam, warna tidak merata, atau semir mulai menggumpal di area lipatan. Pembersihan mendalam akan membuat kulit “bernapas” kembali dan siap menerima nutrisi baru.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




