
Memilih jeans yang tepat bukan hanya soal mengikuti tren atau gaya, tetapi juga bagaimana pakaian tersebut bisa memperkuat penampilan dan menyeimbangkan proporsi tubuh. Bagi pemilik pear body shape, yaitu bentuk tubuh dengan pinggul lebih lebar dibanding bahu dan dada, pemilihan jeans yang tepat sangat penting. Jeans yang salah bisa membuat tubuh terlihat tidak proporsional, sementara pilihan yang tepat bisa menciptakan ilusi kaki lebih panjang, pinggul lebih ramping, dan siluet tubuh lebih seimbang.
Sebelum membahas tips memilih jeans, penting untuk memahami karakteristik pear body shape. Bentuk tubuh ini biasanya ditandai dengan pinggul dan paha yang lebih lebar dibanding bagian atas tubuh. Pinggang cenderung lebih ramping dibanding pinggul, sedangkan bahu dan dada terlihat lebih kecil. Bentuk tubuh ini menyerupai pir, sehingga namanya "pear" dalam bahasa Inggris. Dengan mengenali karakteristik ini, kita bisa lebih mudah memilih jeans yang menyeimbangkan bagian bawah tubuh dengan bagian atas, sehingga keseluruhan proporsi tubuh terlihat harmonis.
Salah satu fokus utama bagi pemilik pear body shape adalah menciptakan ilusi kaki yang lebih panjang dan ramping. Potongan jeans yang tepat dapat membantu mencapainya. Jeans dengan potongan straight leg atau lurus dari pinggul hingga mata kaki sangat ideal karena tidak menekankan lebar pinggul. Sedangkan bootcut jeans yang memiliki flare kecil di bagian bawah membantu menyeimbangkan pinggul lebar dengan menarik perhatian ke bagian kaki bawah.
Pilihan slim fit atau tapered juga bisa bekerja jika tidak terlalu ketat di paha. Jeans yang pas di pinggang dan paha namun sedikit longgar di bagian betis mampu menyeimbangkan proporsi. Sebaliknya, skinny jeans yang terlalu ketat di seluruh kaki sebaiknya dihindari karena menonjolkan area pinggul dan paha sehingga tubuh terlihat lebih lebar.
Tinggi pinggang jeans memainkan peran penting dalam menciptakan siluet proporsional bagi pear body shape. Jeans high-waist sangat direkomendasikan karena mampu menutupi pinggul lebih lebar, menonjolkan pinggang yang ramping, serta menciptakan ilusi kaki lebih panjang. Mid-rise jeans dapat menjadi alternatif, tetapi pastikan tidak terlalu ketat agar tidak menonjolkan pinggul. Sebaliknya, low-rise jeans sebaiknya dihindari karena dapat membuat pinggul terlihat lebih besar dan mengurangi keseimbangan proporsi tubuh.
Warna dan finishing jeans juga memengaruhi bagaimana pinggul dan paha terlihat. Jeans berwarna gelap, seperti biru tua, hitam, atau abu gelap, mampu memberikan efek mengecilkan pinggul dan paha. Sebaliknya, warna cerah atau pucat sebaiknya dihindari di bagian pinggul karena akan membuat area tersebut lebih terlihat lebar. Selain itu, hindari jeans dengan terlalu banyak detail di bagian pinggul seperti kantong besar, bordir, atau patch karena akan menarik perhatian ke area tersebut. Finishing yang sederhana atau faded ringan di bagian paha justru bisa memberi efek ramping dan menyeimbangkan proporsi tubuh.
Selain potongan, pemilihan jeans juga harus disesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan harian. Untuk pemakaian sehari-hari, straight leg atau bootcut high-waist dengan warna gelap sangat mudah dipadupadankan dengan berbagai atasan, baik untuk tampil kasual maupun semi-formal. Untuk tampilan lebih formal, jeans slim fit high-waist yang rapi tanpa detail berlebihan dapat dipadukan dengan blazer atau blouse agar terlihat profesional. Sedangkan untuk kegiatan santai atau weekend, cropped flare atau mom jeans memberikan kesan kasual modern yang tetap stylish.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




