Monday, 01 January 2022

Tren 'Dress over Jeans' adalah Bentuk Feminisme?

Kemunculan Holmes dengan gaya ‘dress over jeans’ sejatinya menegaskan bahwa perjuangan aktivis pada era 1850-an telah berhasil.
February 15, 2023  | Yaumil Azis
tren dress over jeans
 

Fesyen selalu berbicara tentang selera. Selalu ada pro-kontra di balik perbincangan ini. Nah, buat sebagian orang, beberapa tren fesyen pada awal tahun 2000 tidak menyenangkan untuk disaksikan sehari-hari.

Salah satu tren yang cukup menimbulkan kontroversi adalah ‘dress over jeans’. Sama persis dengan namanya, fesyen ini berlandaskan perpaduan antara dress dengan celana jeans, entah itu skinny, regular, atau bahkan cutbray dan baggy.

Alasan mengapa tren ‘dress over jeans’ tidak disukai beberapa orang dijelaskan oleh Krish C, seorang lulusan Fashion Style & Fashion Management London College of Fashion pada laman Quora. Ia menjawab pertanyaan, “Mengapa beberapa orang menganggap fashion di awal tahun 2000-an sebagai yang terburuk?”

“Secara khusus, jeans berkobar dengan kalung panjang dan ikat pinggang tidak benar-benar cocok,” jawab Krish di laman Quora tersebut. “Untungnya tampilan ini telah berevolusi dalam era di mana minimalis diapresiasi,” lanjutnya.

Apakah seburuk itu? Hm, kata sebagian orang, fesyen adalah pernyataan. Ternyata, ada makna mendalam pada tren ‘dress over jeans’ ini yang menyangkut gerakan feminisme. Simak ulasannya di bawah ya!

Kombo Skandal di Masa Lampau

Tren ‘dress over jeans’ sebenarnya bukan barang baru. Pada pertengahan abad ke-19, sudah cukup banyak orang khususnya kaum wanita yang mengenakan perpaduan ini. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya.

Penolakan ‘dress over jeans’ bukan dikarenakan selera. Lebih tepatnya, karena adanya label gender pada pakaian saat itu. Perempuan pada saat itu, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa, harus menggunakan gaun yang berat.

Kalian yang sering menyaksikan film-film berlatar belakang tahun 1850-an pastinya sudah cukup familiar dengan gaya ini. Perempuan harus menggunakan gaun berat dengan korset ketat yang ternyata menimbulkan banyak masalah fisik.

Baca juga:   Tren Boho Chic: Kembalinya Tren Gaya Bebas

Gaun ini membuat perempuan mengalami masalah kepanasan, kesulitan bernafas, kerusakan pada organ tubuh dan berbagai macam masalah medis lain. Pada beberapa kasus, banyak juga perempuan yang mengalami kecelakaan lantaran tersangkut oleh rok panjang saat melangkah.

“Aktivis hak perempuan seperti Amelia Jenks Bloomer dan Elizabeth Cady Stanton membuat masyarakat takut dengan perpaduan kontroversial tentang apa yang, pada waktu itu, dianggap sebagai dua pakaian dari berbeda gender,” tutur sejarawan fesyen, Cassidy Zachary.

Karena melawan norma, sudah jelas kalau gaya ‘dress over jeans’ pada era itu mendapatkan pertentangan. Ada banyak selebaran-selebaran bernada satir yang bercerita soal semesta alternatif, di mana peran gender terbalik dari yang ada saat ini.

“Perempuan yang menggunakan dress dan celana menjadi subjek ejekan internasional, dengan selebaran satir yang tak terhitung jumlahnya mengejek dunia lucu di mana peran gender dibalik: Perempuan merokok cerutu dan melamar pria yang tinggal di rumah, memasak, dan mengurus anak,” Cassidy menjelaskan.

Meski begitu, para aktivis perempuan tetap menyuarakan keresahannya soal gaun bermasalah itu. Terutama Bloomer yang begitu antusias memperkenalkan keuntungan dari kostumnya pada majalahnya sendiri, The Lily. Beberapa orang sampai memberi label kostum tersebut ‘Bloomerism’.

‘Dress Over Pants’ Hidup Kembali?

Seperti diketahui, tren ‘dress over pants’ sempat heboh pada awal tahun 2000. Sejumlah aktris dan selebritis papan atas dunia berbondong-bondong muncul di hadapan publik dengan gaun pendek yang dipadukan dengan celana jeans.

Tren tersebut kemudian hilang ditelah waktu, selayaknya tren-tren lain. Namun belakangan ini, sepertinya ‘dress over jeans’ bakal kembali muncul ke permukaan.

Sejumlah desainer dan jenama kenamaan menampilkan kombo ‘dress over jeans’ di atas runway sebagai koleksinya sejak tahun 2020. Namun, mereka tetap memberikan sentuhan modern seperti pemakaian gaun panjang atau pakaian berlapis.

Baca juga:   Ariana Greenblatt Pakai Dress Rancangan Desainer Indonesia!

Tren ini bisa semakin menguat dengan keberadaan selebritis sebagai ‘duta besar’-nya. Katie Holmes bisa menjadi salah satu motor penggerak awal di balik kembalinya ‘dress over jeans’ pada era sekarang.

Baru-baru ini, Holmes menghadiri iHeartRadio Jingle Ball 2022 yang diselenggarakan di New York. Holmes tampil dengan gaun mini tanpa tali berwarna indigo, ditambah gaya bandeau rumit pada bagian dada.

Gaun tersebut dipadukan dengan baggy jeans abu-abu dengan keliman yang berumbai pada bagian bawahnya. Baggy jeans itu mengekspos jelas sepatu sneakers berwarna hitam. Gaya Katie Holmes membuat banyak orang jadi mengenang masa lalu. Celana panjang, terutama jeans, tidak lagi dipandang sebagai pakaian yang dikhususkan untuk gender pria.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
https://www.huffpost.com/entry/dresses-over-jeans_l_60db9a34e4b0956390dd247f (Diakses pada: 16 Desember 2022)

https://www.cosmopolitan.com/uk/fashion/celebrity/a42214818/katie-holmes-jeans-dress-trend/ (Diakses pada: 16 Desember 2022)
Be a Contributor and 
Write for Us
Tell me more
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram