Monday, 01 January 2022

Mengulik Tren Rental Fashion, Jauh Lebih Ramah Lingkungan?

Maraknya narasi fashion yang memiliki dampak negatif pada lingkungan, tren konsumen untuk mencari alternatif fashion yang lebih sustainable mulai meningkat.
February 3, 2023  | Melisa Nirmaladewi
tren rental fashion
 

Pasti bukan hal yang asing jika kita menemukan beberapa brand fashion mulai melakukan kampanye hijau melalui promosi bahan dan praktik brand yang lebih sustainable. Selain pilihan produk brand fashion yang dikemas lebih ‘hijau’, pilihan untuk belanja pakaian bekas atau thrifting juga menjadi salah satu pilihan. Namun, solusi hijau dalam fashion kini tidak lagi hanya sekadar transaksi untuk membeli dan memiliki baju. Kini, konsumen dihadirkan pilihan yang tidak kalah menarik dengan kehadiran tren rental fashion.

Hadirnya rental fashion memberi angin segar dalam menyediakan alternatif pilihan dalam memiliki fashion item. Sebagai salah satu industri yang paling menyumbang limbah di dunia karena permintaan yang tinggi, berbagi lemari pakaian jadi terlihat masuk akal – terutama untuk lingkungan. Meskipun fenomena rental fashion bukanlah fenomena baru (seperti Rent the Runway, persewaan asal Amerika Serikat yang telah beroperasi selama lebih dari 10 tahun), peningkatan kepedulian lingkungan telah membuat persewaan pakaian lebih populer dari sebelumnya.

Tren Rental Fashion: Cara Kerja

Cara kerja rental fashion memiliki kemiripan dengan cara kerja airbnb. Yang membedakan, perental akan memberikan daftar beberapa pilihan pakaian yang bisa dipinjam oleh konsumen. Daftar dan pilihan pakaian yang tersedia dari satu perental bisa berbeda dengan perental lainnya. 

tren rental fashion
Sumber: Instagram.com/byrotation

Misalnya salah satu jasa rental fashion By Rotation dari Amerika Serikat yang menyediakan jasa rental secara peer-to-peer yang mempertemukan seseorang yang ingin merental pakaiannya pada konsumen yang ingin melakukan sewa baju. Penyewa pakaian mengelola prosesnya sendiri, baik memposting atau bertemu untuk bertukar barang, dan mengurus laundry baju melalui perantara website By Rotation. 

tren rental fashion
Sumber: Instagram.com/mywardrobe_hq

Sementara jasa rental bernama My Wardrobe HQ, menyimpan barang-barang yang diautentikasi dari penjual independen dan stok yang tidak terjual dari pabrik. Mereka menghasilkan uang dari mengambil persentase dari biaya sewa.

Baca juga:   Mengenal Fashion Multifungsi, Alternatif Pakaian yang Ramah Lingkungan

Jumlah biaya yang perlu dibayarkan konsumen dalam menggunakan jasa rental fashion ditentukan beragam faktor. Beberapa perhitungannya bisa dilihat dari durasi peminjaman, jenis pakaian yang dipinjam, hingga layanan tambahan yang dipesan (misal pengiriman kilat atau laundry). Kemudahan dalam mengakses rental fashion juga semakin terasa karena jasa peminjaman pakaian di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Beberapa jasa rental fashion di Indonesia yang bisa kamu coba adalah Style Theory, Rentique, Rentlux Studio, dan Bridestory

Manfaat Beralih ke Rental Fashion

Kenapa harus meminjam jika mampu membeli? Mungkin pikiran itu adalah pertimbangan pertama yang muncul ketika mendengar fenomena rental fashion ini. Well, ini hal yang wajar. Memiliki barang pasti jauh lebih memuaskan daripada hanya meminjamnya dalam jangka waktu tertentu. Tapi, coba kamu ingat-ingat lagi bagaimana dampak dari limbah fashion yang membahayakn lingkungan dalam jangka panjang.

tren rental fashion
Sumber: AFP

Menurut Business Insider, produksi fashion menyumbang 10% dari total emisi karbon global yang jumlahnya setara dengan limbah yang diproduksi negara-negara di Uni Eropa. Dampak dari proses produksi fashion bisa mengeringkan sumber air dan mencemari sungai, sementara 85% dari semua tekstil dibuang ke tempat pembuangan setiap tahun. Tidak hanya dari proses produksinya, mencuci pakaian juga bisamelepaskan 500.000-ton serat mikro ke laut setiap tahunnya yang jumlahnya setara dengan 50 miliar botol plastik. Jumlah limbah ini bisa semakin meningkat dengan semakin maraknya praktik fast fashion yang sering dilakukan oleh brand-brand besar di dunia.

Berdasarkan hasil penelitian dari Women’s Wear Daily, menyewa pakaian bisa menghemat air 24% lebih sedikit, menghemat 6% energi, dan mengurangi emisi CO2 sebesar 3%. Hal ini mungkin terlihat kecil, tapi bayangkan jika kamu sudah membiasakan untuk meminjam baju dan mengajak orang-orang terdekat untuk melakukan kebiasaan serupa. Rental fashion bukan hanya soal untuk memenuhi kebutuhan style fashion yang beragam, tapi juga tentang keberlanjutan untuk menjaga lingkungan. Gimana, apakah kamu sudah tertarik untuk mencoba?

Baca juga:   10 Inovasi Fashion Unik, Serat Buah Jeruk Salah Satunya

With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
https://www.theguardian.com/fashion/2020/sep/20/the-rise-of-fashion-rental-scarlett-conlon (Diakses pada: 20 November 2022)
https://www.harpersbazaar.com/uk/fashion/fashion-news/a27647785/rental-fashion-saving-our-planet-sustainability/ (Diakses pada: 20 November 2022)
https://www.luxurytribune.com/en/renting-clothes-the-future-of-fashion (Diakses pada: 20 November 2022)
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram