Monday, 01 January 2022

Tumbuhan Lokal yang Dijadikan Pewarna Alami Tekstil

Umumnya pewarna tekstil yang selama ini dikenal berasal dari bahan kimia atau sintetis, yang banyak digunakan oleh industri tekstil karena lebih praktis, efektif, dan efisien.
April 16, 2024  | Pipintri Aviteni Damayanti
Tumbuhan Pewarna Alami Tekstil
 

Tumbuhan Lokal yang Dijadikan Pewarna Alami Tekstil - Proses pewarnaan merupakan salah satu tahapan penting dalam pembuatan berbagai produk tekstil, begitu juga dengan teknik pewarnaan yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pewarnaan produk tekstil yang beragam dan menarik. 

Namun dibalik kemudahan penggunaan pewarna sintetis, terdapat efek buruk yang nantinya akan dialami oleh lingkungan seperti pencemaran air, tanah, dan udara.

Karena dampak yang dihasilkan dari proses pewarnaan tekstil menggunakan bahan sintetis tidaklah sedikit, hal tersebut kemudian menyebabkan pewarna sintetis mulai ditinggalkan. Pada akhirnya, secara perlahan banyak industri tekstil mulai beralih menggunakan pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. 

Berikut adalah berbagai tumbuhan lokal di Indonesia yang mudah didapat, dan umum untuk dijadikan sebagai pewarna alami tekstil antara lain:

Daun Tarum

Tarum merupakan tanaman khas dari Indonesia bagian barat yang digunakan sebagai salah satu pewarna alami paling terkenal, karena warna biru yang dihasilkan dari bunga tarum ini sudah digunakan selama ribuan tahun. Warna biru yang indah tersebut diperoleh melalui perendaman daun tarum dalam jumlah banyak selama satu hingga dua hari, setelah itu direbus dan dikeringkan, kemudian jika sudah selesai barulah pewarna alami ini dapat digunakan sebagai pewarna kain.

Kayu Secang

Secang merupakan tanaman semak yang dapat tumbuh di Asia Tenggara termasuk Indonesia, tanaman ini mengandung senyawa brazilin dan brazilein pada bagian batangnya. Senyawa tersebut dapat digunakan sebagai pewarna alami tekstil dalam bentuk bubuk atau potongan kayu yang direndam dan diekstraksi, untuk menghasilkan larutan pewarna merah dan merah kecoklatan pada serat tekstil. 

Baca juga:   5 Brand Upcycling Fashion Sulap Limbah Jadi Berkelas

Daun Pepaya

Pepaya merupakan tanaman lokal yang dapat tumbuh subur dan mudah ditemui di Indonesia, selain buahnya yang bisa dimanfaatkan ternyata daun dari tanaman ini juga dapat digunakan sebagai pewarna alami. Kandungan klorofil cukup tinggi yang dimiliki daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai pewarna hijau alami untuk kain katun, dengan cara direbus dan didinginkan kemudian disaring untuk mendapatkan larutan pewarna yang siap digunakan.

Daun Jati

Pohon jati adalah salah satu jenis pohon yang dapat menghasilkan kayu bermutu tinggi. Selain kayunya bisa dimanfaatkan, bagian lain dari pohon jati yang berguna adalah daunnya ternyata bisa dijadikan pewarna alami tekstil. Cara memperoleh warna alami dari daun jati cukup mudah, yaitu melalui proses perebusan untuk mendapatkan warna merah pekat dan pengukusan yang menghasilkan warna ungu kemerahan atau abu-abu lebih cerah.

Daun Suji

Tanaman suji termasuk ke dalam jenis tumbuhan perdu yang banyak dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil maupun untuk makanan, dengan warna yang dihasilkan adalah hijau. Warna hijau tersebut diperoleh dengan cara menumbuk halus daun suji yang diberi air dan didiamkan selama semalam, kemudian keesokan harinya air rendaman daun suji akan berubah warna menjadi hijau pekat dan siap untuk digunakan sebagai pewarna alami kain.

Kunyit

Tanaman kunyit merupakan rempah-rempah asli Indonesia yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami. Warna yang dihasilkan berasal dari rimpang atau umbi kunyit dengan kandungan senyawa kurkumin yang dapat memberikan warna kuning cerah hingga oranye pada serat tekstil. Proses pengolahannya dengan cara diparut halus kemudian direbus dan didinginkan, setelah itu air rebusan kunyit sudah siap digunakan untuk mewarnai kain.

Kulit Manggis

Saat ini buah manggis banyak terdapat di negara-negara tropis seperti di Indonesia, meskipun awalnya berasal dari Asia Tenggara tepatnya di semenanjung Malaya. Umumnya buah manggis dimanfaatkan daging buahnya saja untuk dimakan, padahal kulit manggis yang biasanya dibuang ternyata memiliki banyak fungsi, salah satunya bisa digunakan sebagai pewarna alami tekstil. Kulit manggis dapat memberikan warna alami seperti biru, ungu, dan merah dengan cara ditumbuk halus sampai menjadi bubuk, kemudian direndam menggunakan etanol dan dikeringkan.

Baca juga:   Teknologi AR/VR untuk Berbelanja Fashion Berkelanjutan

Daun Sirsak

Selain daun pepaya dan daun suji, pewarna alami tekstil hijau juga bisa didapat dari daun sirsak yang memiliki kandungan pigmen warna hijau. Untuk memperoleh pewarna alami dari daun sirsak dapat dilakukan dengan cara ekstraksi, melalui proses perebusan daun sirsak di air mendidih hingga berubah warna lalu didinginkan. Kemudian setelah air rebusan daun sirsak dingin, pewarna alami hijau siap digunakan untuk mewarnai kain.

Daun Ketapang

Tanaman ketapang memiliki daun yang dapat digunakan sebagai pewarna alami tekstil, karena terdapat senyawa berupa antosianin dan tanin. Kandungan senyawa tanin pada ketapang dapat memberikan warna coklat, sedangkan antosianin menghasilkan warna merah, namun dalam hal ini zat tanin yang lebih dominan sebagai sumber zat pewarna dibandingkan senyawa antosianin. 

Cara memperoleh pewarna dari daun ketapang dapat dilakukan dengan mengekstraksinya, melalui proses perebusan daun ketapang yang sudah kering dan dibersihkan ke dalam air mendidih hingga muncul warna merah kecoklatan. Pewarna alami ini siap digunakan untuk mewarnai serat tekstil secara tradisional.

Bunga Turi

Tumbuhan turi memiliki bunga yang dapat  digunakan sebagai pewarna alami tekstil yang memberikan warna kuning cerah, karena kandungan pigmen terdapat pada kelopak bunganya. Untuk mendapatkan pewarna alami kuning dari bunga turi, juga dilakukan dengan ekstraksi melalui proses perebusan bunga dalam jangka waktu tertentu hingga air berubah warna. Setelah air rebusan dingin, dilakukan penyaringan untuk mendapatkan larutan pewarna yang siap digunakan untuk mewarnai kain.

Itulah beberapa tumbuhan lokal di Indonesia yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami tekstil, tentu masih banyak lagi pewarna alami lain yang bisa digunakan, dan seiring berjalannya pasti akan terus terjadi inovasi-inovasi untuk menemukan pewarna alami yang lebih menarik.

Baca juga:   Xiye Bastida, Sosok Climate Activist untuk Levi's Buy Better, Wear Longer

Perlu diketahui juga bahwa dalam pembuatan pewarna alami sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis tumbuhan, metode yang digunakan, dan proses pewarnaan pada kain. Sehingga hal tersebut membuat produk tekstil dengan pewarna alami memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa disamakan antara produk satu dengan yang lainnya.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
kumparan.com https://m.kumparan.com/berita-hari-ini/10-pewarna-tekstil-alami-dari-tumbuh-tumbuhan-1zIuaJdRZuY
Diakses pada tanggal 15 Agustus 2023

liputan6.com https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2450249/mengenal-tumbuhan-jitu-penghasil-warna-tekstil
Diakses pada tanggal 15 Agustus 2023

ozzakonveksi.com https://ozzakonveksi.com/7-tanaman-pewarna-tekstil-alami-dan-warna-yang-dihasilkan/
Diakses pada tanggal 15 Agustus 2023

cekaja.com https://www.cekaja.com/info/bahan-alami-pewarna-kain
Diakses pada tanggal 15 Agustus 2023
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram