
Nama Jennie BLACKPINK hampir selalu muncul ketika dunia fashion membicarakan tren baru. Dari gaya kasual yang terlihat sederhana hingga busana panggung yang penuh karakter, Jennie kerap menjadi figur yang lebih dulu menarik perhatian publik.
Setiap penampilannya tidak hanya dinikmati sebagai visual, tetapi juga diamati, dibahas, dan dijadikan referensi. Dalam banyak kasus, tren mulai bergerak setelah Jennie mengenakan sesuatu, baik itu potongan pakaian, aksesori, maupun cara memadukannya.
Yang membuat pengaruh Jennie begitu kuat adalah kemampuannya membangun gaya yang terasa personal dan konsisten. Ia tidak terpaku pada satu estetika, namun tetap memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Jennie bisa tampil santai dengan item basic seperti jeans dan atasan sederhana, lalu beralih ke tampilan yang dramatis dan berani saat berada di atas panggung. Perpaduan ini membuat gayanya relevan di berbagai konteks, dari street style hingga high fashion, tanpa kehilangan identitas.
Di tengah industri fashion yang cepat berubah dan penuh siklus, tidak banyak figur publik yang mampu mempertahankan relevansi gaya dalam jangka panjang. Jennie BLACKPINK termasuk salah satunya.
Sejak awal debut hingga kini, setiap fase penampilannya selalu meninggalkan jejak visual yang kuat dan mudah diingat. Konsistensi inilah yang kemudian membentuk persepsi publik terhadap Jennie sebagai sosok yang bukan hanya mengikuti arus fashion, tetapi sering kali menjadi titik awal arah tren yang berkembang.

Salah satu alasan mengapa Jennie sering disebut trendsetter adalah karena gaya berpakaian yang terasa natural. Ia tidak terlihat sedang “mengejar tren”, justru tren tersebut muncul setelah ia mengenakan sesuatu. Mulai dari rambut, makeup, hingga pilihan outfit, semuanya memancarkan kesan effortless.
Lirik lagu “Like Jennie” yang berbunyi “Keep your hair done, nails done like Jennie” menjadi refleksi bagaimana publik secara sadar menjadikan dirinya acuan gaya, bahkan hingga detail kecil seperti kuku dan tatanan rambut.
Ciri khas Jennie terletak pada tasteful nonchalance, tampil santai tapi tetap berkelas. Baik saat mengenakan baggy jeans, crop top sederhana, maupun cardigan ringan, keseluruhan look-nya terasa mudah ditiru namun tetap punya karakter kuat.
Street style Jennie kerap menjadi sumber inspirasi utama, terutama bagi Gen Z. Lemari gayanya dipenuhi item basic seperti oversized hoodie, tank top, baggy jeans, mini skirt, hingga sneakers atau ballet flats. Namun cara Jennie memadukannya membuat item sederhana tersebut terlihat fresh dan relevan.

Beberapa tren street style yang menguat setelah sering dikenakan Jennie antara lain:
Gaya jalanan Jennie terasa membumi, sehingga audiens tidak hanya mengagumi, tetapi juga benar-benar menirunya dalam kehidupan sehari-hari.

Jika street style Jennie identik dengan santai dan laidback, maka busana panggungnya justru menampilkan sisi dramatis yang kontras. Jennie mampu menguasai berbagai estetika, mulai dari leather yang edgy hingga tulle yang lembut dan feminin. Perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas fashion yang jarang dimiliki oleh satu figur publik.
Setiap busana panggung Jennie selalu disesuaikan dengan energi penampilannya, bukan sekadar visual. Inilah yang membuat outfit-nya terasa hidup dan berkesan, sekaligus memperkuat narasi bahwa fashion adalah bagian dari performa, bukan pelengkap semata.

Penampilan solo Jennie di Coachella 2025 menjadi salah satu momen paling kuat dalam perjalanan fashion-nya. Ia tampil dengan konsep western-inspired look yang berani namun tetap refined. Jennie mengenakan jaket crocodile-embossed dan bra top dari koleksi Fall 2025 Georges Hobeika, dipadukan dengan custom mini shorts merah gelap. Thigh-high boots dari koleksi Spring 2025 Didu langsung mencuri perhatian dan menjadi salah satu item paling dibicarakan dari penampilannya.
Lengkap dengan cowboy hat dan shield sunglasses, Jennie menghadirkan energi K-pop rockstar yang jarang terlihat di panggung festival musik global.
Paplessada penampilan minggu berikutnya, ia mempertahankan tema western dengan sentuhan vintage lewat archival wrap coat dress dari Thierry Mugler Spring 1992 Les Cow-Boys collection, dipadukan dengan bold red vinyl shorts. Penampilan ini membuktikan bahwa Jennie tidak hanya mengikuti tren, tetapi mampu mengangkat arsip fashion menjadi relevan kembali.

Sebagai global ambassador Chanel, Jennie kerap tampil dalam berbagai look ikonik dari rumah mode Prancis tersebut. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah busana butter yellow dari koleksi Spring/Summer 2025 yang ia kenakan di Superpop Japan 2024. Set tweed bernuansa pastel ini sebelumnya diperkenalkan di runway Grand Palais dan langsung mencuri perhatian saat Paris Fashion Week.
Pilihan warna kuning dan pink lembut memperkuat kesan playful sekaligus elegan, membuktikan bahwa tweed tidak selalu harus tampil klasik atau kaku. Jennie sukses membawa estetika Chanel ke atas panggung musik dengan cara yang lebih segar dan modern.
Jennie memiliki rekam jejak panjang dalam memicu tren lewat busana panggung. Beberapa tren besar yang sempat mendominasi media sosial dan fashion editorial antara lain:
Tren balletcore misalnya, mencuat kuat saat Jennie membawanya dalam video musik “You & Me” dan berlanjut ke Born Pink Tour. Dari Osaka hingga Denmark dan Meksiko, variasi tutu, tulle skirt, dan ballet-inspired styling yang ia kenakan menjadi viral dan memicu adopsi luas di TikTok serta fashion retail.
Beberapa penampilan Jennie bahkan dianggap ikonik lintas waktu. Pearl-beaded mini dress dari Retrofete yang ia kenakan pada konser di MetLife Stadium 2023 menjadi salah satunya. Gaun tersebut memancarkan kesan elegan lewat detail mutiara, diperkuat styling dengan white neck scarf dan sepatu senada dari Nodaleto. Menariknya, gaun yang sama kemudian dikenakan Irina Shayk di Met Gala 2024 afterparty, memperlihatkan bagaimana pilihan Jennie berada dalam radar fashion global.
Custom Chanel look rancangan Virginie Viard untuk penampilan solo Jennie pada 2022 juga tak kalah berpengaruh. Bodysuit strapless putih dengan sheer lace skirt dan bow belt memperkuat citra Jennie sebagai representasi modern Chanel. Sementara itu, Simone Rocha LBD dari koleksi Fall/Winter 2023 yang ia kenakan di atas panggung memperlihatkan keberaniannya mengenakan busana kompleks dengan koreografi berat, memadukan corset bodice, tutu skirt, dan leg warmers berkilau.
Melalui gaya personal yang konsisten, street style yang mudah ditiru, serta busana panggung yang selalu menciptakan percakapan baru, sebutan jennie trendsetter terbentuk secara alami. Jennie BLACKPINK tidak hanya mengikuti arah fashion, tetapi kerap menjadi titik awal munculnya tren yang kemudian diadopsi secara global.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




