
Selain laundry, salah satu alternatif lainnya untuk mencuci pakaian adalah dengan dry cleaning. Mungkin masih jarang sekali ya orang-orang menggunakan jasa cuci dry cleaning, karena jasa mencuci pakaian yang paling banyak digunakan saat ini adalah laundry.
Sebenarnya, apa sih arti dry cleaning itu?
Yuk, sama-sama kita cari tahu di bawah ini!
Dry cleaning adalah proses pembersihan pakaian atau tekstil dengan tidak menggunakan air, tetapi menggunakan pelarut kimia khusus, seperti perkloroetilena (perc) atau hidrokarbon sebagai pengganti air dan deterjen.
Metode pencucian ini digunakan untuk membersihkan bahan yang sensitif terhadap air atau deterjen biasa, seperti sutra, wol, atau pakaian dengan hiasan khusus yang mungkin rentan penyusutan dan dapat mudah rusak jika melalui proses pencucian secara konvensional.
Dry cleaning memiliki sejarah panjang yang bermula dari penemuan metode membersihkan kain tanpa menggunakan air. Pada tahun 1855,
seorang pengusaha yang berasal dari Prancis bernama Jean-Baptiste Jolly, menjadi pelopor dry cleaning modern.
Penemuan metode ini, diawali dengan ketidaksengajaan seorang pembantu di rumahnya yang menumpahkan minyak lampu pada taplak meja. Setelah diperhatikan noda pada taplak tersebut hilang, sehingga Jolly mulai menggunakan minyak tanah dan bahan serupa seperti minyak bensin atau turpetin untuk membersihkan kain.
Pada akhir abad ke-19, metode dry cleaning menyebar ke Eropa dan Amerika Serikat. Namun, karena bahan-bahan pelarut yang digunakan untuk dry cleaning sangat mudah terbakar dan membahayakan, penggunanya menjadi terbatas dan hanya dilakukan di lokasi-lokasi tertentu.
Tahun 1930-an, pelarut perkloroetilena (perc) mulai digunakan untuk dry cleaning karena tidak mudah terbakar, lebih efektif menghilangkan noda minyak atau lemak, dan ramah untuk sebagian besar kain. Oleh sebab itu, pelarut tradisional perc menjadi standar industri dry cleaning selama beberapa dekade karena stabilitas dan efisiensinya.
Mulai tahun 1980-an hingga sekarang, kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan dari perc muncul. Perc dianggap beracun dan dapat mencemari tanah serta air, jika tidak dikelola dengan baik dan benar. Kemudian dikembangkan alternatif pelarut lainnya, seperti :
Saat ini, dry cleaning menggunakan mesin canggih yang dapat memproses pakaian secara otomatis, termasuk pencucian, pengeringan, dan daur ulang pelarut. Penggunaan pelarut yang ramah lingkungan semakin populer dan banyak digunakan, karena regulasi yang ketat dan meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan.
Proses utama dalam dry cleaning melibatkan beberapa tahapan penting yang dirancang untuk membersihkan pakaian tanpa menggunakan air, melainkan menggunakan pelarut kimia khusus. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam proses utama dry cleaning, antara lain :
Pakaian diperiksa terlebih dahulu untuk dilakukan pemisahan berdasarkan jenis kain, warna, tingkat kekotoran noda, atau kerusakan yang mungkin ada pada pakaian. Setelah itu, label perawatan pada pakaian dianalisis untuk menentukan metode pencucian yang sesuai.
Noda yang terlihat jelas seperti terkena minyak, tinta, atau makanan diidentifikasi dan diberi perlakuan khusus menggunakan bahan pembersih kimia tertentu. Seperti penghapus noda minyak atau cairan berbasis enzim untuk pembersihan secara manual, sebelum melalui proses utama.
Pakaian dimasukkan ke dalam mesin dry cleaning, dan menggunakan pelarut kimia seperti perkloroetilena (perc) atau pelarut berbasis hidrokarbon, untuk menggantikan air sebagai media pencucian.
Setelah itu, mesin menggulung pakaian perlahan untuk membersihkan dan mengangkat kotoran dari kain, tanpa menyebabkan kain basah dan tanpa merusak bahan halus.
Setelah proses pencucian selesai, pelarut yang tersisa pada kain dihilangkan melalui proses pemanasan atau pengeringan khusus di dalam mesin, dengan suhu yang dikontrol agar tidak merusak kain.
Pelarut yang menguap kemudian dikumpulkan, disaring, dan didaur ulang untuk penggunaan berikutnya agar dapat mengurangi limbah.
Pakaian disetrika atau ditekan menggunakan alat khusus untuk menghilangkan kerutan. Pada pakaian formal seperti jas, penggunaan mesin pressing untuk mengembalikan bentuk serta tampilan yang rapi seperti semula.
Tahap terakhir adalah dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kebersihan, dan hasil akhir yang memuaskan.
Pakaian yang dinyatakan lolos standar kualitas ditetapkan, biasanya dikemas dalam plastik pelindung agar tetap terjaga kebersihannya hingga diterima pelanggan.
Dry cleaning memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan metode pencucian konvensional, terutama untuk pakaian berbahan sensitif atau yang memerlukan perawatan khusus. Berikut adalah beberapa keunggulan dry cleaning, antara lain :
Meskipun dry cleaning memiliki banyak keunggulan, namun terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menggunakan metode ini. Berikut adalah beberapa kekurangan dry cleaning, antara lain :
Dry cleaning direkomendasikan untuk pakaian tertentu yang membutuhkan perawatan khusus, terutama berbahan halus, sensitif, atau memiliki sejumlah detail yang mudah rusak. Berikut adalah jenis-jenis pakaian yang disarankan untuk dry cleaning, antara lain :
Merawat pakaian yang memerlukan dry cleaning sangatlah penting, untuk menjaga keawetan dan kualitas pakaian. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat pakaian tersebut, antara lain :
Dry cleaning telah memainkan peran yang sangat penting dalam perawatan pakaian berkualitas tinggi. Kehadiran teknologi ini memungkinkan pakaian berbahan halus, seperti sutra, wol, dan kasmir, tetap terawat baik tanpa rusak.
Dengan terus berkembangnya teknologi ramah lingkungan, dry cleaning bisa menjadi solusi yang lebih aman dan efisien untuk masa depan.
With Laruna, you can stay ahead of the curve by embracing the latest fashion trends that define the season. Elevate your wardrobe with our curated style updates and ensure you're always dressed for the moment




