
Pernahkah kamu memperhatikan mengapa tiba-tiba segalanya di media sosial mulai dari ponsel, kucing, hingga mie instan diberi hiasan pita merah muda? Jika ya, kamu sedang menyaksikan dominasi coquette aesthetic.
Bukan sekadar tren musiman, coquette telah bertransformasi menjadi salah satu bahasa fashion paling kuat pada tahun 2025. Di TikTok saja, tagar #coquette telah mengumpulkan miliaran tayangan, menciptakan gelombang baru, di mana feminitas klasik bertemu dengan gaya modern yang sedikit ironis. Namun, apa sebenarnya yang membuat tren ini begitu digilai?
Pada dasarnya, "coquette" berarti wanita yang suka merayu atau genit. Namun dalam konteks fashion saat ini, coquette aesthetic adalah perayaan terhadap feminitas yang sangat manis, lembut, dan terinspirasi dari gaya era Victoria serta gaya vintage Amerika tahun 50-an.
Bayangkan perpaduan antara Lana Del Rey, estetika film Marie Antoinette karya Sofia Coppola, dan sedikit sentuhan gaya balet. Elemen utamanya meliputi pita (bows), renda (lace), mutiara, warna-warna pastel (terutama merah muda dan krem), serta motif bunga-bunga kecil.
Ada alasan psikologis dibalik meledaknya tren ini. Setelah bertahun-tahun dunia fashion didominasi oleh gaya minimalist-basic dan streetwear yang maskulin, muncul keinginan kolektif untuk kembali ke sesuatu yang lembut.
Tren ini juga menjadi bentuk “perbaikan" terhadap feminitas. Jika dulu gaya serba pink dianggap lemah atau kekanak-kanakan, kini para kreator konten menggunakan coquette sebagai simbol kekuatan untuk mengekspresikan sisi lembut mereka tanpa rasa malu. Ditambah lagi, tren ini sangat "Instagrammable" dan fotogenik, menjadikannya primadona bagi algoritma media sosial yang haus akan visual cantik.
Jika kamu ingin mencoba estetika ini, berikut beberapa barang wajib yang harus ada di lemari :
Menariknya, tren ini tidak berhenti di pakaian. Di TikTok, muncul tren "coquette-ifying things". Orang-orang mulai mengikatkan pita pink pada barang-barang yang tidak terduga seperti botol air minum, gagang pintu, hingga makanan. Hal ini menunjukkan bahwa coquette bukan lagi sekadar cara berpakaian, melainkan cara memandang dunia dengan lebih indah dan lembut.
Ada juga sub-tren seperti dark coquette (versi lebih misterius dengan warna hitam dan merah tua) serta balletcore yang lebih fokus pada elemen-elemen penari balet seperti leg warmers dan rok tutu.
Untuk mendapatkan tampilan ini, kamu tidak perlu merogoh kocek dalam untuk barang impor. Berikut adalah kurasi brand lokal yang memiliki koleksi bertema coquette :
Bagi banyak orang, gaya ini mungkin terasa "terlalu manis" untuk dipakai sehari-hari. Namun, beberapa trik berikut akan membuatnya terlihat modern :
Coquette aesthetic adalah tentang merayakan kecantikan dalam detail kecil. Tren ini mengingatkan kita bahwa tidak ada salahnya merangkul sisi feminin dan menambahkan sedikit romansa ke dalam rutinitas harian kita yang membosankan.
Fashion adalah cara kita bercerita tentang siapa diri kita tanpa harus bersuara. Jadi, bersiaplah untuk menambahkan pita merah muda ke dalam koleksi fashion kamu tahun ini.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




