
Sundance Film Festival 2026 kembali menjadi ruang pertemuan antara film, budaya, dan gaya personal. Di tengah suhu dingin Salt Lake City, kehangatan justru terasa dari kehadiran talenta Indonesia yang mencuri perhatian publik internasional.
Salah satu sosok yang tampil menonjol adalah Raline Shah. Ia hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai representasi aktor Indonesia yang aktif bergerak di kancah global.
Di momen penting bagi perfilman nasional ini, Raline membuktikan bahwa fashion bisa menjadi medium perayaan identitas. Pilihan busananya di Sundance terasa personal, berkelas, dan sarat makna budaya.
Raline Shah turut meramaikan Sundance Film Festival 2026 yang digelar di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Kehadirannya kali ini bertujuan memberi dukungan bagi film Para Perasuk yang terpilih untuk diputar dan mendapat perhatian penonton internasional.
Ia datang mewakili Artist Group International, manajemen internasional tempatnya bernaung sebagai aktor. Di tengah euforia pemutaran film karya Wregas Bhanuteja tersebut, Raline tampil dengan gaya yang mencerminkan keanggunan modern sekaligus kecintaan pada karya desainer Tanah Air.
Untuk kesempatan ini, Raline memilih busana rancangan Sapto Djojokartiko. Ia mengenakan setelan bernuansa hijau zamrud yang langsung mencuri perhatian, warna yang jarang dimainkan namun terasa kuat dan berkarakter. Hijau ini memberi kesan regal tanpa terlihat berlebihan, sangat selaras dengan atmosfer festival yang progresif.
Siluet utama berupa coat panjang dengan struktur tailoring tegas. Permainan tekstur pada kain menciptakan dimensi visual yang kaya, menghadirkan dialog antara kesan modern dan klasik. Di balik coat tersebut, Raline memadukannya dengan inner bernuansa netral yang berfungsi sebagai penyeimbang keseluruhan tampilan.

Detail belt di bagian pinggang menjadi elemen penting yang menegaskan proporsi tubuh. Potongan ini memberi siluet yang rapi dan feminin, tanpa menghilangkan kesan kuat. Sementara itu, pilihan bawahan dengan tekstur artistik memperkaya komposisi busana secara keseluruhan.
Tampilan ini merupakan bagian dari SAPTOJO Heritage Capsule Collection Spring/Summer 2026. Koleksi tersebut sebelumnya diperkenalkan dalam panggung Dewi Fashion Knights 2025, yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Fashion Week 2026. Untuk lini ini, Sapto Djojokartiko terinspirasi dari keindahan wastra Timur Indonesia, yang diterjemahkan dalam detail motif dan eksplorasi material.
Aksesori yang dikenakan Raline dibuat minimal. Ia memilih perhiasan yang understated dan riasan natural, membiarkan busana menjadi pusat perhatian. Pendekatan ini menciptakan kesan effortless, seolah gaya tersebut terbentuk secara alami, padahal sangat terkurasi.
Pilihan fashion Raline terasa tepat untuk konteks Sundance. Festival ini dikenal progresif, mengedepankan cerita dan identitas personal, bukan sekadar glamor karpet merah. Dalam hal ini, Raline berhasil memadukan nilai internasional dengan akar budaya Indonesia secara halus dan elegan.
Dalam kesempatan tersebut, Raline juga menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian perfilman Indonesia. Ia berharap semakin banyak karya nasional yang mendapat ruang di festival film internasional dan memperluas dialog budaya lintas negara.

Selain Raline Shah, sosok lain yang tak kalah mencuri perhatian di Sundance Film Festival 2026 adalah Maudy Ayunda. Ia hadir untuk mempromosikan film Para Perasuk dan sekaligus menjadi wajah utama representasi film tersebut di panggung internasional.
Maudy memilih tampilan dari jenama Tanah Air Biyan, yang dikenal dengan estetika elegan dan craftsmanship tinggi. Ia memadukan kemeja oversized dengan detail embellishment emas sebagai lapisan luar, yang dikenakan di atas busana lengan panjang bernuansa emas. Permainan layering ini menciptakan kesan struktural namun tetap lembut.
Bagian bawah diisi dengan rok penuh aplikasi payet yang disusun menyerupai bunga. Siluet rok ini memberi keseimbangan antara keanggunan dan keberanian, dua karakter yang sering melekat pada gaya Maudy. Untuk menghadapi udara dingin di lokasi bersalju, ia melapisinya dengan coat kulit cokelat berpotongan clean.
Velvet boots dipilih sebagai alas kaki, menambahkan sentuhan tekstur yang memperkaya keseluruhan tampilan. Namun, pusat perhatian justru jatuh pada aksesori yang dikenakan Maudy, yaitu sepasang anting hasil kolaborasinya dengan Frank & co.
Anting tersebut dirancang khusus untuk Sundance Film Festival 2026 dan terinspirasi dari siluet tanduk kerbau. Bentuk ini memiliki kaitan erat dengan karakter Laksmi yang ia perankan dalam Para Perasuk. Kerbau dimaknai sebagai spirit animal yang melambangkan kekuatan, keteguhan, serta hubungan manusia dengan alam dan dunia tak kasat mata.
Perhiasan ini dibuat dari emas 18 karat dan dihiasi 278 butir berlian alami kualitas FVVS. Kilau berlian mengikuti lekuk desain yang organik, menciptakan kesan artistik tanpa terlihat berlebihan. Desainnya juga memiliki benang merah dengan lini perhiasan Maudy sebelumnya, See The Light, yang mengangkat tema perjalanan batin dan pencarian makna.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!



