Monday, 01 January 2022

Fenomena Totebag Trader Jeo yang Viral dan Sensasinya di Dunia Fashion

Totebag Trader Jeo, lebih dari sekadar tas.
February 10, 2026  | Melisa Nirmaladewi
totebag trader jeo
 

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul satu fenomena unik yang mengguncang dunia fashion global. Bukan datang dari rumah mode mewah atau kolaborasi selebriti kelas dunia, melainkan dari sebuah supermarket Amerika yang terkenal karena produknya yang quirky dan terjangkau. Totebag Trader Joe’s atau yang oleh sebagian warganet Indonesia disingkat sebagai totebag Trader Jeo tiba-tiba menjelma menjadi simbol gaya, terutama di Jepang. Dari awalnya hanya berfungsi sebagai tas belanja sederhana, kini totebag ini menjadi ikon mode yang menyelipkan cerita tentang budaya pop, nostalgia, gaya hidup, dan identitas.

Totebag Biasa yang Menjadi Simbol Status

Jika di Amerika Serikat Tote Trader Joe’s hanya dianggap sebagai tas belanja praktis yang dibuat dari kanvas tebal, situasinya berbeda jauh di Jepang. Di sana totebag ini dianggap sebagai salah satu lambang status gaya. Bukan hanya dipakai untuk membawa barang, tetapi juga sebagai simbol pengetahuan budaya Amerika atau gaya America Casual yang sedang naik daun. Di distrik modis seperti Shimokitazawa para fashion enthusiast bisa dengan mudah terlihat berjalan dengan tote Trader Jeo di bahu mereka, bahkan kadang dibarengi dengan sweatshirt atau topi bertuliskan logo yang sama.

Trader Joe’s sudah menjual tote belanja sejak tahun 1977. Namun puncak fenomenanya terjadi pada awal 2024 ketika versi mini dari tote klasiknya dirilis. Tas kecil berharga 2.99 dolar tersebut secara mengejutkan menciptakan kekacauan di seluruh Amerika. Video antrean panjang dan pelanggan yang berebutan membeli mini tote ini viral di internet. Dalam podcast resmi toko Vice President of Marketing Matt Sloan mengungkap bahwa mereka sudah mencetak ratusan ribu tas dan mengira stok tersebut akan bertahan berminggu minggu. Namun semuanya ludes dalam waktu kurang dari satu minggu.

Baca juga:   Kim Kardashian Terima DVF Leadership Award Kenakan Busana Maison Margiela

Yang membuat fenomena ini semakin sensasional adalah munculnya reseller yang menjajakan tote mungil tersebut di platform seperti eBay dengan harga yang tidak masuk akal. Ada yang menetapkan harga hingga 2.999 dolar atau hampir dua ribu poundsterling. Versi custom yang disulam dengan buah buahan kecil seperti strawberry dan cherry juga hadir di Etsy dan dihargai sekitar 50 hingga 60 poundsterling.

Kepopuleran mini tote ini bukan sekadar tren belanja tetapi juga simbol hyper viral culture yang menempatkan barang murah dalam posisi yang sangat berharga karena kelangkaannya.

Jepang, Negara yang Terobsesi Dengan Totebag Trader Joe

Banyak orang bertanya apa yang membuat sebuah tas kanvas supermarket bisa menjadi simbol fashion prestisius di Jepang. Jawabannya berada pada gabungan antara budaya pop Hollywood, tren mode Amerika yang nostalgik, serta kebiasaan sosial Jepang.

Fenomena ini bermula dari tren Amerikajin fashion yang populer di Jepang. Gaya ini memasukkan berbagai elemen khas budaya Amerika, mulai dari merchandise Harley Davidson, sweater universitas ala Ivy League, hingga tas atau pakaian yang sering terlihat dalam film dan serial televisi Amerika. Trader Joe’s, yang banyak dikunjungi mahasiswa dan selebriti Hollywood saat berbelanja santai, ikut terbawa dalam arus estetika tersebut.

Beberapa alasan antara lain, pertama,  paparazzi dan media hiburan kerap menayangkan foto foto selebriti Hollywood yang terlihat keluar dari Trader Joe’s sambil membawa tas kanvasnya. Gambar gambar inilah yang menciptakan asosiasi bahwa tas tersebut memiliki unsur coolness dan effortless chic. Ketika sebuah objek terlihat natural dipakai selebriti, terutama selebriti Amerika, para penggemar di Jepang menangkapnya sebagai simbol gaya yang autentik.

Kedua kebiasaan masyarakat Jepang untuk membeli omiyage atau oleh oleh ketika pulang dari luar negeri membuat tote Trader Jeo ini semakin dicari. Sebagai barang murah namun punya nilai simbolik besar totebag ini menjadi oleh oleh yang sempurna. Kumi Soto seorang pemandu wisata asal Osaka yang kini tinggal di Los Angeles menyebut bahwa wisatawan Jepang bisa membeli banyak tote hanya untuk dibagikan kepada keluarga teman dan rekan kerja.

Baca juga:   5 Koleksi Fashion yang “Agak Lain” Dari Balenciaga

Ketiga estetika American Casual yang terus berkembang dalam dunia fashion Jepang. Menurut Anthony Yamada seorang guru yang tinggal di Fukuoka gaya Amerika semakin banyak terlihat di Jepang karena pengaruh media digital. Melalui Netflix dan platform streaming lainnya masyarakat Jepang kini memiliki akses lebih besar terhadap serial televisi Amerika. Fashion yang muncul dalam acara seperti Friends serta film film klasik AS mulai diadopsi kembali.

Tote Sebagai Penanda Gaya Hidup Global

Menariknya menggunakan tote Trader Jeo di Jepang bukan hanya tentang mengikuti tren tetapi juga tentang menunjukkan pengalaman hidup. Yamada menyebut bahwa orang yang memakai tas ini sering diasumsikan pernah tinggal di Amerika atau setidaknya pernah sekolah atau liburan ke sana. Karena Trader Joe’s identik dengan mahasiswa di Amerika tas ini juga dianggap sebagai lambang gaya akademik santai yang stylish dan relatable.

Sama seperti sweatshirt bergambar Harvard atau University of Michigan tote kecil ini membawa identitas tertentu yang memberi kesan berwawasan internasional modern namun tanpa kesan berlebihan. 

Di Amerika tote klasik Trader Joe’s dijual seharga sekitar 4.99 dolar. Namun di Jepang dan pasar daring internasional harganya bisa melambung hingga mencapai seribu dolar Amerika untuk versi tertentu. Ini merupakan kenaikan hampir dua puluh ribu persen dari harga aslinya. Di toko toko fisik Jepang tote ini bahkan bisa dijual sekitar 2000 yen atau kira kira sepuluh poundsterling. Semakin tren ini menyebar semakin tinggi pula nilai jualnya terutama di kota kota seperti Tokyo yang memiliki kultur fashion sangat progresif.

Dari Supermarket ke Runway Streetwear

Ketika sebuah merek yang tidak berkaitan langsung dengan fashion bisa menjadi simbol gaya hal itu menunjukkan betapa fleksibelnya industri mode saat ini. Kemunculan tote Trader Jeo sebagai fashion item viral adalah hasil dari kombinasi nostalgia budaya pop kreativitas komunitas online hingga kebutuhan untuk menunjukkan identitas sosial melalui objek sederhana.

Baca juga:   Adu Gaya 4 Member BLACKPINK di Paris Fashion Week 2024

Tas ini menjadi representasi bahwa fashion tidak harus mahal dan glamor. Terkadang fashion justru menemukan kekuatannya dari hal hal kecil yang dekat dengan kehidupan sehari hari. Dari sebuah tas belanja kanvas tren Fashion Global mendapat inspirasi baru yang segar unik dan penuh cerita.

Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!

Reference: 
https://www.independent.co.uk/life-style/trader-joes-tote-bags-london-b2862453.html
https://www.bbc.com/culture/article/20240319-trader-joes-tote-bags-viral-style-fashion-status-symbol-in-japan
Be a Contributor and 
Write for Us
Tell me more
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram