
Kim Kardashian kembali mencuri perhatian dunia mode. Kali ini, pendiri Skims tersebut tampil di panggung bergengsi DVF Awards 2025 dengan balutan koleksi couture terbaru dari Maison Margiela. Tak hanya hadir sebagai tamu, Kim juga menjadi salah satu dari lima tokoh yang menerima Leadership Award, sebuah penghargaan yang mengakui kontribusinya dalam mendukung perempuan dan komunitas.
Momen ini menjadi sorotan bukan hanya karena penghargaan yang ia terima, melainkan juga pilihan busana yang begitu ikonik. Kim mengenakan salah satu tampilan langsung dari runway koleksi Maison Margiela Fall 2025 Couture yang sebelumnya diperkenalkan Glenn Martens dalam debutnya sebagai direktur kreatif.
Koleksi couture Fall 2025 Maison Margiela diperkenalkan pada Juli lalu dengan sebuah pertunjukan yang meninggalkan kesan kuat. Salah satu ciri khas yang paling menonjol adalah wajah para model yang ditutupi topeng unik. Topeng tersebut dibuat dari beragam material tak biasa, mulai dari plastik daur ulang, logam, hingga batu permata.
Kehadiran wajah yang tersembunyi inilah yang menjadi ciri khas pertunjukan. Penonton dibuat terpesona dengan nuansa teatrikal, misterius, dan penuh simbolisme. Maka, tidak mengherankan jika koleksi ini langsung menjadi perbincangan di kalangan pecinta fashion.
Namun, Kim Kardashian memilih jalannya sendiri. Ia mengenakan Look 39 dari koleksi tersebut dengan cara berbeda: tanpa penutup wajah. Langkah berani ini membuat penampilannya semakin menonjol ketika berjalan menuju DVF Awards di Italia, hanya beberapa langkah dari keramaian Festival Film Venesia.
Tampilan Kim di malam penghargaan terasa begitu spektakuler. Busana yang ia kenakan adalah gaun serba abu-abu dengan kesan etereal, hampir menyerupai karakter Bene Gesserit dari film Dune. Potongan busana tersebut seakan membuatnya nampak anggun di jalanan Venesia.
Desain gaun ini ditandai dengan kerah tinggi dan helaian kain yang flowy. Riak-riak lembut tercipta di bagian bahu serta pinggang, sementara satu potongan besar menjuntai ke belakang, membentuk jubah panjang yang megah. Efek visualnya membuat Kim benar-benar terselimuti kain, sulit dilihat di mana satu lapisan berakhir dan yang lain dimulai.
Keseluruhan tampilan ini memberi kesan dramatis tanpa kehilangan sisi keanggunan. Melalui pilihan gaya ini, Kim berhasil membawa busana runway yang rumit menjadi look yang wearable untuk red carpet.
Potret dirinya dalam balutan gaun tersebut juga dibagikan oleh penata gayanya, Danielle Levi, di Instagram. Foto itu menampilkan Kim yang melangkah mantap menuju acara penghargaan, mempertegas aura bintang reality show sekaligus pebisnis tersebut.
DVF Awards merupakan ajang tahunan yang digagas oleh desainer legendaris Diane Von Furstenberg. Tujuannya adalah memberikan penghargaan kepada perempuan yang berdedikasi meningkatkan kehidupan perempuan lain serta mencari solusi atas masalah-masalah dunia yang mendesak.
Tahun ini, Kim Kardashian menerima DVF Leadership Award berkat karyanya bersama Koalisi Anti-Recidivism, sebuah organisasi yang berfokus pada reformasi peradilan pidana dan mendukung mantan narapidana agar dapat kembali berkontribusi di masyarakat.
Selain Kim, ada empat perempuan lain yang turut menerima penghargaan prestisius ini, yaitu Hanin Ahmed, Christy Turlington Burns, Fany Kuiru Castro, dan Giulia Minoli. Kehadiran mereka di panggung penghargaan menegaskan bahwa DVF Awards adalah wadah penting bagi para pemimpin perempuan dari berbagai bidang.
Kim mungkin dikenal luas lewat reality show dan dunia bisnis fashion dengan Skims, namun kiprahnya tidak berhenti di sana. Selama beberapa tahun terakhir, ia aktif dalam advokasi hukum dan reformasi peradilan. Ia menggunakan platformnya yang masif untuk menyuarakan keadilan sosial, terutama dalam isu reformasi hukuman dan pemberdayaan komunitas.
Penerimaan penghargaan di DVF Awards 2025 semakin memperkuat posisi Kim sebagai figur publik yang bukan hanya ikon budaya pop, tetapi juga sebagai pemimpin perempuan yang memiliki pengaruh nyata.
Penampilan Kim Kardashian di DVF Awards 2025 menjadi salah satu momen yang menunjukkan bagaimana fashion dan aktivisme bisa berjalan beriringan. Gaun Margiela yang ia kenakan bukan hanya karya seni dari runway, melainkan juga simbol kekuatan, keberanian, dan kebebasan berekspresi.
Dengan memilih tampil tanpa penutup wajah, Kim seakan menunjukkan transparansi dirinya sebagai sosok yang otentik. Busana itu tidak lagi sekadar dekorasi, tetapi menjadi bagian dari narasi lebih besar: seorang perempuan yang menggunakan pengaruhnya untuk membawa perubahan.
Malam itu, Kim Kardashian berhasil membuktikan bahwa mode bisa menjadi medium komunikasi yang kuat. Bukan hanya untuk menampilkan keindahan, tapi juga untuk merayakan kepemimpinan dan perjuangan yang nyata.



