Setelah pandemi, tak heran jika gerakkan untuk mengurangi dampak pemanasan global semakin marak dan bergerak dari berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, pangan, teknologi, transportasi, bahkan fashion.
Berdasarkan World Economic Forum industri fashion global menghasilkan lebih dari 100 hingga 150 miliar item pakaian per tahun. Mengetahui hal itu, banyak brand fashion bahkan yang ternama sekalipun, turut mendukung gerakkan tersebut dengan menerapkan sustainable fashion.
Walaupun terdengar idealis karena akan sangat sulit bagi fashion tanpa menghasilkan limbah sedikitpun, partisipasi individu secara masif perlu dilakukan agar dampak yang dihasilkan dapat membantu impact positif yang signifikan.
Sejumlah brand fashion telah meluncurkan koleksinya yang mengambil bahan ramah lingkungan untuk melestarikan alam dan menyelamatkan bumi, metode yang digunakan adalah pendaurulangan plastik, polyester, hingga memilih material katun organik. Berikut rekomendasi berbagai lokal fashion brands yang menggunakan konsep ramah lingkungan
Brand lokal Ease menggunakan bahan alami, seperti bahan viscose dari Lenzing dan TENCEL™, dimana tidak menggunakan material dari hewan asli dan menggunakan packaging yang eco-friendly.
Selain itu, proses pembuatan pakaian yang ramah lingkungan menjadi salah satu usaha brand ini untuk mendukung sustainable fashion.
Elias & merupakan salah satu produk lokal yang menggunakan metode upcycling.
Tidak hanya memberdayakan penjahit lokal, brand ini juga menggunakan pakaian bekas untuk di-upscale atau melakukan pengerjaan ulang pakaian lama atau bekas menjadi pakaian dengan desain baru yang lebih modern.
Merupakan salah satu lokal fashion brands yang mengusung konsep less or zero waste dengan mencegah sisa kain hasil produksi terbuang sia-sia. Osem memanfaatkan sisa kain produksi yang ada melalui kegiatan upcycling atau mengolah kembali sisa kain menjadi produk baru juga memberikannya kepada label lain yang membutuhkan.
Tidak hanya mengusung konsep zero waste, Osem juga memanfaatkan pewarna alami. Melestarikan teknik tradisional jumputan, brand lokal OSEM sengaja memilih warna biru yang dihasilkan secara alami dari tanaman Indogofera tinctoria. Osem juga menggunakan kain yang berasal dari serat alam seperti katun, linen, rami, dan lainnya. Serta tidak menggunakan resleting dan kancing berbahan plastik untuk mengurangi limbah. Tidak jarang pakaian bekas yang digunakan adalah pakaian dari fashion house besar sehingga kamu tidak perlu khawatir lagi karena materialnya berkualitas tinggi.
Brand By Sihadian menggunakan 100% pure linen dari serat rami (bukan campuran seperti linen katun, linen import, linen bangkok, dll) untuk pakaiannya dan menggunakan packaging yang eco-friendly terbuat dari kertas daur ulang.
Seluruh koleksi fashion Imaji Studio terbuat dari kain tenun yang mengandung serat alami. Begitu juga pewarnaan yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga ramah lingkungan.
Selain membawa misi menyelamatkan bumi, Imaji Studio ingin menyasar pasar milenial dengan koleksi etnik yang kekinian. Begitu juga dengan koleksi aksesori yang dibuat menggunakan bahan daur ulang bertajuk Zero Waste.
Cottonink pun tak ketinggalan menghadirkan inovasi baru dalam koleksi perdana sustainable fashion yang bertajuk Pastel Whimsical. Koleksi ini berkolaborasi dengan tekstil TENCEL™ dengan nuansa cerah bergaya santai dipadu-padankan secara apik untuk lengkapi gaya di segala suasana.
Pastel Whimsical mengajak publik untuk lebih cermat memilih produk fashion yang tak hanya penuh gaya, namun juga ramah lingkungan serta diproduksi secara berkelanjutan. Serat tersebut menjadi bahan utama pembuatan benang dan kain yang terbuat dari pulp kayu berasal dari hutan industri yang dikelola secara berkelanjutan dan sudah bersertifikasi FSC® atau PEFC™.
Proses pembuatannya pun memiliki konsep closed-loop production. Proses ini mengubah pulp menjadi serat selulosa dengan mengoptimalisasi sumber daya dan mengolah kembali sisa pembuangan menjadi energi untuk berproduksi kembali. Karena terbuat dari bahan dasar yang alami produk pakaian yang mengandung serat ini mampu terurai kembali ke alam, sehingga aman terhadap lingkungan dan mengurangi pencemaran.
Homewear brand Sare Studio bekerja sama dengan produsen serat ramah lingkungan asal Austria, LENZING™. Serat tersebut berasal dari kayu dan sudah tersertifikasi sustainable. Juga telah menerima sertifikasi dari EU Ecolabel dimana sudah memenuhi standar lingkungan diantara seluruh siklus hidupnya dari pengambilan material mentah hingga produksi, distribusi, dan proses pembuangannya.
Berbagai lokal fashion brands di atas sukses menerapkan konsep sustainable. Sehingga bisa ikut serta dalam memperjuangkan kesejahteraan pengrajin dan petani lokal sekaligus berkontribusi menjaga kesehatan lingkungan.
With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!