Tahukah kamu arti sebenarnya dari vintage, retro, dan cottagecore? Jika kamu belum mengenali perbedaannya, simaklah pembahasannya dalam ulasan berikut.
Mengutip buku Kapita Selekta Pengkajian Seni Rupa, Desain, Media dan Budaya karya Baskoro Suryo Banindro, Vintage artinya ciptaan masa kini, namun dengan gaya jaman dulu. Tujuan dari desain vintage adalah untuk memberikan nuansa tempo dulu bagi yang melihatnya, jadi penting untuk memilih tipografi yang mewakili cerminan tempo dulu.
Diketahui dalam dunia fashion, pada umumnya vintage merupakan gaya berpakaian tahun 20-an hingga 60-an. Gaya vintage membuat kesan yang elegan bagi penggunanya.
Namun begitu, penting juga untuk diketahui bahwa definisi vintage dapat berubah-ubah atau tidak pasti, sehingga, setiap dekade menghasilkan produk baru yang masuk dalam kategori tersebut.
Definisi retro berkenaan gaya yang meniru atau sengaja mengikuti gaya hidup, tren, atau bentuk seni dari sejarah masa lalu dalam berbagai hal, baik dalam bidang musik, mode, busana, atau sikap.
Dalam dunia fashion, busana atau pakaian yang digambarkan memiliki gaya retro pada umumnya menonjolkan styling disko.
Dalam hal ini, busana-busananya dominan dengam jenis celana pendek, rompi, celana potongan cutbray hingga jaket kulit.
Selain itu terdapat juga baju manis atau baju dengan corak yang cerah atau warna vibrant, yang semuanya dapat menampakkan kesan penampilan rletro yang kuat.
Gaya busana cottagecore merupakan istilah yang mendefinisikan salah mode fashion yang mencirikan gaya berbusana nuansa pedesaan ala Eropa tahun 1970-an.
Mode berbusana ala cottagecore juga merupakan salah satu trend estetik. Hal ini artinya secara makna bisa diartikan sebagai keindahan.
Kesan busana cottagecore biasnya dominan menggunakan warna-warna yang lembut seperti krem, biru muda, hijau muda, kuning dan sebagainya.
Vintage merupakan fashion yang diadaptasi pada era 20-an sampai 60-an, yang corak gayanya cukup erat dengan tren berbusana yang lebih feminin dan elegan. Selain itu, penggunaan warnanya pun lebih lembut.
Tentunya hal ini berbeda dengan retro yang gayanya terkesan nyentrik. Retro mengadaptasi gaya pada tahun 70-an hingga 90-an. Tren retro terkesan lebih glamor dan dominan dengan warna-warna cerah.
Hal ini berbda pula dengan style cottagecore, yang lebih bernuansa khas rakyat warga kerajaan-kerajaan Eropa. Pakaiannya dominan dengan motif bunga, garis, atau kotak
Jadi sudah paham ya perbedaan antara vintage, retro, dan cottagecore. Semoga ulasan di atas dapat menjadi refrensi tentang mode fesyen yang bermanfaat untuk memperkaya wawasan kamu!
With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!