
Setiap perayaan Imlek, warna merah dan emas selalu mendominasi etalase toko, feed media sosial, bahkan koleksi fashion terbaru hingga jalanan kota. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, bukan hanya warna yang menjadi ciri khas busana Imlek, melainkan juga motif-motif tertentu yang seolah tak pernah absen, seperti motif naga, phoenix, dan peony.
Ketiganya muncul berulang kali dalam cheongsam, kebaya modern, batik kontemporer, dan streetwear edisi khusus Imlek. Bukan kebetulan, motif-motif ini menyimpan filosofi mendalam yang telah diwariskan selama ribuan tahun. Di balik keindahannya, tersembunyi harapan tentang kekuatan, keharmonisan, dan kemakmuran, sebuah nilai-nilai yang menjadi doa visual untuk menyambut tahun baru.
Imlek bukan hanya perayaan pergantian tahun, tetapi juga momen penting untuk memulai kembali dengan harapan yang lebih baik. Dalam tradisi Tionghoa, setiap awal tahun dipercaya membawa energi baru yang memengaruhi perjalanan hidup selama setahun ke depan. Karena itulah, masyarakat tidak hanya merayakannya dengan hidangan dan kebersamaan keluarga, tetapi juga dengan simbol-simbol visual yang sarat makna.
Warna merah, emas, serta motif keberuntungan digunakan sebagai bentuk doa agar terhindar dari kesialan dan dikelilingi keberkahan. Simbol tidak dipilih secara sembarangan, setiap gambar, warna, dan pola dipercaya mampu membawa energi tertentu. Busana menjadi salah satu medium penting karena ia “dikenakan” langsung, seolah menjadikan harapan itu bagian dari diri.
Melalui motif naga, phoenix, dan peony, masyarakat menyampaikan pesan tentang kekuatan, keharmonisan, dan kemakmuran. Inilah sebabnya fashion Imlek bukan sekadar soal gaya, melainkan cerminan nilai dan filosofi hidup yang diwariskan lintas generasi.
Dalam budaya Tionghoa, naga bukan makhluk menakutkan seperti dalam mitologi Barat. Justru sebaliknya, naga dipandang sebagai simbol tertinggi kekuatan, kebijaksanaan, dan keberuntungan besar. Sejak ribuan tahun lalu, naga menjadi lambang kekaisaran. Sehingga, hanya kaisar yang berhak mengenakan jubah bermotif naga sebagai tanda otoritas tertinggi.
Naga juga melambangkan energi Yang, yaitu kekuatan aktif, maskulin, dan penuh vitalitas. Ia dipercaya mengendalikan hujan, angin, dan air, yang merupakan elemen penting bagi kehidupan dan kemakmuran. Karena itulah, naga sering dianggap sebagai pembawa rezeki dan kesuksesan.
Dalam konteks Imlek, motif naga menjadi doa visual agar pemakainya mendapatkan keberanian, perlindungan, dan kejayaan di tahun yang baru. Kini, naga hadir dalam berbagai interpretasi modern, mulai dari bordir minimalis hingga cetak digital dramatis yang membuktikan bahwa simbol klasik tetap relevan dalam gaya masa kini.

Phoenix atau Fènghuáng (凤凰) melambangkan keanggunan, kebajikan, dan keseimbangan hidup. Berbeda dari versi Barat yang identik dengan api dan kehancuran, phoenix Tionghoa adalah simbol kedamaian, kemakmuran, dan awal baru. Ia mewakili energi Yin, sisi feminin yang lembut namun kuat.
Phoenix sering dikaitkan dengan permaisuri dan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Karena itu, motif ini banyak muncul dalam busana perayaan dan pakaian pengantin. Lebih dari sekadar keindahan, phoenix juga berarti transformasi dan kebangkitan, seolah mengajak pemakainya untuk bangkit dan memulai lembaran baru dengan penuh harapan.
Dalam fashion Imlek modern, phoenix tampil dengan sayap mengembang, detail emas, dan siluet anggun, mewakili perempuan yang percaya diri, lembut, dan kuat.
Dikenal sebagai “Ratu Bunga”, peony (牡丹 - Mǔdān) adalah simbol kekayaan, kehormatan, dan cinta yang berlimpah. Sejak zaman kekaisaran, peony menjadi lambang status tinggi dan kemewahan. Kelopaknya yang besar dan bertumpuk mencerminkan kelimpahan rezeki serta pertumbuhan yang terus berlipat.
Selain kemakmuran finansial, peony juga melambangkan romansa dan kebahagiaan keluarga. Inilah sebabnya motif ini menjadi favorit dalam cheongsam, gaun formal, hingga busana pesta Imlek. Dalam desain modern, peony hadir dengan warna merah, pink, hingga emas, menghadirkan kesan mewah sekaligus romantis.
Ketika motif naga, phoenix, dan peony hadir bersama, maknanya menjadi lebih kuat. Naga melambangkan kekuatan, phoenix membawa harmoni, dan peony menghadirkan kemakmuran. Dalam filosofi Tionghoa, keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan adalah kunci kebahagiaan.
Kombinasi naga dan phoenix sering diartikan sebagai Yin dan Yang, sementara peony melengkapi dengan doa akan rezeki dan kehidupan yang indah. Bersama-sama, trio ini menjadi simbol harapan akan kejayaan, keharmonisan, dan kemakmuran.
Kini, simbol klasik ini tidak lagi terbatas pada busana tradisional. Banyak desainer memadukannya dengan siluet kontemporer, mulai dari kebaya modern hingga streetwear. Teknik bordir, digital printing, dan permainan warna membuat motif ini tampil segar dan relevan. Generasi muda pun mulai mengenakannya sebagai bentuk kebanggaan akan warisan budaya.
Memilih busana Imlek bisa menjadi lebih bermakna jika disesuaikan dengan harapan pribadi di tahun yang baru. Bagi yang ingin fokus pada karier, kepemimpinan, dan keberanian, motif naga adalah pilihan tepat karena melambangkan kekuatan dan kesuksesan.
Jika tujuan utama adalah keharmonisan, cinta, dan keseimbangan hidup, maka phoenix mewakili energi lembut yang penuh ketenangan. Sementara itu, bagi yang mengharapkan rezeki melimpah dan kehidupan yang makmur, motif peony menjadi simbol terbaik.
Bila ingin doa yang lebih lengkap, pilih desain yang menggabungkan ketiganya. Dengan begitu, busana tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga menjadi simbol harapan yang dikenakan untuk menyambut tahun baru.
Motif naga, phoenix, dan peony bukan sekadar ornamen yang mempercantik busana Imlek. Ia adalah bahasa simbol atau sebuah cara halus untuk menyampaikan harapan akan hidup yang lebih baik. Naga membawa doa akan kekuatan dan keberanian, phoenix menyiratkan harmoni serta kebangkitan, sementara peony melambangkan kemakmuran dan cinta.
Saat ketiganya hadir bersama, terciptalah pesan utuh tentang keseimbangan, keberuntungan, dan masa depan yang penuh harapan. Maka, ketika mengenakan busana bermotif ini di hari Imlek, kita tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga mengenakan doa untuk setahun yang lebih cerah.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




