Monday, 01 January 2022

Viralnya Kimjang Vest, Dari Rompi Nenek Pembuat Kimchi hingga Jadi Tren Berkat Jennie dan Karina

Fashion adalah apa yang kamu beli, gaya adalah apa yang kamu lakukan dengannya
February 13, 2026  | Melisa Nirmaladewi
kimjang vest
 

Ada satu item fashion Korea yang tak pernah disangka akan kembali menjadi pusat perhatian: kimjang vest, rompi quilting floral yang selama bertahun-tahun identik dengan para nenek di pedesaan Korea. Rompi ini biasa dikenakan saat berkebun, bekerja di halaman, atau ketika para ibu dan nenek melakukan ritual tahunan membuat kimchi untuk persediaan musim dingin atau yang dikenal sebagai kimjang. Namun, siapa sangka, rompi yang dulu dianggap kuno dan “ala nenek-nenek” ini justru menjelma menjadi tren fashion baru di kalangan Gen Z berkat dua nama besar: Jennie BLACKPINK dan Karina aespa.

Fenomena ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mencerminkan perubahan budaya, nostalgia kolektif, serta cara generasi muda memaknai kembali warisan tradisi Korea. Kimjang vest kini bukan lagi sekadar rompi kerja yang fungsional, tetapi simbol estetika baru yang hangat, unik, dan penuh cerita.

Dari Dapur Tradisional ke Ranah Mode

Sebelum menjadi bahan perbincangan di media sosial, kimjang vest memiliki sejarah yang sangat sederhana. Rompi quilted dengan motif floral ini sejak lama menjadi pakaian khas para perempuan di pedesaan Korea. Desainnya yang ringan namun mampu menjaga kehangatan membuatnya ideal dipakai saat berkegiatan di luar ruangan, mulai dari berkebun hingga mengolah kimchi dalam suhu dingin.

Ritual kimjang sendiri merupakan bagian penting budaya Korea. Pada akhir musim gugur, keluarga berkumpul untuk membuat kimchi dalam jumlah banyak untuk menghadapi musim dingin. Proses ini bisa berlangsung sepanjang hari, sering kali di area terbuka. Para perempuan mengenakan rompi kimjang karena memberikan kombinasi terbaik antara kehangatan, keluwesan bergerak, dan daya tahan terhadap angin musim dingin.

Motif floral cerah dan desain quilting yang sederhana menjadi ciri khas yang membuat rompi ini melekat pada citra “baju nenek-nenek”. Dalam waktu lama, kimjang vest bahkan dianggap sebagai fashion item yang “tidak stylish”, tidak modern, dan hanya dipakai untuk pekerjaan rumah atau kegiatan sehari-hari di desa.

Baca juga:   5 Majalah Fashion Terkenal di Dunia

Namun, seperti banyak tren lain yang bermula dari hal yang tak terduga, kimjang vest justru menemukan jalannya kembali ke dunia fashion.

Jennie dan Karina: Dua Idol yang Menghidupkan Kembali Kimjang Vest

Popularitas besar kimjang vest mulai melesat setelah dua superstar K-pop memakainya: Jennie BLACKPINK dan Karina aespa. Foto-foto Jennie dengan rompi quilting bernuansa vintage langsung viral di Instagram, memicu rasa ingin tahu para penggemar dan pecinta fashion. Cara Jennie memadukan rompi floral dengan gaya minimalis membuat rompi khas nenek ini tampak modern, chic, dan sangat “Jennie-coded”.

Tak lama kemudian, Karina aespa juga tampil mengenakan kimjang vest dalam suasana kasual. Dengan styling yang lebih sleek, dipadukan dengan turtleneck fitted dan jeans, Karina berhasil memberikan interpretasi modern yang lebih edgy namun tetap mempertahankan kesederhanaannya.

Kehadiran dua idol papan atas ini membuat kimjang vest berubah dari fashion item yang dipandang kuno menjadi objek keinginan baru. Bagi para penggemar, mengenakan kimjang vest bukan hanya mengikuti gaya Jennie dan Karina, tetapi juga menghidupkan bagian kecil dari budaya Korea yang penuh nostalgia.

Dalam hitungan hari, pencarian kata kunci seperti “kimjang vest”, “quilted floral vest”, dan “grandma vest” melonjak tajam di Naver Data Lab, mencapai nilai tertinggi yang pernah tercatat sejak tren ini muncul.

kimjang vest
BYC

Popularitas kimjang vest bahkan menjalar ke dunia hewan peliharaan. Pada Oktober lalu, brand pakaian dalam BYC bekerja sama dengan label pet fashion Gaeryas merilis versi mini dari kimjang vest untuk anjing. Koleksi ini mencuri perhatian di acara pop-up Coex di Seoul, memperkuat bukti bahwa tren ini telah mencapai berbagai kalangan.

Di platform belanja seperti Zigzag dan Ably, rompi quilted floral ini masuk dalam daftar produk terlaris. Dengan harga yang bervariasi mulai dari 5.000 won hingga 40.000 won, item ini mudah dijangkau oleh para remaja dan dewasa muda yang ingin merasakan sedikit nostalgia dari kampung halaman nenek mereka.

Baca juga:   5 Trend Streetwear Terbaru yang Wajib Kamu Coba di Kota Tropis

Jennie dan Karina mungkin menjadi katalis utama tren ini, tetapi resonansi kimjang vest jauh lebih dalam. Ia adalah simbol kedekatan generasi muda dengan masa kecil, memori rumah, dan tradisi keluarga. Dalam dunia mode yang penuh perubahan cepat, kimjang vest menawarkan sesuatu yang hangat: cerita tentang rumah, desa, dan keaslian.

Di tangan generasi baru, rompi yang dulu hanya dipakai untuk membuat kimchi kini menjadi ikon budaya. Ini bukti bahwa inspirasi terbesar dalam fashion sering berasal dari tempat yang paling sederhana, bahkan dari lemari nenek kita.

Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!

Reference: 
https://www.scmp.com/magazines/style/fashion/trends/article/3334486/how-blackpinks-jennie-and-aespas-karina-are-helping-koreas-kimjang-vest-make-comeback
https://www.fimela.com/fashion/read/6220981/dulu-dipakai-bikin-kimchi-kimjang-vest-yang-dipopulerkan-jennie-dan-karina-kini-jadi-tren-gen-z-korea?page=4
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram