
Merawat pakaian berbahan viscose tidaklah sulit, tetapi membutuhkan perhatian khusus agar kelembutan, warna, dan kualitas seratnya tetap terjaga. Karakteristik viscose yang ringan, lembut, dan memiliki kemampuan menyerap kelembapan membuat bahan ini nyaman digunakan sehari-hari, tetapi perawatan yang kurang tepat dapat memengaruhi bentuk dan tekstur kain.
Dengan metode pencucian dan perawatan yang benar, pakaian berbahan viscose dapat tetap terasa nyaman, tampak indah, dan memiliki masa pakai yang lebih panjang. Berikut beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan untuk cuci dan rawat viscose dengan tepat.
Viscose adalah jenis tekstil yang dibuat dari serat selulosa yang terkandung dalam bubur kayu (wood pulp). Bahan ini memiliki tampilan seperti sutra serta kemampuan untuk menyerap dan mempertahankan warna yang kaya dan cerah.
Basis selulosanya memberikan sifat yang mirip dengan katun, sementara kelembutannya menyerupai sutra. Oleh karena itu, viscose memiliki kemampuan menyerap kelembapan, bersirkulasi udara dengan baik, dan nyaman digunakan.
Pada dasarnya viscose ialah salah satu jenis dari rayon. Perlu dipahami, rayon adalah kelompok atau keluarga besar serat tekstil. Sementara itu, viscose merupakan salah satu jenis yang paling umum digunakan dalam kelompok tersebut.
Inilah alasan mengapa pada label pakaian terkadang tertulis “viscose”, sementara pada label lainnya tertulis “rayon” atau “viscose rayon”.
Modal dan lyocell juga termasuk dalam kelompok yang berkaitan dengan rayon karena keduanya sama-sama dibuat dari selulosa. Namun, keduanya tidak sepenuhnya sama dengan viscose tradisional.
Ketika menemukan tulisan viscose pada label pakaian, kamu dapat menganggapnya sebagai jenis kain berbasis rayon yang memiliki karakter lembut, halus, ringan, dan memiliki efek jatuh (flowy) yang nyaman saat digunakan.
Cara cuci viscose merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan. Viscose memiliki tekstur yang lembut dan halus seperti sutra. Meskipun dapat dicuci menggunakan mesin cuci, untuk menjaga kelembutan dan kehalusan seratnya, mencuci dengan tangan lebih disarankan.
Cara termudah dan paling disarankan untuk cuci viscose adalah dengan mencucinya menggunakan tangan menggunakan deterjen lembut. Metode ini membantu menjaga kualitas serat sekaligus menghemat energi.
Tidak perlu menggunakan pelembut pakaian karena viscose secara alami sudah memiliki tekstur yang lembut. Untuk mempertahankan tekstur, kekuatan, dan warna kain, cucilah viscose menggunakan air dingin. Langkah-langkah:
Kabar baiknya, viscose sebenarnya dapat dicuci menggunakan mesin cuci. Jika memilih menggunakan mesin cuci dibandingkan mencuci dengan tangan, masukkan pakaian ke dalam kantong khusus pencucian (laundry bag).
Gunakan air dingin dan pilih kecepatan putaran mesin (spin speed) yang paling rendah. Balik pakaian terlebih dahulu, pilih siklus pencucian lembut (gentle cycle), lalu biarkan mesin bekerja.
Letakkan pakaian viscose secara mendatar atau gantung di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar proses pengeringan lebih cepat.
Viscose mungkin terasa sedikit kaku setelah dicuci, tetapi akan kembali lembut setelah dikeringkan dan disetrika. Ketika kain sudah benar-benar kering, setrika dengan suhu rendah yang sesuai untuk mengembalikan bentuk asli pakaian.
Alternatif lainnya, biarkan pakaian benar-benar kering kemudian gunakan alat penguap pakaian (clothes steamer) untuk menghilangkan kerutan. Setrika bagian dalam pakaian agar warna tetap terjaga dan menghindari munculnya bagian kain yang mengilap.
Viscose dibuat dari sumber daya yang dapat diperbarui dan mudah terurai (biodegradable). Merupakan serat berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan karena berbeda dengan serat sintetis berbasis minyak bumi seperti akrilik, poliester, dan nilon, viscose tidak menghasilkan pelepasan mikroplastik saat dicuci. Terbuat dari 100% selulosa kayu, viscose dapat terurai secara alami (biodegradable) dan kembali ke lingkungan.
Pertanyaan ini semakin sering dipertanyakan oleh para pecinta fashion yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan. Namun, jawabannya tidak sesederhana itu. Di satu sisi, viscose dibuat dari sumber daya terbarukan, yaitu kayu. Hal ini menjadi salah satu keunggulannya.
Di sisi lain, proses produksi viscose secara tradisional dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, terutama karena penggunaan bahan kimia dan konsumsi air yang cukup tinggi. Selain itu, sumber bahan baku kayu juga menjadi perhatian apabila tidak berasal dari hutan yang telah tersertifikasi dan dikelola secara berkelanjutan.
Untungnya, dunia fashion dan teknologi terus berkembang. Berbagai metode produksi serat selulosa yang lebih ramah lingkungan mulai dikembangkan, salah satunya melalui proses penggunaan pelarut dengan sistem closed-loop.
Dalam proses ini, bahan kimia yang digunakan memiliki tingkat toksisitas lebih rendah, dapat dipulihkan dan digunakan kembali, serta mampu mengurangi konsumsi air secara signifikan. Inovasi tersebut menjadi langkah positif menuju industri tekstil yang lebih berkelanjutan.
Lalu, apakah viscose dapat menjadi bagian dari pakaian yang sejalan dengan konsep slow fashion? Jawabannya adalah bisa, selama kita membuat pilihan secara sadar. Pilihlah viscose berkualitas tinggi yang memiliki daya tahan lebih lama, serta carilah produk viscose yang diproduksi melalui metode yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pada akhirnya, menjaga kelestarian bumi juga merupakan bagian dari gaya hidup dan pilihan fashion yang baik, bukan?
Kain lembut ini punya karakteristik unggulan yang bikin dicintai oleh penggemarnya. Di antaranya ialah:
Dengan perawatan yang tepat, pakaian viscose dapat tetap lembut, nyaman, dan tahan lebih lama. Jadi, rawat viscose dengan bijak agar manfaatnya tetap terasa sekaligus mendukung pilihan fashion yang lebih berkelanjutan.
With Laruna, you can stay ahead of the curve by embracing the latest fashion trends that define the season. Elevate your wardrobe with our curated style updates and ensure you're always dressed for the moment.




