Monday, 01 January 2022

10 Penerapan Konsep "Zero Waste Fashion" di Lingkungan Industri dan Kehidupan Sehari-hari

Setiap orang bisa melakukan tindakan nyata untuk ikut berkontribusi terhadap pengurangan limbah dan dampak lingkungan dari industri fashion.
January 12, 2024  | Pipintri Aviteni Damayanti
zero waste fashion
 

Sekarang ini, ada banyak sekali permasalahan lingkungan yang terjadi akibat pengolahan limbah yang kurang maksimal, dan juga ditambah dengan limbah tekstil dari industri fast fashion yang jumlahnya semakin hari menjadi sangat mengkhawatirkan. 

Oleh sebab itu, muncul sebuah respon terhadap masalah limbah industri tekstil melalui gerakan sosial yang sadar akan lingkungan dengan konsep "Zero Waste Fashion". Yakni sebuah pendekatan dalam industri fashion untuk mengurangi atau menghilangkan limbah yang dihasilkan selama proses produksi pakaian, berdasarkan prinsip-prinsip penggunaan bahan secara efisien dan meminimalkan potongan atau sisa kain yang terbuang.

Penerapan zero waste fashion di lingkungan industri dapat dilakukan dengan cara merubah sistem atau langkah-langkah industri fashion ketika proses produksi berlangsung, seperti dalam pembuatan pakaian mulai dari bahan baku hingga menjadi barang jadi dan siap pakai. Selain itu, kita sebagai konsumen yang menggunakan pakaian juga bisa ikut berkontribusi menyelamatkan lingkungan, dengan menerapkan zero waste fashion di kehidupan sehari-hari.

Penerapan Konsep "Zero Waste Fashion" di Lingkungan Industri

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan zero waste di lingkungan industri, antara lain:

1. Membuat desain yang berkelanjutan

Desainer dan produsen harus melibatkan prinsip-prinsip zero waste fashion di tahap awal desain, dengan cara mengupayakan pembuatan pola dan potongan pakaian yang efisien dan kreatif. Serta memikirkan bagaimana cara menggabungkan potongan-potongan kain yang berbeda untuk menghasilkan pakaian lainnya, sehingga tidak ada limbah kain yang tersisa setelah semua bagian kain dipotong dan dijahit.

2. Menggunakan teknologi canggih

Teknologi sekarang sudah semakin canggih yang terlihat dari pemodelan 3D dan perangkat lunak desainnya, dapat membantu para desainer dalam pembuatan pola dan melihat bagaimana potongannya pakaian dapat diatur sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sedikit limbah atau tanpa limbah sekalipun jika memungkinkan.

Baca juga:   'Fashionology' FPD Universitas Ciputra Hadirkan Koleksi Busana dari Limbah Produksi

3. Melakukan edukasi dan pelatihan

Industri fashion perlu melakukan edukasi dan pelatihan kepada desainer, penjahit, dan para pekerjanya supaya dapat memahami prinsip-prinsip zero waste fashion. Mulai dari merancang dan melakukan pemotongan kain secara efisien, serta mengetahui teknik-teknik baru yang berkaitan dengan zero waste fashion.

4. Menggunakan bahan berkualitas tinggi

Pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi dilakukan agar pakaian dapat memiliki masa pakai yang lebih lama, tidak mudah rusak, serta dapat mengurangi kebutuhan akan produksi baru yang berlebihan.

5. Melakukan produksi lokal

Industri fashion sebaiknya dapat memperpendek jarak antara tempat produksi dan tempat pendistribusian barang jadi, untuk mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh transportasi. Kemudian keuntungan lain dari melakukan produksi lokal yang dimiliki industri fashion adalah dapat membantu dalam mengatur produksi secara lebih efisien.

6. Melakukan kemitraan dan kolaborasi

Industri fashion bisa mencoba melakukan kemitraan dan berkolaborasi dengan peneliti, inovator, atau organisme lingkungan untuk mengembangkan teknologi, kreativitas, dan strategi baru yang mendukung zero waste fashion.

7. Melakukan transparansi dan labelisasi

Industri fashion harus memberikan informasi kepada konsumen tentang cara pakaian diproduksi dan apakah pakaian tersebut merupakan produk zero waste. Hal ini dilakukan untuk mendorong kesadaran konsumen dan memberikan motivasi kepada industri fashion, agar lebih fokus pada prinsip-prinsip zero waste.

8. Mendaur ulang dan menggunakan kembali

Jika terdapat sisa-sisa dari potongan kain yang tidak bisa dihindarkan, industri fashion harus berupaya untuk mendaur ulang dan menggunakan kembali sisa-sisa kain tersebut agar tidak terjadi pembuangan limbah yang berlebihan.

9. Mencoba inovasi material

Industri fashion mencoba inovasi material yang digunakan dalam pembuatan pakaian, dengan melakukan pencarian bahan-bahan baru yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan bahan. Misalnya, beberapa perusahaan dapat bekerja sama mengembangkan kain yang mudah terurai dengan cepat.

10. Melakukan sertifikasi dan standar

Untuk menilai apakah industri fashion sungguh-sungguh ingin menerapkan konsep zero waste fashion, mereka harus melakukan sertifikasi dan mengembangkan standar produk yang merujuk pada praktik-praktik berkelanjutan.

Baca juga:   Mengulik Tren Rental Fashion, Jauh Lebih Ramah Lingkungan?

Penerapan zero waste fashion di lingkungan industri memang bukan suatu hal yang mudah dan secara instan bisa dilakukan, tetapi melalui langkah-langkah ini diharapkan dengan bertahap bisa segera beralih menuju industri yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Penerapan Konsep "Zero Waste Fashion" dalam  Kehidupan Sehari-hari

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan zero waste dalam kehidupan sehari-hari, antara lain :

1. Berpikir jangka panjang

Sebelum membeli pakaian, kamu bisa berpikir jangka panjang dengan mempertimbangkan kegunaannya, modelnya yang klasik dan bisa dipakai di berbagai kesempatan, serta bahannya yang berkualitas tinggi, sehingga tidak perlu membeli pakaian baru terlalu sering.

2. Pilih kualitas daripada kuantitas

Jika ingin membeli pakaian baru, pilihlah yang memiliki kualitas baik daripada memilih pakaian yang murah dalam jumlah banyak tetapi memiliki kualitas buruk, karena pakaian yang berkualitas cenderung lebih tahan lama.

3. Membeli barang preloved

Kamu juga bisa membeli barang second atau preloved dari orang lain atau orang yang kamu kenal, sebagai salah satu cara menerapkan zero waste fashion di kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini kamu dapat mengurangi permintaan akan produksi barang baru dan dapat membantu mengurangi limbah tekstil.

4. Pertimbangan ukuran yang sesuai

Saat ingin membeli pakaian baru, pastikan untuk memilih ukuran yang sesuai dan jika perlu pertimbangkan untuk membeli pakaian yang berukuran lebih longgar yang bisa disesuaikan dengan ukuran tubuhmu. Hal tersebut dilakukan agar tidak mudah untuk berganti pakaian jika sewaktu-waktu terjadi perubahan bentuk tubuh.

5. Merawat pakaian dengan baik

Rawatlah pakaianmu dengan benar, untuk memperpanjang masa pakai mereka, dengan cara mengikuti petunjuk pencucian dan perawatan yang disarankan oleh produsen agar pakaian tetap dalam keadaan baik.

6. Kreatif dengan pemakaian kembali

Jika ada pakaian di lemari yang sudah tidak terpakai lagi, cobalah untuk berkreasi dengan memodifikasi atau mengubahnya menjadi sesuatu yang baru, sehingga bisa dimanfaatkan lagi. Menggabungkan beberapa pakaian yang sudah tidak terpakai, kemudian dijadikan barang baru yang dapat dimanfaatkan kembali.

Baca juga:   Slow Fashion: Tak Hanya Memiliki Banyak Keunggulan tapi Juga Ramah Lingkungan

7. Menghindari fast fashion

Tahan diri untuk melakukan pembelian pakaian dari merek-merek fast fashion yang menghasilkan produk dalam jumlah besar dengan kualitas rendah, agar siklus pembelian barang yang tidak berkelanjutan bisa berkurang.

8. Membeli produk berkelanjutan

Dukung industri fashion yang membuat produk dengan konsep zero waste fashion, atau memiliki komitmen terhadap produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan cara membeli produk tersebut agar proses produksinya terus berkembang.

9. Mengurangi pemakaian plastik

Saat membeli pakaian baru atau membeli barang apapun di mana saja, usahakan membawa tas belanja sendiri jika memungkinkan, untuk menghindari pakaian atau barang dengan kemasan plastik yang berlebihan. 

10. Ikut komunitas zero waste fashion

Ikut berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan komunitas zero waste fashion, juga dapat membantumu menjalani gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Seperti mengetahui cara pemilihan dan perawatan pakaian yang benar, serta melakukan kegiatan sosial dengan melakukan donasi dan mendaur ulang melalui program-program yang sesuai.

Menerapkan zero waste fashion dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah keputusan  untuk membuat pilihan yang lebih bijaksana, dalam hal pembelian, perawatan, dan penggunaan pakaian yang berkelanjutan.

Usaha untuk menerapkan konsep zero waste fashion tidak hanya dilakukan di lingkungan industri dan kehidupan sehari-hari saja, tetapi juga perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah yang harus melakukan langkah-langkah tepat untuk mendorong terjadinya perubahan menuju industri tekstil yang lebih berkelanjutan.


With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!

Reference: 
pojoknulis.com https://pojoknulis.com/zero-waste-fashion-modis-tanpa-menyumbang-limbah-424
Diakses pada tanggal 4 Agustus 2023

kejarmimpi.id https://kejarmimpi.id/zero-waste-lifestyle-menantang-kamu-untuk-menerapkan-gaya-hidup-bebas-sampah-bisa.html
Diakses pada tanggal 4 Agustus 2023

fitinline.com https://fitinline.com/article/read/penerapan-zero-waste-fashion-untuk-meminimalisir-limbah-produksi-busana/
Diakses pada tanggal 4 Agustus 2023

ejournal.unesa.ac.id https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-busana/article/view/41820
Diakses pada tanggal 4 Agustus 2023
Be a Contributor and 
Write for Us
Tell me more
Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram