8 Cara AI Mendukung Keberlanjutan dalam Desain Fashion - Perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia dan bahkan hampir semuanya. Salah satunya adalah industri fashion, yang masih terus melakukan inovasi menuju ke arah yang lebih baik dan efisien khususnya dalam hal desain.
Teknologi yang memainkan peran penting dalam proses desain adalah AI, dimana penerapannya telah membuka pintu bagi revolusi baru di industri fashion mulai dari pembuatan desain hingga produksi, distribusi, dan pemasaran.
Selain membantu desainer menyederhanakan proses desain fashion, teknologi AI juga dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan industri fashion dengan memperhatikan potensi manfaat dan keterbatasannya.
Seperti 8 penggunaan teknologi AI dalam desain fashion berikut yang secara signifikan dapat meningkatkan keberlanjutan, antara lain :
Teknologi AI dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik bahan baku, dan memberikan rekomendasi mengenai bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan.
Hal ini memudahkan para desainer untuk memilih bahan baku yang dapat didaur ulang, ramah lingkungan, atau berasal dari sumber-sumber yang berkelanjutan.
Selain itu, penggunaan teknologi AI dalam desain fashion juga membantu mengurangi limbah produksi melalui pola-pola yang dirancang lebih efisien.
Algoritma pembelajaran mesin pada teknologi AI, dapat digunakan untuk memprediksi tren permintaan konsumen terkini secara lebih akurat.
Dengan demikian, produsen dapat menghasilkan setiap produk dalam jumlah yang tepat, mengurangi risiko produksi yang berlebihan, dan meminimalkan atau bahkan dapat menghindari limbah.
AI dapat digunakan untuk mengelola rantai pasokan dengan lebih efisien, seperti pengoptimalan transportasi dan distribusi untuk mengurangi jejak karbon.
Selain itu, teknologi AI juga dapat melakukan pemantauan persediaan secara real-time untuk menghindari kelebihan persediaan, dan pemilihan pemasok yang berkelanjutan berdasarkan kriteria lingkungan.
Penggunaan teknologi AI dalam desain fashion selanjutnya adalah membantu mengidentifikasi, dan memisahkan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dari limbah tekstil.
Kemudian dengan menganalisis data mengenai siklus hidup produk, maka perusahaan dapat merancang produk yang berfokus pada daur ulang dan perpanjangan umur pakai.
Memantau dan mengelola jejak karbon juga dapat dilakukan dengan bantuan teknologi AI selama siklus hidup produk berlangsung, termasuk pada proses produksi, transportasi, penggunaan, dan pembuangan.
Hal tersebut tentu akan membantu perusahaan untuk mengidentifikasi area-area dimana mereka dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.
Proses produksi dalam desain fashion dapat dioptimalkan menggunakan teknologi AI, dengan cara memantau dan mengatur sistem-sistem produksi secara otomatis untuk mengurangi konsumsi energi yang tidak efisien.
Dengan digunakannya teknologi AI pada virtual fashion, perusahaan dapat menghasilkan koleksi produk yang lebih rinci sebelum memulai produksi massal.
Ini akan membantu mengurangi risiko kelebihan produksi dan mengurangi limbah yang dihasilkan oleh barang yang akhirnya tidak terjual.
Terakhir, penggunaan teknologi AI dalam desain fashion yang meningkatkan keberlanjutan adalah, membantu memantau dan melacak aspek-aspek keberlanjutan.
Seperti sertifikasi dan label hijau yang memberikan informasi transparan kepada konsumen terkait praktik-praktik berkelanjutan yang diadopsi oleh merek fashion.
Itulah 8 penggunaan teknologi AI dalam desain fashion yang meningkatkan keberlanjutan. Dengan digunakannya teknologi ini diharapkan dapat membantu industri fashion untuk beralih ke praktik-praktik yang lebih berkelanjutan, meminimalkan dampak lingkungan, dan menciptakan produk-produk ramah lingkungan.
Disamping itu, meningkatkan kesadaran konsumen tentang fashion berkelanjutan melalui transparansi informasi bisa menjadi langkah awal dalam meningkatkan keberlanjutan yang ingin dicapai.