
Memiliki badan petite sering kali dianggap sebagai tantangan dalam dunia fashion. Tinggi badan yang relatif lebih pendek dan proporsi tubuh yang berbeda membuat banyak orang dengan tubuh petite merasa kesulitan saat memilih pakaian, terutama celana. Tidak jarang, celana yang terlihat bagus di manekin atau model justru tampak “tanggung” saat dikenakan, kepanjangan, terlalu longgar, atau membuat kaki terlihat lebih pendek.
Padahal, dengan pemilihan model celana yang tepat, tubuh petite justru bisa terlihat lebih jenjang, seimbang, dan stylish tanpa perlu usaha berlebihan. Kuncinya bukan terletak pada mengikuti tren semata, melainkan memahami potongan, panjang, dan detail celana yang paling sesuai dengan proporsi tubuhmu.
Artikel ini akan membahas 8 tips penting memilih model celana untuk badan petite, mulai dari potongan pinggang, panjang celana, hingga detail kecil yang sering luput dari perhatian namun berdampak besar pada tampilan keseluruhan.
Salah satu trik paling ampuh untuk menciptakan ilusi tubuh lebih tinggi adalah memilih celana high-waist. Model pinggang tinggi membantu “menaikkan” garis pinggang sehingga kaki terlihat lebih panjang dari aslinya.
Celana high-waist sangat cocok untuk badan petite karena menciptakan proporsi tubuh yang lebih seimbang antara bagian atas dan bawah. Baik itu celana bahan, jeans, maupun kulot, potongan pinggang tinggi akan memberikan kesan ramping dan jenjang.
Sebaliknya, celana low-rise atau mid-rise cenderung memotong visual tubuh di bagian pinggul, sehingga membuat kaki terlihat lebih pendek. Jika kamu ingin tampil lebih proporsional, sebaiknya hindari model ini.
Panjang celana adalah faktor krusial bagi tubuh petite. Celana dengan panjang yang tidak pas, terlalu panjang atau justru berhenti di titik yang salah, bisa membuat tampilan terlihat kurang rapi dan memperpendek siluet tubuh.
Idealnya, pilih:
Celana yang berhenti di tengah betis sering kali menciptakan ilusi kaki yang lebih pendek dan berisi. Jika kamu menyukai celana cropped, pastikan panjangnya cukup tinggi agar kaki tetap terlihat jenjang.
Jika menemukan celana yang kepanjangan, jangan ragu untuk melakukan alterasi. Menyesuaikan panjang celana sesuai tinggi badan adalah investasi kecil yang berdampak besar pada penampilan.
Untuk badan petite, potongan celana sangat menentukan kesan visual. Model slim fit dan straight cut adalah pilihan aman karena mengikuti garis kaki tanpa menambahkan volume berlebihan.
Straight cut sangat ideal karena memberi keseimbangan antara ketat dan longgar. Model ini membantu menciptakan garis vertikal yang bersih, membuat kaki terlihat lurus dan panjang.
Sebaliknya, celana dengan potongan terlalu lebar seperti wide-leg ekstrem atau baggy yang berlebihan bisa “menenggelamkan” tubuh petite dan membuat siluet terlihat berat di bagian bawah.
Namun bukan berarti kamu tidak boleh mengenakan celana lebar sama sekali. Kuncinya adalah memilih lebar yang proporsional, bukan terlalu ekstrem.
Warna memainkan peran besar dalam menciptakan ilusi tubuh. Untuk badan petite, warna gelap seperti hitam, navy, cokelat tua, atau abu-abu gelap cenderung memberi efek ramping dan memanjangkan siluet.
Selain itu, gaya monokrom, menggunakan warna yang sama atau senada dari atas hingga bawah, juga sangat membantu menciptakan kesan tubuh lebih tinggi. Misalnya, celana hitam dipadukan dengan atasan hitam atau abu gelap.
Jika ingin menggunakan warna terang atau motif, sebaiknya imbangi dengan potongan yang sederhana agar tidak “memotong” visual tubuh secara horizontal.
Detail kecil pada celana ternyata bisa berdampak besar pada proporsi tubuh. Untuk badan petite, sebaiknya hindari:
Detail-detail tersebut dapat menambah volume visual dan membuat bagian bawah tubuh terlihat lebih besar dan pendek. Pilih celana dengan desain yang bersih dan minimalis, terutama di area pinggul dan paha.
Jika kamu ingin detail, lebih baik memilih aksen vertikal seperti jahitan lurus atau garis lipatan (crease) yang justru membantu menciptakan ilusi kaki lebih panjang.
Motif dan pola pada celana juga perlu diperhatikan. Untuk badan petite, motif vertikal adalah sahabat terbaik. Garis vertikal, pinstripe, atau lipatan lurus membantu mengarahkan pandangan ke atas dan ke bawah, sehingga tubuh terlihat lebih jenjang.
Sebaliknya, motif horizontal, blok warna kontras, atau pola besar cenderung memperlebar tampilan dan memotong tinggi visual tubuh.
Jika kamu menyukai motif, pilih pola kecil dengan warna yang tidak terlalu kontras agar tetap terlihat ringan dan proporsional.
Memilih celana tidak bisa dilepaskan dari sepatu yang akan kamu kenakan. Untuk badan petite, keselarasan antara celana dan sepatu sangat penting.
Beberapa kombinasi yang direkomendasikan:
Hindari kombinasi celana yang terlalu panjang dengan sepatu datar tebal karena bisa membuat kaki terlihat “terpotong”. Jika kamu lebih sering memakai flat shoes, pastikan panjang celana tidak menumpuk di bagian bawah.
Kesalahan umum saat berbelanja adalah terlalu terpaku pada ukuran label (S, M, L). Untuk tubuh petite, fit jauh lebih penting daripada angka ukuran.
Celana yang terlalu longgar di pinggang atau terlalu panjang di kaki bisa merusak keseluruhan tampilan, meskipun modelnya sebenarnya bagus. Jangan ragu untuk:
Tubuh petite justru terlihat paling menarik saat mengenakan pakaian yang benar-benar pas dan mengikuti proporsi tubuh.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




