
Berlibur sering kali menjadi momen yang paling ditunggu, tetapi urusan pakaian yang kusut saat sampai di destinasi bisa merusak mood sejak hari pertama. Banyak orang merasa sudah melipat pakaian dengan rapi, namun tetap saja setibanya di hotel atau penginapan, baju terlihat lecek dan tidak layak pakai tanpa disetrika ulang. Padahal, tidak semua tempat liburan menyediakan setrika, dan tidak semua orang ingin menghabiskan waktu liburan hanya untuk mengurus pakaian. Oleh karena itu, memahami teknik packing pakaian yang tepat agar tidak mudah kusut menjadi hal penting sebelum berangkat liburan.
Laruna akan membahas secara lengkap berbagai tips packing pakaian saat liburan agar tetap rapi, minim kusut, dan siap dipakai. Mulai dari pemilihan bahan pakaian, teknik melipat dan menggulung, hingga strategi menyusun isi koper atau tas.
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah pemilihan bahan pakaian. Tidak semua jenis kain memiliki karakter yang sama ketika dilipat dan disimpan dalam waktu lama. Bahan seperti katun tipis, linen, atau rayon cenderung lebih mudah kusut, terutama jika tertekan oleh pakaian lain di dalam koper. Jika memungkinkan, pilih pakaian berbahan polyester, nylon, spandex, atau campuran sintetis yang memiliki sifat lebih tahan kusut.
Untuk liburan santai, pakaian berbahan jersey, knit ringan, atau scuba tipis bisa menjadi pilihan karena fleksibel dan tidak mudah berkerut. Jika kamu tetap ingin membawa pakaian berbahan katun atau linen karena faktor kenyamanan atau estetika, pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak dan diberi perhatian khusus dalam teknik packing-nya.
Sebelum mulai memasukkan pakaian ke dalam koper, lakukan penyortiran terlebih dahulu. Pisahkan pakaian berdasarkan jenisnya, seperti atasan, bawahan, pakaian dalam, pakaian tidur, dan pakaian formal. Selain memudahkan saat menyusun, cara ini juga membantu menentukan teknik lipatan yang paling sesuai untuk setiap jenis pakaian.
Pakaian formal seperti kemeja, blus, atau gaun sebaiknya diperlakukan secara berbeda dibanding kaus atau pakaian santai. Dengan menyortir sejak awal, kamu bisa meminimalkan tekanan berlebih pada pakaian yang rentan kusut.
Melipat pakaian dengan cara asal-asalan adalah salah satu penyebab utama baju menjadi kusut. Teknik melipat yang tepat sangat berpengaruh pada kondisi pakaian saat dikeluarkan dari koper. Untuk kaus dan pakaian kasual, lipat secara sederhana dengan ukuran yang seragam agar mudah ditumpuk.
Untuk kemeja atau blus, lipat mengikuti struktur bahu dan lengan. Kancingkan bagian depan terlebih dahulu agar bentuknya lebih stabil. Letakkan tisu tipis atau kertas roti di antara lipatan bagian dada untuk mengurangi bekas lipatan tajam. Teknik ini cukup efektif, terutama untuk kemeja berbahan katun atau satin.
Metode menggulung pakaian menjadi salah satu teknik packing favorit banyak traveler. Selain menghemat ruang, menggulung juga dapat mengurangi tekanan lipatan yang menyebabkan kusut. Teknik ini sangat cocok untuk pakaian berbahan kaus, celana santai, legging, dan pakaian dalam.
Pastikan pakaian diratakan terlebih dahulu sebelum digulung dengan rapi dan tidak terlalu kencang. Gulungan yang terlalu padat justru dapat meninggalkan bekas lipatan. Teknik ini juga memudahkan pencarian pakaian tanpa harus membongkar seluruh isi koper.
Packing cube menjadi solusi praktis untuk menjaga kerapian pakaian selama perjalanan. Dengan menggunakan kantong berbentuk kotak ini, pakaian bisa dipisahkan berdasarkan kategori dan tetap berada di posisinya. Packing cube juga mencegah pakaian saling bergesekan yang bisa menyebabkan kusut.
Selain packing cube, kamu juga bisa memanfaatkan kantong plastik bersih atau kantong kain tipis untuk membungkus pakaian tertentu. Pakaian berbahan licin seperti satin atau silk akan lebih aman jika dibungkus satu per satu agar tidak terlipat secara tidak beraturan.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




