
Fashion selalu bergerak mengikuti zaman, namun di tahun 2026, transformasinya terasa lebih matang dan bermakna. Setelah beberapa tahun didominasi oleh tren viral yang serba cepat, penuh warna mencolok, dan eksperimen ekstrem, kini dunia mode memasuki fase baru yang lebih dewasa.
Fase dimana kenyamanan, kualitas, serta karakter personal menjadi pusat perhatian. Bukan lagi sekadar mengikuti apa yang ramai di media sosial, tetapi memilih gaya yang benar-benar relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Di 2026, konsumen semakin sadar bahwa fashion bukan hanya tentang tampilan luar, melainkan juga tentang identitas, keberlanjutan, dan rasa percaya diri. Sejumlah tren yang dulu mendominasi feed kini mulai terasa usang, sementara estetika baru hadir dengan sentuhan yang lebih halus, fungsional, dan berkelas. Inilah momen tepat untuk menyegarkan lemari pakaian dan memahami arah baru fashion.
Perubahan tren tidak terjadi secara kebetulan. Media sosial, runway internasional, serta perubahan gaya hidup global turut membentuk arah mode. Dalam beberapa tahun terakhir, siklus tren menjadi semakin singkat. Sesuatu yang viral hari ini bisa terasa ketinggalan hanya dalam hitungan bulan.
Namun di 2026, muncul kejenuhan terhadap tren yang terlalu instan. Konsumen mulai mencari sesuatu yang lebih tahan lama, lebih personal, dan lebih bermakna. Kehadiran estetika quiet luxury yang menekankan kesederhanaan dan kualitas, mulai menggantikan gaya yang terlalu mencolok.
Kesadaran akan lingkungan juga mendorong banyak orang memilih fashion yang lebih berkelanjutan. Semua faktor-faktor ini membentuk wajah baru dunia mode.
Perubahan selera di 2026 menunjukkan satu hal bahwa dunia fashion mulai meninggalkan gaya yang terlalu ekstrem dan tidak fungsional. Konsumen kini lebih selektif bukan hanya ingin terlihat menarik, tetapi juga merasa nyaman dan percaya diri dalam jangka panjang, dengan tampilan yang lebih rapi, fungsional, dan tidak berlebihan. Berikut beberapa tren yang mulai kehilangan pesonanya dan ditinggalkan di 2026.
Sepatu dengan sol tebal dan bentuk “berat” mulai terasa kurang relevan. Meskipun dulu identik dengan gaya street yang edgy, kini siluet tersebut dianggap terlalu bulky. Tren bergeser ke sepatu yang lebih ramping, ringan, dan futuristik.
Tas super kecil yang hanya berfungsi sebagai aksesori visual kini mulai ditinggalkan. Konsumen menginginkan tas berstruktur yang tidak hanya stylish namun juga praktis, dengan ruang yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Jeans sobek ekstrem yang identik dengan gaya rebel dan sempat menjadi simbol kebebasan, kini terasa terlalu kasual dan dianggap kurang fleksibel. Di 2026, denim dengan potongan bersih, warna gelap, dan siluet rapi lebih diminati, karena mudah dipadukan untuk berbagai suasana, baik kasual maupun semi-formal.
Warna neon yang mendominasi seluruh outfit dari atas hingga bawah, kini dianggap terlalu “ramai” dan melelahkan secara visual. Tren beralih ke palet yang lebih lembut dan mudah dipadukan, karena memberi kesan modern dan elegan, tanpa terlihat berlebihan.
Logo besar yang mendominasi outfit dari ujung kepala hingga kaki mulai tergeser oleh estetika yang lebih halus dan elegan. Quiet luxury menjadi simbol status baru yang sederhana, berkualitas, dan tidak perlu berteriak untuk terlihat mahal.
Potongan super pendek yang menonjolkan mata kaki mulai terasa kurang seimbang. Sementara, siluet yang lebih proporsional kini lebih disukai karena nyaman dan terlihat lebih rapi.
Boots bersol tebal yang dulu dianggap statement dan memberi kesan edgy kini terasa terlalu berat. Tampilan modern 2026 mengarah ke sepatu yang lebih clean dan ringan, karena terasa lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Berbanding terbalik dengan tren lama, gaya 2026 menghadirkan estetika yang lebih dewasa, nyaman, dan berkarakter karena menggabungkan estetika, fungsi, dan keberlanjutan.
Nuansa awal 2000-an kembali hadir, namun dengan pendekatan yang lebih minimal. Crop blazer, rok midi, dan potongan low-rise yang lebih rapi dan elegan menjadi simbol nostalgia yang elegan.
Warna cloud dancer, pastel, dan cool blue mendominasi karena memberi kesan bersih, tenang, dan futuristik. Selain itu, palet ini juga mudah dipadukan dan terasa lebih “tahan waktu”.
Potongan longgar dan tailored relaxed menjadikan favorit karena memberikan kenyamanan tanpa kehilangan kesan stylish. Siluet ini juga memberi ruang bagi ekspresi personal.
Celana bervolume menjadi statement baru yang menggantikan skinny dan ultra-cropped jeans. Selain nyaman, model ini memberi kesan modern dan playful.
Satin, lace, sheer, dan crochet kembali diminati karena memberi nuansa feminin modern yang lembut namun tetap kuat.
Kesadaran lingkungan menjadi bagian penting dari gaya hidup fashion 2026. Upcycling, thrifting, dan material ramah lingkungan kini bukan sekadar tren, tetapi nilai yang dicari konsumen.
Aksesori besar seperti bros, kalung tegas, dan tas berstruktur menjadi fokus utama dalam tampilan, menggantikan perhiasan tipis yang terlalu minimal.
Tren 2026 bukan soal tampil berlebihan, melainkan bagaimana memadukan potongan klasik dengan sentuhan modern. Berikut inspirasi yang bisa langsung kamu terapkan dalam gaya kasual, street, semi-formal, formal serta sustainable look dan berfokus pada siluet yang nyaman, detail modern juga warna yang sedang “ini”.
Fashion 2026 menandai pergeseran besar dari tren yang sekadar viral menuju gaya yang lebih bermakna. Bukan lagi soal seberapa mencolok penampilan, tetapi seberapa relevan dengan kepribadian, kenyamanan, dan nilai yang kita pilih.
Dengan memahami tren yang ditinggalkan dan gaya baru yang sedang naik daun, kamu bisa membangun lemari pakaian yang tidak hanya stylish, tetapi juga tahan waktu. Karena pada akhirnya, fashion terbaik adalah yang membuatmu merasa menjadi diri sendiri.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




