
Belanja barang preloved kini semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar. Bukan hanya karena harganya yang lebih terjangkau, tetapi juga karena gerakan konsumsi berkelanjutan (sustainable living) yang makin disadari oleh banyak orang. Membeli preloved membuat kita bisa mendapatkan produk berkualitas, bahkan yang branded sekalipun, dengan harga lebih rendah. Namun di balik keuntungan itu, ada risiko yang perlu diwaspadai, mulai dari produk palsu, kondisi barang yang tidak sesuai foto, hingga penipuan di marketplace atau media sosial.
Agar proses belanja tetap menyenangkan dan aman, penting untuk menjadi pembeli yang cermat. Berikut 7 tips tentang bagaimana berbelanja barang preloved secara aman, bijak, dan meminimalkan risiko kerugian.
Sebelum berbelanja, penting memahami bahwa istilah “preloved” sering dianggap sama dengan “secondhand”, padahal ada perbedaan kecil. Preloved berarti barang yang sebelumnya dimiliki dan digunakan oleh seseorang, tetapi kondisinya biasanya masih sangat baik karena sering kali dirawat dengan baik. Sementara secondhand bisa mencakup barang yang sudah digunakan cukup lama atau memiliki kondisi pemakaian yang lebih jelas. Mengetahui perbedaan ini membantu kamu menentukan ekspektasi sebelum membeli, sehingga tidak kecewa setelah barang tiba.
Penjual yang jujur biasanya menjelaskan kondisi barang secara lengkap, termasuk tingkat keausan, tahun pembelian, dan apakah masih lengkap dengan box, dustbag, atau nota pembelian. Semakin detail informasi yang diberikan, semakin besar kemungkinan produk tersebut autentik dan layak dibeli.
Salah satu kesalahan umum pembeli preloved adalah terburu-buru membeli karena merasa sudah menemukan “harga murah”. Padahal, tidak semua harga murah berarti menguntungkan. Untuk memastikan kamu mendapatkan harga yang wajar, lakukan riset terlebih dahulu. Bandingkan harga di beberapa marketplace, situs resmi, atau platform penjualan barang bekas yang terpercaya. Jika selisih harganya terlalu jauh dari kisaran normal, kamu perlu berhati-hati.
Riset harga juga membantu kamu memastikan bahwa barang tersebut tidak overprice. Beberapa penjual mungkin menjual barang preloved dengan harga hampir sama seperti kondisi baru, terutama jika barang tersebut merupakan koleksi edisi terbatas. Dengan mengetahui harga pasar, kamu bisa menilai apakah harga yang diberikan penjual sesuai kondisi barang.
Sebelum memutuskan membeli, luangkan waktu untuk melihat profil penjual. Penjual preloved yang terpercaya biasanya memiliki ulasan positif dari pembeli sebelumnya, aktif berkomunikasi, dan transparan dalam menjelaskan kondisi barang. Jika berbelanja melalui marketplace, cek rating, komentar, dan durasi akun penjual. Akun baru dengan produk branded yang dijual dengan harga terlalu murah perlu diwaspadai.
Di media sosial seperti Instagram atau TikTok, lihat konsistensi postingan dan interaksi di kolom komentar. Penjual terpercaya cenderung responsif dan memiliki katalog barang yang rapi. Kamu juga bisa memeriksa apakah penjual menyediakan fitur video call untuk proofing barang, hal yang sering ditawarkan penjual tepercaya ketika menjual produk high-end seperti tas dan sepatu branded.
Membaca deskripsi barang dengan teliti adalah kunci utama ketika belanja preloved. Penjual yang jujur biasanya memberikan informasi lengkap seperti kondisi pemakaian (misalnya 90%, 95%, atau like new), cacat kecil pada barang, ukuran, material, hingga warna asli. Foto yang diambil dengan pencahayaan baik dan menunjukkan detail cacat merupakan tanda bahwa penjual transparan.
Jangan ragu meminta foto tambahan jika diperlukan, terutama untuk barang branded. Mintalah foto nomor seri, kode produksi, kondisi jahitan, kualitas hardware, dan logo brand. Detail-detail ini penting untuk menghindari barang palsu. Untuk barang fashion seperti pakaian, tanyakan apakah ada perubahan ukuran akibat cucian atau apakah kain sudah melar. Semakin detail kamu mengecek, semakin kecil kemungkinan terjadi kekecewaan.
Hindari transaksi di luar platform atau menggunakan metode pembayaran yang tidak memiliki proteksi pembeli. Lebih baik memilih marketplace yang menyediakan fitur rekening bersama (escrow) sehingga dana hanya dilepas setelah barang diterima sesuai pesanan. Jika bertransaksi melalui media sosial, pilih metode pembayaran yang memiliki bukti transaksi jelas, seperti transfer bank resmi atau platform pembayaran digital.
Jangan kirimkan uang melalui metode yang tidak bisa dilacak. Penipuan preloved sering terjadi karena pembeli tergiur harga murah dan langsung mentransfer tanpa memastikan keamanan. Jika penjual memaksa ingin transaksi langsung melalui DM tanpa marketplace atau menolak memberikan bukti barang, lebih baik tinggalkan saja.
Tidak semua penjual memberikan kebijakan retur, tetapi tidak ada salahnya menanyakan. Beberapa toko preloved besar atau konsinyasi biasanya menyediakan garansi keaslian atau pengembalian jika barang terbukti tidak autentik. Ini menjadi nilai tambah yang membuat proses belanja lebih aman.
Jika kebijakan pengembalian tidak tersedia, setidaknya minta penjual memastikan kualitas barang sesuai deskripsi. Mintalah video unboxing atau bukti pengecekan sebelum barang dikirim untuk mengurangi risiko barang rusak di perjalanan.
Saat berbelanja preloved, ada beberapa tanda yang bisa menjadi sinyal bahaya, seperti harga terlalu murah, foto tidak asli atau hasil unduhan, penjual tidak mau memberikan bukti tambahan, atau penjual mendesak untuk transaksi cepat. Jika kamu menemukan hal-hal tersebut, jangan ragu untuk membatalkan pembelian.
Hati-hati juga dengan akun yang sering berganti nama, tidak punya highlight testimoni, atau menolak untuk melakukan proof test. Penjual terpercaya biasanya tidak memiliki masalah untuk menunjukkan kondisi barang secara terbuka.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




