Monday, 01 January 2022

Mengulas Sejarah Panjang Perkembangan Fashion di Indonesia

Fashion di Indonesia bukan sekadar tren, tapi cerminan perjalanan budaya yang terus hidup dan berkembang dari masa ke masa
sejarah fashion di indonesia
 

Tren mode atau fashion terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti selebriti, desainer, budaya populer, media sosial, hingga perubahan sosial dan teknologi yang terjadi di setiap era atau periode tertentu.

Di Indonesia sendiri, perkembangan fashion dari masa ke masa menunjukkan betapa beragamnya budaya yang dimiliki, bahkan adanya pengaruh dari dalam maupun luar juga berperan penting dalam berkembangnya fashion di Indonesia.

Sejarah fashion di Indonesia telah mencerminkan perjalanan panjang yang dipengaruhi oleh berbagai budaya lokal dan asing, serta perubahan sosial dan politik yang terjadi di negara ini. Berikut adalah ulasan lebih detail mengenai sejarah panjang perkembangan fashion di Indonesia, antara lain :

1. Masa pra-kolonial (pakaian tradisional)

Sebelum mendapat pengaruh dari bangsa asing, masyarakat Indonesia di masa pra-kolonial banyak menggunakan bahan-bahan alami seperti kapas, serat pohon, atau kulit kayu untuk membuat pakaian tradisional. Perkembangan fashion pada masa ini sangat dipengaruhi oleh kearifan lokal, kekayaan alam, serta kepercayaan dan adat istiadat yang ada di berbagai daerah.

Pada masa pra-kolonial ini, pakaian tidak hanya memiliki fungsi praktis tetapi juga sarat akan makna dan juga simbol yang menunjukkan status sosial, agama, dan adat istiadat. Kain tenun seperti songket, ikat, dan batik merupakan contoh pakaian tradisional hasil kerajinan tangan yang sudah ada sejak lama, dan tetap bertahan hingga sekarang sebagai warisan budaya yang turun-temurun. 

Baca juga:   Sejarah Singkat Jaket Denim, Dari Koboi Menjadi Fashionable!

Setiap daerah di Indonesia memiliki gaya busana unik dan ciri khas tersendiri dalam motif dan jenis kain yang digunakan, misalnya :

  • Songket ulos dari Sumatera Barat yang digunakan untuk acara adat dan keagamaan
  • Tenun ikat dari Nusa Tenggara yang dikenal karena pola geometrisnya
  • Batik dari Jawa yang terkenal dengan motif simbolis dan filosofinya

2. Masa kolonial (abad ke-17 hingga awal abad ke-20)

Kedatangan penjajah Belanda pada masa kolonial mulai membawa perubahan besar dalam hal gaya berpakaian. Pakaian ala Barat, terutama yang dikenakan oleh kalangan bangsawan dan kelas atas mulai mempengaruhi gaya berpakaian masyarakat Indonesia. 

Di sinilah muncul perpaduan antara kebaya dengan gaya Eropa. Kebaya yang awalnya dikenakan oleh perempuan bangsawan Jawa mulai dipadukan dengan rok panjang ala Eropa, menciptakan kebaya gaya baru yang dikenal dengan sebutan kebaya encim. 

Pada masa kolonial ini, perbedaan antara busana kaum kolonial dan pribumi sangat terlihat, namun terjadi pula adaptasi yang menciptakan gaya baru yang lebih bercampur.

3. Pasca kemerdekaan (1940-an hingga 1960-an)

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, fashion di Indonesia mulai mengalami transformasi yang lebih beragam dan ada kebangkitan semangat nasionalisme yang tercermin dalam fashion. Gaya berpakaian modern mulai diterima, namun disaat yang bersamaan kebanggaan terhadap pakaian tradisional semakin dikuatkan sebagai bagian dari identitas nasional.

Busana tradisional seperti batik dan kebaya menjadi simbol nasional, serta mulai digunakan secara luas dalam acara resmi maupun sehari-hari, sebagai upaya mempertahankan identitas budaya dan mempromosikan kesetaraan sosial. Seiring berjalannya waktu, fashion Indonesia juga mulai menyesuaikan diri dengan tren global, namun tetap mempertahankan sentuhan lokal.

4. Era fashion modern (1970-an hingga 1980-an)

Pada era ini, fashion Indonesia mulai lebih terbuka terhadap tren global. Anak muda Indonesia, terutama di kota-kota besar, mulai mengadopsi gaya berpakaian ala Barat seperti celana jeans, rok mini, jaket kulit, dan gaya kasual lainnya yang populer. 

Baca juga:   Delphos Gown: Jejak Karya Seni Abadi dalam Dunia Fashion

Di waktu ini juga, desainer-desainer lokal mulai muncul dan fashion show pertama di Indonesia diadakan, yang menandai awal dari industri fashion modern di Indonesia. Misalnya, desain terkenal seperti Oscar Lawalata dan Iwan Tirta yang muncul pada era ini, dan berfokus pada penggabungan elemen tradisional dengan desain modern.

5. Globalisasi dan pengakuan internasional (1990-an hingga 2000-an)

Pada tahun 1990-an hingga 2000-an, fashion di Indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya pengaruh globalisasi, dan mulai mengeksplorasi lebih banyak tema dengan munculnya desainer-desainer terkemuka.

Desainer Indonesia juga mulai berani menampilkan karyanya di panggung internasional dan mulai dikenal dunia. Desainer seperti Anne Avantie mempopulerkan kebaya modern yang memadukan gaya tradisional dengan sentuhan kontemporer, dan Sebastian Gunawan yang dikenal dengan rancangan gaunnya yang mewah.

Di era ini juga, batik mulai diakui dunia yang semakin meningkatkan status batik di kancah internasional. Dimana dulunya batik dianggap sebagai pakaian formal, mulai  mendapatkan pengakuan global ketika UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 2009.

6. Fashion muslim dan modest fashion (2000-an hingga sekarang)

Dalam beberapa dekade terakhir tepatnya sejak awal tahun 2000-an, ada lonjakan besar dalam industri fashion muslim Indonesia yang tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk berbusana syar'i.

Busana muslimah menjadi bagian besar dari tren fashion, dengan munculnya desainer muslim seperti Dian Pelangi dan Ria Miranda. Mereka mempopulerkan modest fashion dan membawa fashion Indonesia ke panggung internasional.

Akibatnya, fashion muslim Indonesia menjadi sorotan global dan kini Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat fashion muslim dan modest fashion terbesar di dunia.

7. Era digital dan industri fashion berkelanjutan (2020-an hingga sekarang)

Di era digital seperti sekarang, fashion Indonesia semakin berkembang pesat seiring dengan munculnya e-commerce dan juga berbagai platform media sosial. Banyak sekali brand lokal baru yang bermunculan, dan lebih fokus pada keberlanjutan serta ethical fashion atau mode etis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

Baca juga:   Mengenal Gaya Old Money yang Viral di Internet

Para desainer muda juga mulai memanfaatkan teknologi dan tren mode internasional, untuk menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan dan mendukung pengrajin lokal. Di era digital dan industri fashion berkelanjutan, fashion di Indonesia kini mencerminkan perpaduan antara modernitas, digitalisasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Secara keseluruhan, sejarah perkembangan fashion di Indonesia menunjukkan bagaimana keanekaragaman budaya lokal yang kaya, mampu beradaptasi dengan pengaruh dari luar dan tetap bisa mempertahankan identitasnya.

Kini, fashion Indonesia tidak hanya terkenal dalam negeri saja tetapi juga semakin diakui di panggung internasional. Selain itu, industri fashion di Indonesia juga berkembang begitu cepat, dengan banyaknya brand lokal yang muncul dalam beberapa tahun belakangan, dan fashion show yang semakin sering diselenggarakan sepanjang tahun di berbagai kota di Indonesia.

With Laruna, you can stay ahead of the curve by embracing the latest fashion trends that define the season. Elevate your wardrobe with our curated style updates and ensure you're always dressed for the moment.

Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram