
Dunia mode kembali membuat kejutan di awal 2026 lewat kolaborasi yang terasa tak terduga, namun justru terasa relevan. Balenciaga, rumah mode yang identik dengan siluet ekstrem dan pendekatan konseptual, menggandeng NBA, liga basket paling berpengaruh di dunia.
Di tangan Pierpaolo Piccioli, yang hampir setahun memimpin Balenciaga, kolaborasi ini terasa seperti pernyataan arah baru. Ia tidak sekadar merilis koleksi, tetapi membuka dialog tentang tubuh, gerak, dan budaya populer yang selama ini hidup berdampingan.
Fashion dan olahraga mungkin sering dianggap berada di dua kutub berbeda, satu elitis dan satunya fungsional. Namun lewat Balenciaga x NBA, kamu diajak melihat bagaimana keduanya bisa bertemu di titik yang sama, ekspresi identitas dan energi kolektif.

Kolaborasi Balenciaga x NBA menjadi debut kerja sama besar pertama Pierpaolo Piccioli sejak resmi menjabat sebagai direktur kreatif Balenciaga. Pilihannya untuk menggandeng NBA bukan tanpa alasan, karena basket telah lama menjadi bahasa global yang menembus batas usia, kelas sosial, hingga budaya.
Dalam pernyataan resminya, Pierpaolo menekankan bahwa olahraga khususnya basket adalah medium kuat untuk menyampaikan nilai universal. Di lapangan, semua orang berdiri setara di bawah aturan yang sama, sesuatu yang menurutnya sejalan dengan semangat inklusivitas yang ingin terus dibawa Balenciaga.
Koleksi kapsul edisi terbatas Balenciaga x NBA dijadwalkan rilis mulai 15 Januari 2026. Peluncurannya dibuat eksklusif, hanya tersedia di butik Balenciaga terpilih di beberapa kota besar dunia serta melalui situs resmi Balenciaga, menegaskan posisi kolaborasi ini sebagai barang koleksi bernilai tinggi.
Secara konsep, koleksi ini merupakan penghormatan terhadap estetika tubuh atletis dan energi dinamis khas permainan basket. NBA sendiri bukan sekadar liga olahraga, melainkan simbol budaya global sejak berdiri pada 1946, dengan pengaruh besar terhadap musik, gaya berpakaian, hingga gaya hidup urban lintas generasi.
Balenciaga menerjemahkan semangat tersebut lewat pendekatan ready-to-wear yang tetap setia pada DNA rumah mode ini. Siluet oversized, potongan bervolume, dan konstruksi yang berani tetap hadir, namun kali ini dibuat lebih fungsional dan responsif terhadap gerak tubuh.
Kamu akan menemukan berbagai item yang terasa sangat “basket”, tetapi tetap dalam bingkai high fashion. Mulai dari kaus pendek dan panjang dengan potongan longgar, tracksuit dengan detail tailoring halus, jaket varsity yang terinspirasi seragam tim, hingga jaket coach yang terasa ringan namun berstruktur.
Material yang digunakan pun tidak main-main. Balenciaga memadukan kulit premium, satin nilon dengan kilap halus, katun poplin regeneratif yang ramah lingkungan, hingga denim Jepang yang dikenal akan kualitas dan daya tahannya. Semua dipilih untuk menciptakan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan estetika mewah.
Salah satu detail menarik dalam koleksi ini adalah hadirnya angka “10” atau le dix di setiap item. Angka tersebut merujuk pada alamat legendaris Balenciaga di Avenue George V nomor 10, Paris, sebuah simbol sejarah yang mengingatkan bahwa di balik eksperimen modern, akar Maison tetap dijaga dengan penuh hormat.
Palet warna koleksi Balenciaga x NBA juga tidak dipilih secara sembarangan. Warna biru elektrik, merah scarlet, dan putih yang digunakan terinspirasi langsung dari logo NBA yang dirancang pada 1969. Ketiga warna ikonik itu kemudian dipertegas dengan hitam, warna yang sejak lama menjadi identitas visual Balenciaga.
Perpaduan warna tersebut menciptakan kontras kuat namun tetap seimbang. Nuansa sporty khas NBA terasa jelas, tetapi tidak menghilangkan kesan serius dan gelap yang menjadi ciri khas Balenciaga dalam dua dekade terakhir.
Logo NBA dan identitas Balenciaga hadir berdampingan tanpa saling mendominasi. Tipografi khas Balenciaga dipadukan dengan simbol NBA secara rapi, menciptakan visual yang terasa bersih, tegas, dan mudah dikenali, bahkan dari kejauhan.

Kolaborasi ini juga memperlihatkan bagaimana Balenciaga memandang olahraga bukan sekadar inspirasi visual. Basket diposisikan sebagai budaya hidup, ruang ekspresi, dan simbol solidaritas, nilai yang selama ini juga menjadi fondasi banyak gerakan mode kontemporer.
Di bawah arahan Pierpaolo Piccioli, Balenciaga tampak ingin bergerak lebih humanis tanpa kehilangan karakter eksperimentalnya. Alih-alih sekadar menciptakan “merchandise mewah”, koleksi ini terasa seperti refleksi tentang tubuh yang bergerak, berkeringat, dan berinteraksi dengan ruang publik.
Bagi NBA, kerja sama ini memperluas pengaruhnya ke ranah high fashion yang lebih konseptual. Sementara bagi Balenciaga, kolaborasi ini menjadi cara baru untuk berbicara dengan audiens global yang lebih luas, termasuk generasi muda yang tumbuh bersama budaya basket dan streetwear.
Balenciaga x NBA pada akhirnya bukan hanya tentang pakaian. Ia adalah pertemuan dua dunia besar yang sama-sama membentuk cara kamu melihat identitas, komunitas, dan gaya hidup di era modern.
Lewat koleksi ini, kamu bisa melihat bagaimana lapangan basket dan runway mode ternyata tidak sejauh yang dibayangkan. Keduanya sama-sama menjadi panggung, tempat tubuh, ekspresi, dan cerita bertemu dalam satu gerak yang terus berkembang.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




