Pakaian wanita Eropa di abad ke-15 sangat berbeda dengan pakaian wanita modern saat ini, pada periode tersebut gaya busana wanita berlandaskan norma-norma budaya, status sosial, dan latar belakang yang berbeda di masing-masing periode. Pakaian wanita Eropa di abad ke-15 biasanya terbuat dari kain alami seperti linen, wool, dan silk dengan tambahan hiasan benang emas, bordiran tangan, renda, atau manik-manik untuk menambah kesan mewah.
Di abad ini, pakaian perempuan seringkali mencerminkan status sosial, kekayaan, dan budaya masyarakat. Terdapat banyak sekali variasi gaya berpakaian wanita di berbagai wilayah, namun ada 11 tren pakaian wanita Eropa yang populer di abad ke-15, antara lain :
Salah satu pakaian dasar yang panjang,memiliki lengan lebar, dan siluet longgar, sehingga membuatnya jatuh bebas dari bahu ke kaki. Gown atau kirtle dapat digunakan sebagai pakaian luaran, dan bisa juga dikenakan sebagai pakaian dalaman tergantung dari bahan dan desainnya, kemudian dikombinasikan dengan pakaian luar lainnya.
Selain digunakan para pria, houppelande juga dikenakan oleh wanita karena merupakan pakaian luaran yang populer di abad ke-15, berupa mantel atau jubah panjang dan longgar serta memiliki lengan lebar yang panjang hingga pergelangan tangan atau tanpa lengan. Houppelande seringkali dihiasi bordiran, manik-manik, renda, atau hiasan lainnya yang membuat pakaian ini terlihat elegan dan mewah.
Merupakan pakaian luaran berbentuk mantel terbuka yang memiliki lengan pendek atau tanpa lengan, dengan panjang hingga ke kaki, dan dikenakan di atas Gown atau kirtle sebagai lapisan tambahan pada pakaian wanita. Surcoat juga dihiasi manik-manik, bordiran, atau renda yang indah.
Atasan tanpa lengan yang dipakai dibawah Gown atau kirtle sebagai dalaman, dan berfungsi untuk menutupi dada dan leher. Partlet bisa menjadi lapisan pakaian yang menambah sentuhan modis dan estetika pada pakaian wanita karena terdapat hiasan renda atau bordiran.
Adalah jenis tudung yang populer di abad ke-15, dengan keunikannya yang memiliki puncak tinggi dan hiasan kain, kain bendera, atau hiasan lainnya. Hennin seringkali digunakan bersama tudung panjang yang menutupi bagian belakang rambut dan leher, sehingga memberikan tampilan yang menonjolkan dahi dan meningkatkan kesan kesopanan serta kemegahan.
Pakaian luaran dengan berbentuk seperti korset yang menekan pinggang untuk menciptakan bentuk tubuh yang ideal sesuai gaya mode di abad ke-15. Gamurra biasanya dikenakan di atas Gown atau kirtle dan dihiasi bordiran atau hiasan lainnya untuk menambah kesan mewah.
Dalam periode renaissance awal, korset mulai populer sebagai bagian penting dari pakaian wanita. Gown dengan korset ini dikenakan oleh para wanita untuk mendapatkan tampilan tubuh yang ideal melalui bentuk pinggang yang ramping.
Pada beberapa dekade pertama dalam periode renaissance awal, gaya lengan pada Gown juga lebih bervariasi dengan model lengan bengkak atau puffed sleeves. Gaya lengan ini merupakan sejenis lengan yang dibuat lebih bervolume di bagian bawah lengan, untuk memberikan penampilan yang menarik dan tidak membosankan.
Adalah salah satu pakaian ketat yang mengikuti bentuk tubuh dan dipakai wanita di abad ke-15, atau sebuah gaun yang memiliki bentuk lengan lurus panjang dengan belahan di siku dan terkadang memiliki lengan pendek. Cotehardie juga mempunyai garis leher yang bulat atau berbentuk V rendah, dan biasanya menggunakan kerah selendang lebar.
Di akhir abad ke-15 French Hood menjadi aksesoris kepala yang sangat populer, berupa tudung kepala yang menonjolkan dahi dan terdapat hiasan yang memberikan kesan elegan. French Hood juga mempunyai ciri khas dengan bentuknya yang bulat, dan memiliki kerudung hitam yang menempel di bagian belakang untuk menutupi rambut sepenuhnya.
Untuk alas kakinya, para wanita di abad ke-15 biasanya menggunakan sarung kaki dan sepatu kulit dengan hiasan-hiasan untuk menunjukkan status sosial.
Itulah 11 tren pakaian wanita Eropa yang populer di abad ke-15, yang mencerminkan perubahan sosial dan budaya pada masing-masing periode. Dalam perjalanannya, tren mode pakaian wanita semakin beragam dan berubah sesuai gaya hidup masyarakat, serta berkembang seiring dengan kemajuan zaman.
With Laruna, you can combine your love for fashion and the planet by choosing sustainable options that fit your style and contribute to positive changes. Want to join Laruna as a content contributor? We'd love to spend time with you!