Monday, 01 January 2022

Anti Becek, Tetap Chic: Rekomendasi Bahan Sepatu Saat Musim Hujan

Hujan boleh datang, tapi gaya tetap jalan! Pilih sepatu yang tahan becek tanpa mengorbankan chic
May 11, 2026  | Melisa Nirmaladewi
sepatu musim hujan
 

Musim hujan selalu datang dengan dua hal: udara yang lebih dingin dan drama alas kaki yang lebih kompleks. Jalanan becek, genangan air tak terduga, trotoar licin, hingga sepatu yang tiba-tiba bau lembap. Kalau salah pilih bahan, sepatu bisa jadi korban pertama, lembek, mengelupas, atau bahkan berjamur. Padahal, sepatu bukan cuma soal gaya, tapi juga soal proteksi dan kenyamanan.

Kabar baiknya, kamu tetap bisa tampil stylish tanpa harus mengorbankan fungsi. Kuncinya ada pada pemilihan bahan. Tidak semua material sepatu dirancang untuk bertahan di kondisi lembap. Beberapa justru menyerap air seperti spons dan butuh waktu lama untuk kering. Di artikel ini, kita akan membahas bahan-bahan sepatu yang paling cocok dipakai saat musim hujan, plus tips agar tetap awet dan tidak bau.

Karet: Juara Tahan Air yang Paling Praktis

Kalau bicara soal sepatu musim hujan, bahan karet hampir selalu jadi pilihan pertama. Karet bersifat waterproof, artinya air tidak akan meresap ke dalam material. Inilah alasan kenapa rain boots atau sepatu boots hujan umumnya terbuat dari karet atau PVC.

Sepatu berbahan karet sangat cocok untuk aktivitas luar ruangan, naik motor, atau berjalan di area yang rawan genangan. Perawatannya juga relatif mudah, cukup dilap dan dikeringkan. Tidak perlu khawatir soal noda air yang meninggalkan bekas permanen.

Namun, ada satu catatan: sepatu full karet cenderung kurang breathable. Jika dipakai terlalu lama tanpa kaus kaki yang menyerap keringat, kaki bisa terasa lembap dari dalam. Jadi pastikan tetap memakai kaus kaki berbahan katun atau moisture-wicking agar kaki tetap nyaman.

Baca juga:   Tips Fashion Sesuai Etika Bisnis

PVC dan Sintetis Tahan Air: Alternatif yang Lebih Ringan

Selain karet, bahan PVC atau sintetis tahan air juga banyak digunakan pada sneakers dan sepatu kasual modern. Material ini dirancang untuk menahan air sekaligus tetap ringan saat dipakai.

Keunggulan utama bahan sintetis adalah fleksibilitas desain. Banyak brand menggabungkan tampilan sporty dengan fitur water-resistant, sehingga kamu tidak perlu terlihat seperti baru pulang dari ladang hanya karena pakai sepatu anti air.

Namun, penting membedakan antara water-resistant dan waterproof. Water-resistant artinya tahan cipratan ringan, tapi tidak untuk direndam dalam genangan dalam waktu lama. Jadi jika aktivitasmu hanya sebatas berjalan di trotoar basah, bahan ini sudah cukup aman.

Kulit Asli: Bisa, Asal Dirawat dengan Benar

Banyak orang langsung menghindari sepatu kulit saat musim hujan karena takut rusak. Padahal, kulit asli sebenarnya cukup tahan air dalam batas tertentu, terutama jika sudah diberi pelindung seperti waterproof spray.

Kulit memiliki struktur serat yang cukup rapat sehingga tidak langsung menyerap air seperti kain. Namun, jika terus-menerus terkena air tanpa perlindungan, kulit bisa mengeras, retak, atau berubah bentuk.

Jika kamu ingin tetap memakai sepatu kulit saat musim hujan, pilih kulit dengan finishing halus dan minim pori terbuka. Hindari suede atau nubuck karena kedua jenis ini sangat mudah menyerap air dan sulit dikeringkan.

Perawatan juga jadi kunci. Gunakan waterproof spray sebelum dipakai, dan keringkan secara alami jika terkena air. Jangan dijemur langsung di bawah matahari karena bisa membuat kulit pecah.

Kulit Sintetis: Lebih Tahan Air dan Ramah Budget

Kulit sintetis sering dianggap sebagai versi “ekonomis” dari kulit asli, tapi untuk musim hujan, material ini justru punya keunggulan tersendiri. Permukaannya biasanya lebih tertutup sehingga lebih tahan terhadap air.

Baca juga:   Mengenal Anna Wintour, Sosok Paling Berpengaruh di Industri Fashion

Sepatu berbahan kulit sintetis tidak mudah menyerap air dan lebih cepat kering. Selain itu, harganya relatif lebih terjangkau dan tidak memerlukan perawatan serumit kulit asli.

Namun, kualitasnya tetap bergantung pada brand dan proses produksinya. Pilih yang jahitannya rapi dan tidak banyak celah terbuka agar air tidak mudah masuk melalui sela-sela.

EVA dan Foam Ringan: Nyaman untuk Aktivitas Ringan

Bahan seperti EVA (ethylene vinyl acetate) sering digunakan pada sandal atau sepatu slip-on ringan. Material ini sangat ringan, cepat kering, dan tidak menyerap air.

Untuk aktivitas santai seperti ke minimarket, nongkrong singkat, atau jalan cepat saat hujan gerimis, sepatu berbahan EVA bisa jadi pilihan praktis. Mudah dibersihkan dan tidak meninggalkan bau lembap.

Namun, untuk aktivitas yang lebih berat atau medan licin, pastikan solnya memiliki grip yang baik. Permukaan licin saat hujan bisa berbahaya jika sol sepatu tidak dirancang anti-slip.

Tips Tambahan Memilih Sepatu untuk Musim Hujan

Hindari Bahan Kanvas Tanpa Pelapis

Kanvas memang populer karena tampilannya kasual dan timeless. Tapi saat musim hujan, bahan ini bisa jadi mimpi buruk jika tidak dilengkapi pelapis tahan air.

Kanvas menyerap air dengan cepat dan membutuhkan waktu lama untuk kering. Jika tidak dikeringkan dengan benar, sepatu bisa menimbulkan bau apek bahkan jamur.

Kalau kamu tetap ingin memakai sepatu kanvas, pastikan sudah dilapisi waterproof spray atau memiliki inner lining tahan air. Alternatif lainnya, simpan sepatu kanvas untuk hari cerah saja dan pilih bahan lain saat cuaca tidak bersahabat.

Perhatikan Bagian Sol dan Jahitan

Memilih bahan bagian atas sepatu saja tidak cukup. Perhatikan juga bagian sol dan konstruksi jahitan. Sol berbahan karet dengan tekstur anti-slip sangat penting saat musim hujan. Permukaan jalan yang basah meningkatkan risiko tergelincir.

Baca juga:   Outfit Kembaran Ibu dan Bayi untuk Acara Spesial dan Lebaran

Selain itu, jahitan yang terlalu terbuka bisa menjadi jalur masuk air. Beberapa sepatu menggunakan teknik seam-sealed atau lem tambahan untuk mencegah kebocoran. Detail kecil seperti ini sering kali menentukan apakah kakimu tetap kering atau justru basah kuyup.

Desain yang Mendukung Fungsi

Model sepatu juga berpengaruh. Sepatu dengan potongan terlalu rendah memudahkan air masuk dari atas saat melewati genangan. Sebaliknya, model ankle boots atau sepatu dengan lidah (tongue) yang menyatu lebih efektif menahan air.

Jika kamu sering naik motor, pertimbangkan sepatu yang menutup hingga pergelangan untuk perlindungan ekstra. Tapi tetap pastikan ventilasi cukup agar kaki tidak terasa pengap.

Perawatan Setelah Terkena Hujan

Sepatu terbaik sekalipun tetap butuh perawatan setelah terkena air. Jangan langsung menyimpannya dalam kondisi basah. Keringkan dengan cara alami di tempat teduh dan berangin. Kamu bisa memasukkan kertas koran ke dalam sepatu untuk menyerap kelembapan.

Hindari menggunakan hair dryer atau menjemur langsung di bawah sinar matahari karena panas berlebih bisa merusak struktur bahan, terutama kulit dan sintetis.

Menjaga sepatu tetap kering dan bersih bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kesehatan kaki. Lingkungan lembap bisa memicu bakteri dan jamur yang menyebabkan bau tidak sedap.

With Laruna, you can stay ahead of the curve by embracing the latest fashion trends that define the season. Elevate your wardrobe with our curated style updates and ensure you're always dressed for the moment.

Copyright © 2023 - Style by Laruna - All rights reserved
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram