
Pembukaan Marrakech International Film Festival Marrakech International Film Festival menghadirkan momen mode yang langsung mencuri perhatian ketika Jenna Ortega dan Anya Taylor Joy tiba di karpet merah. Keduanya tampil sebagai anggota juri dan membuka festival dengan gaya kompak melalui pilihan gaun hitam, namun tetap mempertahankan identitas mode masing masing.
Momen ini juga menjadi pembuka bagi tugas mereka sebagai juri di Marrakech International Film Festival, bergabung bersama sosok berpengaruh seperti Bong Joon Ho, Julia Ducournau, Celine Song, dan Karim Aïnouz.
Kehadiran para filmmaker internasional ini memberi warna tambahan pada suasana karpet merah, sementara penampilan Jenna Ortega dan Anya Taylor-Joy tetap menjadi sorotan utama berkat gaya selaras yang mereka pilih. Penampilan mereka memperlihatkan bagaimana warna hitam dapat tampil berbeda melalui permainan struktur, volume, dan detail khas couture.

Jenna Ortega tampil dalam gaun hitam dari Bevza yang berasal dari koleksi Spring 2026. Pilihan gaun ini menunjukkan kecenderungannya pada desain dengan garis tegas dan siluet arsitektural. Gaunnya hadir dengan model halter bersiluet kolom, menonjolkan struktur yang rapi serta potongan yang presisi.
Bevza adalah label mode yang berasal dari Kyiv, Ukraina, didirikan oleh desainer Svitlana Bevza pada tahun 2006. Brand ini dikenal dengan pendekatan minimalis yang kuat, mengutamakan garis bersih, siluet rapi, dan detail arsitektural yang membuat setiap desain terasa modern namun tetap feminin. Bevza juga sering menonjolkan eksplorasi tekstur dan struktur yang halus, menciptakan gaya yang tampak effortless tetapi tetap mewah.
Bagian atas gaun memperlihatkan garis leher V asimetris yang membingkai area bahu dan dada dengan bentuk modern. Bingkai satin yang melingkari pinggang menciptakan kesan streamline sebelum jatuh pada peplum kecil yang terstruktur. Elemen ini memberi kontras halus terhadap rok lurus panjang yang mengalir tanpa banyak ornamen.
Pemilihan gaun Bevza Spring 2026 untuk Jenna Ortega terasa tepat karena identik dengan gaya personal sang aktris yang menyukai potongan tajam, struktur yang kuat, serta siluet dramatis namun tetap minimalis. Sentuhan backless khas Bevza juga sejalan dengan rangkaian penampilan Ortega belakangan ini yang menunjukkan punggung terbuka sebagai elemen utama.
Secara keseluruhan, tampilan Jenna menghadirkan interpretasi gaun hitam yang minim detail namun kaya karakter berkat permainan sudut dan konstruksi yang matang. Siluet kolom menjadikannya tampak lebih tinggi, sementara struktur desain memberi kesan percaya diri dan terkontrol.

Hal yang tidak bisa dilewatkan dari penampilan Jenna Ortega adalah bagian belakang gaunnya. Gaun Bevza ini hadir dengan punggung terbuka penuh yang menciptakan panel cutaway hingga pinggang bagian bawah. Detail tersebut menjadi elemen sensual yang tetap halus karena dipadukan dengan garis desain yang sederhana di bagian depan.
Gaunnya juga sedikit menyentuh lantai, menyembunyikan sepasang Roker Highbury boots yang sering ia pilih untuk karpet merah. Sepatu tersebut menambah kesan edgy yang sudah menjadi ciri khas Jenna, menciptakan kombinasi menarik antara couture dan attitude personal yang lebih tegas.

Berbeda dari Jenna, Anya Taylor Joy tampil dengan pendekatan volume lembut dan detail artistik. Ia mengenakan interpretasi khusus dari koleksi musim semi 2026 Dior Dior yang dikenal karena permainan bentuk menggantung dan siluet bertingkat. Gaun aslinya hadir dalam warna krem, namun untuk momen karpet merah ini, Anya memilih versi hitam yang lebih tegas dan dramatis.
Bagian atas gaun dibuat tanpa tali dengan lipatan lembut yang mengelilingi area leher. Bentuknya mengembang perlahan sebelum dikumpulkan kembali di area pinggang, menciptakan volume terkontrol yang menjadi ciri khas koleksi tersebut. Teknik ini membuat siluet Anya terlihat anggun tanpa terlihat berat, memadukan elemen couture dengan kenyamanan visual.
Ciri paling menonjol dalam tampilan Anya Taylor Joy adalah aplikasi bunga putih yang ditempatkan simetris di kedua sisi pinggang. Kelompok bunga tersebut diikat dengan pita hitam panjang, merefleksikan komposisi runway sekaligus memberi kontras kuat pada kain hitam pekat.
Detail bunga memberikan sentuhan feminin yang tidak berlebihan dan berfungsi sebagai fokus visual yang memperhalus tampilan dramatis gaunnya. Palet hitam yang ia pilih juga membuat elemen bunga terlihat lebih menonjol, menjadikan keseluruhan tampilan seperti karya seni tiga dimensi.

Sebagai wajah kampanye liburan Tiffany & Co., Anya melengkapi gaunnya dengan perhiasan Rock Wings berbahan platinum dan berlian. Pilihan aksesori ini memperkuat dimensi couture gaunnya karena memantulkan cahaya secara lembut tanpa mengalihkan perhatian dari detail utama busana.
Kilau perhiasan tersebut menjadi sentuhan akhir yang menambah kedalaman visual pada palet hitam, menghadirkan kombinasi antara kekuatan siluet dan kehalusan detail perhiasan.
Sebagai anggota juri festival, Jenna Ortega dan Anya Taylor Joy tampil bukan hanya sebagai figur publik tetapi juga representasi estetika mode masa kini. Keduanya memilih warna hitam, tetapi hasil akhirnya menunjukkan dua pendekatan yang kontras. Jenna hadir dengan struktur tajam dan punggung terbuka yang menciptakan keseimbangan antara ketegasan dan sensualitas. Sementara itu, Anya memilih volume lembut, detail bunga, dan permainan tekstur yang membuatnya tampak dramatis namun tetap romantis.
Kehadiran mereka pada malam pembukaan festival memperlihatkan bagaimana dua karakter gaya dapat berjalan beriringan dalam satu palet warna. Momentum ini tidak hanya menegaskan posisi mereka sebagai ikon fesyen, tetapi juga memperkaya sorotan fashion di karpet merah tahun ini.
Temukan artikel fashion terlengkap hanya di Laruna, stay stylish, stay updated!




